Cara Menghentikan Kebiasaan Belanja Berlebihan | Qerja

Shopaholic, Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Belanja Berlebihan!

Eka Utami, 8 months ago
Shopaholic, Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Belanja Berlebihan!

Shopaholic adalah istilah yang disematkan pada orang yang melakukan belanja kompulsif. Belanja kompulsif adalah pola pembelian berulang yang sulit dihentikan. Shopaholic juga sering dikaitkan dengan ganggunan mengontrol diri yang mirip dengan kecanduan.

Beberapa tanda shopaholic antara lain adalah berbelanja atas dorongan emosional. Namun, setelah berbelanja, seorang shopaholic bisa merasa malu atau bingung karena telah menghabiskan sejumlah uang. Ketika pengeluaran membengkak dan terjerat utang, shopaholic akan berani berbohong dan melakukan manipulasi.

Kita tidak mau terjebak menjadi shopaholic. Namun, jika Anda sudah mulai merasa tanda-tanda menjadi tukang belanja yang tidak bijak, maka ini waktunya untuk berhenti.

Jauhkan Diri dari Kartu Kredit

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang paling mudah bagi semua shopaholic. Dengan kartu tersebut, Anda tidak perlu punya uang sekarang untuk memenuhi nafsu belanja karena “lapar mata”. Kebiasaan belanja tersebut akhirnya akan membuat Anda terjerat dalam utang. Catatan utang dan riwayat pembayaran yang tidak stabil akan membuat skor kredit menjadi buruk, sehingga Anda kesulitan mengajukan pinjaman untuk keperluan yang lebih penting di masa mendatang.

Maka, shopaholic harus menjauhkan diri dari kartu kredit. Anda bisa menitipkan kartu pada kerabat yang dipercaya. Atau, sekalian saja merusak kartu kredit dengan cara memotongnya jadi dua. Meski sudah tidak memegang fisik kartu kredit, Anda bisa tetap membiarkan kartu aktif secara online untuk membayar tagihan.

Bayar Tunai

Shopaholic, Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Belanja
Sumber: Pixabay

Berdasarkan sejumlah penelitian, orang bisa menghabiskan uang dua kali lebih banyak untuk belanja barang saat menggunakan kartu kredit dibandingkan dengan pembayaran tunai. Jadi, solusi menghentikan ‘penyakit’ kecanduan belanja yang diderita para shopaholic yaitu meninggalkan semua kartu debit atau kredit , dan hanya membawa uang tunai saat berbelanja.

Ketika memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan dengan uang tunai, maka Anda akan mulai melakukan perencanaan sejak awal dan membawa uang sesuai kebutuhan. Setiap kali membayar,  transaksi akan terasa nyata. Anda akan menghitung setiap uang kembalian dan menimbang penggunaan uang yang tersisa.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Karyawan dengan Gaji di Bawah Rp 4 juta

Membuat Daftar Belanja

Seiring dengan kebiasaan belanja memnggunakan uang tunai, maka Anda akan ‘terpaksa’ membuat daftar belanja setiap kali pergi ke pusat perbelanjaan. Jadi, sebelum berangkat, Anda harus meluangkan waktu untuk menulis daftar barang yang ingin dan harus dibeli. Pada saat berbelanja, Anda harus mencoret setiap produk yang sudah diambil dan masuk ke dalam troli. Dengan demikian, waktu belanja Anda juga lebih efektif.

Memang, mengubah kebiasaan shopaholic dan menjadi orang yang tertib belanja bukan hal yang mudah. Mungkin Anda masih punya daftar barang yang ingin dimiliki. Anda bisa menulis daftar keinginan tersebut, menyusun strategi menabung untuk membeli satu demi satu barang dalam beberapa bulan. Jadi, Anda tidak akan langsung bangkrut dalam sekali belanja.

Berpikir Sebelum Membeli

Shopaholic, Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Belanja
Sumber: Rawpixel

Awal mula keinginan belanja impulsif muncul terjadi di alam bawah sadar. Ketika melihat sesuatu yang menarik, lalu langsung membelinya tanpa pikir panjang. Lalu, Anda akan menyesalinya setelah sampai di rumah karena memiliki barang yang memiliki fungsi sama. Meski salah, Anda akan mengulanginya beberapa kali sampai menjadi shopaholic.

Untuk mengatasi hal ini, Anda harus berusaha menahan diri dan berpikir sebelum membeli. Ketika melihat produk yang menarik, Anda harus memberi waktu setidaknya 30 menit sebelum melakukan pembayaran. Anda bisa berkeliling pusat perbelanjaan dulu, kemudian menimbang kembali apakah perlu kembali untuk ‘menjemput’ barang di toko sebelumnya. Atau, kalau perlu, Anda bisa menunggu sampai hari berikutnya sebelum memutuskan pembelian.

Blokir Iklan dan Situs Belanja

Aparan iklan bisa membuat seseorang belanja barang yang tidak perlu –dan akhirnya menjadi shopaholic-. Jadi, Anda harus menghentikan semua potensi iklan dari situs dan aplikasi belanja di komputer maupun ponsel. Caranya dengan masuk ke menu pengaturan browser, dan memblokir situs belanja di komputer. Anda juga perlu membersihkan cookie dan cache setiap pekan agar perusahaan tidak mengirim iklan ke komputer Anda.

Lebih jauh, Anda bisa berhenti berlangganan iklan produk yang masuk ke email. Kalau perlu, Anda harus mengurangi aplikasi belanja di ponsel. Sisakan aplikasi belanja yang bisa membantu Anda belanja bulanan atau membayar tagihan saja. Jika semua saluran online sudah ditutup, Anda harus mengurangi kebiasaan berkunjung ke pusat perbelanjaan dengan cara menlakukan kegiatan menarik lain seperti membaca buku, jalan-jalan ke taman, atau mengunjungi teman.

Jangan sampai hasil kerja Anda digunakan untuk belanja yang tidak perlu. Jadi, berhentilah jadi shopaholic dari sekarang! –Qerja

Baca Juga: Lima Profesi Yang Dibayar Untuk Belanja



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next