Masalah Keuangan Yang Dibahas Sebelum Menikah | Qerja

Lima Masalah Keuangan Yang Perlu Dibahas Sebelum Menikah

Eka Utami, 2 months ago
Lima Masalah Keuangan Yang Perlu Dibahas Sebelum Menikah

Menikah adalah keputusan besar dalam hidup. Pernikahan mempersatukan dua orang dengan kepribadian yang berbeda. Maka, kedua orang yang terlibat dalam pernikahan harus bisa saling kompromi.

Jika sebelum menikah, Anda bisa mengatur keuangan pribadi dengan bebas sesuai kebutuhan diri, tapi setelah mengikat janji urusan finansial harus diputuskan berdasarkan kepentingan bersama.

Untuk itu, Anda perlu menyamakan visi dan misi keuangan sebelum naik pelaminan. Berikut beberapa masalah keuangan yang perlu dibicarakan sebelum menikah.

Kebiasaan Pengelolaan Uang

Anda dan pasangan mungkin punya gaya hidup dan kebiasaan pengelolaan keuangan yang berbeda. Ada orang yang lebih santai dalam mengelola keuangan dengan membiarkan gaji mengalir begitu saja, dan  tidak punya perencanaan finansial yang pasti. Sementara, pasangan Anda mungkin terbiasa tertib mengatur keuangan, dan memiliki tabungan, dana darurat, sampai investasi.

Maka, Anda dan pasangan perlu membicarakan cara pengelolaan keuangan dan sudut pandang mengenai pengaturan finansial sebelum menikah. Siapa tahu, salah satu pasangan tidak nyaman untuk menambah utang baru, sehingga setiap pengeluaran di masa depan perlu diiskusi terlebih dahulu. Dengan begitu, masing-masing orang bisa menyesuaikan –dan memaklumi- kebiasaan pasangannya.

Tujuan Keuangan

Lima Masalah Keuangan yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah
Sumber: Pixabay

Mungkin Anda dan pasangan punya impian tertentu yang belum terwujud sampai mendekati hari pernikahan. Misalnya, Anda ingin melanjutkan sekolah, sementara pasangan mau berlibur ke luar negeri. Kedua impian tersebut harus didukung dengan dana yang cukup besar. Jika ingin mewujudkan keinginan setelah menikah, maka Anda dan pasangan harus saling memahami apabila masing-masing menyisihkan gaji untuk tujuan pribadi.

Sementara itu, Anda juga harus membicarakan tujuan keuangan bersama sebelum menikah. Sebagai contoh, apabila Anda dan pasangan ingin segera memiliki rumah sendiri, mungkin bisa membuka rekening bersama untuk mengumpulkan uang muka KPR. Catatannya, Anda perlu membuat skala prioritas untuk mendahulukan tujuan keuangan pribadi atau bersama.

Baca Juga: Bagaimana Menyiasati Keuangan Di Tanggal Tua

Utang

Setiap orang memiliki masa lalu, salah satunya yang berhubungan soal utang piutang. Masalah keuangan ini mungkin menjadi subjek yang tidak nyaman untuk dibicarakan, tetapi Anda harus tetap menghadapinya. Sebelum menikah, Anda dan pasangan harus jujur mengenai tanggungan utang masing-masing. Selain itu, Anda juga harus mengungkapkan kebiasaan konsumtif (atau kebutuhan produktif) yang menyebabkan utang.

Setelah berbicara mengenai utang, Anda akan tahu bagaimana kondisi finansial satu sama lain. Siapa tahu Anda mendapat temuan bahwa pasangan memiliki catatan skor kredit yang rendah. Hal ini berguna untuk menentukan keputusan mengambil pinjaman baru bersama di masa depan.

Rencana Memiliki Anak

Lima Masalah Keuangan yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah
Sumber: Pixabay

Anda dan pasangan juga perlu membicarakan rencana memiliki anak setelah menikah. Apakah Anda mau segera punya momongan atau mempunyai anak ketika keuangan terbilang ‘mapan’? Rencana ini akan mempengaruhi kebutuhan tabungan Anda. Penambahan anggota keluarga baru pasti menambah pengeluaran, mulai dari pengasuh, daycare, hingga biaya sekolah yang naik hingga 10 persen per tahun.

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan apakah istri bisa melanjutkan karir atau berhenti menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Dengan melanjutkan karir, artinya Anda dan pasangan harus menyiapkan pengeluaran lebih besar untuk pengasuh atau daycare. Pengeluaran itu dapat dipangkas jika istri berhenti bekerja, dengan risiko kehilangan salah satu sumber pendapatan yang stabil.

Rekening Bersama atau Terpisah?

Setelah memahami riwayat masing-masing, kini Anda perlu mendiskusikan bagaimana mengelola keuangan bersama di masa mendatang. Anda bisa memilih untuk menggabungkan penghasilan untuk dikelola bersama. Anda bisa saja membuat akun gabungan untuk pengeluaran bulanan, di mana setiap orang mesti berkontribusi dengan mentransfer gaji ke dalam rekening tersebut. Rekening bersama akan memudahkan pelacakan pemasukan dan pengeluaran keluarga.

Sementara itu, Anda juga bisa memilih pengelolaan keuangan mandiri, di mana penghasilan dipegang sendiri. Pada model pengelolaan uang ini, biasanya suami yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membayar tagihan, sementara gaji istri digunakan untuk menutup kekurangan.

Pembicaraan tentang keuangan sejak dini akan menghindarkan Anda dan pasangan dari masalah finansial setelah menikah. Ingat, masalah keuangan bisa saja jadi penyebab perpisahan yang tidak diinginkan pasangan menikah. Dengan diskusi, Anda dan pasangan mesti saling memahami agar bisa memilih keputusan finansial yang tepat. –Qerja

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Karyawan dengan Gaji di Bawah Rp 4 juta



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next