Tips Negosiasi Gaji Bagi Fresh Graduate | Qerja

Tips Melakukan Negosiasi Gaji Pertama Bagi Fresh Graduate!

Riyan Sugandy, 4 months ago
Tips Melakukan Negosiasi Gaji Pertama Bagi Fresh Graduate!

Negosiasi gaji sering kali menjadi tahapan rekrutmen yang membuat para pelamar kerja menjadi dilema. Kandidat pegawai harus menimbang apakah harus agresif untuk mendapat penghasilan besar, atau bisa lebih moderat sehingga mendapat gaji rata-rata dengan tambahan fasilitas tertentu.

Bagi pelamar kerja yang sudah berpengalaman, pasti sudah tahu beberapa trik negosiasi gaji untuk mendapat angka yang optimal. Namun, untuk kandidat fresh graduate, tahap negosiasi gaji menjadi hal yang cukup mengintimidasi. Untuk itu, berikut kami bagikan tip negosiasi gaji pertama untuk fresh graduate.

Riset Kisaran Gaji

Meski baru pertama kali menghadapi tantangan negosiasi, tapi bukan berarti Anda tidak bisa punya pengetahuan tentang gaji seorang tenaga ahli yang berlaku umum di pasaran. Anda bisa mencari tahu dengan membaca data rata-rata gaji yang dikeluarkan lembaga survei, mengecek review gaji di situs lowongan kerja.

Anda juga bisa bertanya langsung dengan orang yang sudah berkecimpung di industri yang digeluti. Jika beruntung, Anda bisa mendapat informasi gaji dari orang yang bekerja di perusahaan incaran. Selain itu, Anda pun harus mengecek Upah Minimum Provinsi yang berlaku di wilayah tempat perusahaan berada. Dengan demikian, Anda sudah punya bayangan besaran gaji yang reasonable.

Tentu saja cara paling mudah adalah dengan membandingkannya menggunakan Qerja.com untuk membandingkan gaji di berbagai perusahaan.

Percaya Diri dan Tunjukkan Kompetensi

Kami mengerti kalau pembicaraan soal uang ini membuat para fresh graduate minder. Soalnya, Anda sendiri belum bisa menunjukkan bukti pengalaman bisa melakukan pekerjaan sesuai yang diharapkan. Tetapi, seharusnya Anda bisa lebih percaya diri dalam bernegosiasi gaji karena sudah punya pengetahuan yang cukup dan batas minimal gaji yang diinginkan. Jadi, tunjukkan keyakinan itu dengan sikap tubuh, gaya bicara, dan ketegasan.

Negosiasi gaji adalah tawar-menawar soal uang. Tapi, sebisa mungkin Anda menghindari perang argumen sehingga membuat proses negosiasi menjadi tak nyaman. Jadikan proses negosiasi ini sebagai kolaborasi antara Anda dengan user. Anda harus lebih menunjukkan kemampuan kerja dan keahlian yang dimiliki sehingga layak mendapat bayaran setimpal.

Baca Juga : Tips Bertahan Hidup Sebelum Mendapat Gaji Pertama

Pertimbangkan Tunjangan

Negosiasi gaji tidak melulu soal uang tunai. Jika Anda tidak mendapat bayaran sesuai yang diinginkan, coba tanyakan dan pertimbangkan tawaran fasilitas dan tunjangan dari perusahaan.

Anda bisa menyesuaikan tunjangan tersebut dengan kebutuhan pekerjaan. Sebagai contoh, jika pekerjaan mengharuskan Anda melakukan perjalanan, maka negosiasikan anggaran dinas luar kantor. Sementara bila pekerjaan menuntut Anda untuk menghubungi banyak orang, maka periksa tawaran uang penggantian pulsa bulanan.

Tunggu! Jangan Sebut Angka Dulu

Ketika pewawancara sudah mengangkat tema soal gaji, Anda perlu menahan diri untuk tidak menyebutkan nilai yang diinginkan. Kalau bisa, Anda justru yang memancing pewawancara untuk mengatakan range gaji yang berlaku di perusahaan. Salah satu caranya dengan menyebut bahwa Anda meyakini perusahaan telah menyiapkan gaji yang sesuai pasaran dan industri.

Hal ini untuk menghindari penawaran gaji yang Anda sebutkan ternyata terlalu kecil sehingga perusahaan akan menyetujuinya. Sementara bila mengajukan permintaan bayaran terlalu tinggi, user bisa saja menganggap Anda sebagai fresh graduate yang melampaui batas. Kalau Anda berhasil memancing angka gaji perusahaan, setelah itu, barulah mulai negosiasi.

Berhenti dan Bilang ‘Tidak’

Fresh graduate memang belum punya pengalaman kerja, tetapi bukan berarti bisa dibayar seenaknya. Saat Anda mengumpulkan informasi gaji di awal, tetapkan nilai terendah yang masih bisa ditoleransi. Namun, bila take home pay dan tunjangan ternyata tidak masuk ke dalam hitungan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, maka berhentilah menawar. Anda bisa mencari pekerjaan lain.

Mungkin Anda akan memahami bahwa perusahaan memang tidak mampu membayar gaji standar yang diinginkan. Tetapi, bukan berarti hal itu bisa membuat Anda untuk bersimpati dan menerima penghasilan apa adanya. Namun, meski mundur dari pekerjaan yang ditawarkan, Anda harus tetap menjaga hubungan baik dengan mengirim email tanda terima kasih seusai wawancara.

Di luar semua upaya negosiasi gaji, tentunya Anda harus memiliki “rencana B” jika proses perekrutan tidak sesuai rencana. Salah satunya adalah dengan datang ke acara Qareer Carnival 2019 Jakarta tanggal 28-29 Juni 2019.

Acara ini akan menghadirkan 40 perusahaan dari berbagai industri, kalian bisa langsung berinteraksi dengan rekruter di acara ini. Daftar Qareer Carnival 2019 Jakarta sekarang juga sebelum terlambat.

Jadi, jika Anda gagal dalam negosiasi, Anda punya pilihan tempat kerja lain. –Qerja

Baca Juga : Lima Alasan Pekerja Resign Dari Pekerjaan Dengan Gaji Besar



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami