Profil Empat Startup Unicorn Indonesia | Qerja

Inilah Profil Empat Perusahaan Startup Unicorn Indonesia

Eka Utami, 4 months ago
Inilah Profil Empat Perusahaan Startup Unicorn Indonesia

Istilah “unicorn” di dunia startup digunakan untuk menggambarkan perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 14 triliun). Valuasi merupakan nilai bisnis dari satu perusahaan. Valuasi perusahaan rintisan bisa dihitung dengan pendekatan modal yang ditanam, investor, kekuatan produk, hingga kredibilitas founder.

Awal 2019 lalu, istilah startup unicorn sempat populer setelah disebut-sebut dalam debat presiden. Kini, startup unicorn kembali menjadi perbincangan masyarakat ketika sejumlah media ramai-ramai menulis tentang daftar investor yang menyuntikkan dana ke perusahaan rintisan Indonesia.

Berikut empat startup Indonesia yang telah menyandang gelar unicorn.

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek)

Empat Startup Unicorn Indonesia
Sumber: Gojek.com

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa didirikan tahun 2010 oleh Nadiem Makarim. Awalnya, Gojek hanyalah layanan ojek sepeda motor dan kurir yang bisa dipanggil dengan menghubungi call center. Pada 2015, Gojek mulai meluncurkan aplikasi dengan layanan ojek (GoRide), pengiriman (GoSend), dan belanja (GoMart). Sekarang, kita bisa menikmati berbagai layanan Gojek lainnya, termasuk pemesanan makanan, message, jasa bersih-bersih rumah, hingga beli pulsa.

Menurut catatan Katadata, Gojek sudah mendapat 11 seri pendanaan. Penggalangan dana pertama dilakukan pada 2014, dan perusahaan berhasil menggaet Openspace Ventures dan Capikris Foundation sebagai investor, namun nilai investasi tidak diumumkan.

Pada 2019, Gojek kembali menggelar penggalangan dana, dan berhasil menghimpun US$ 1 miliar dari beberapa investor seperti Astra Internasional, Tencent Holdings, JD.com, dan Google. Kini, Gojek telah menjadi startup decacorn, yaitu startup dengan valuasi di atas US$ 10 miliar.

PT Tokopedia (Tokopedia)

Pada 6 Februari 2009, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison mendirikan Tokopedia yang bergerak di bidang e-commerce marketplace. Melalui platform ini, setiap individu atau pemilik usaha bisa membuka toko online.

Belum sampai satu tahun, akumulasi perputaran transaksi uang di Tokopedia sudah menembus angka Rp 1 miliar. Hal tersebut menarik minat investor untuk menanamkan modal di Tokopedia.

Setelah pencapaian yang diraih pada 2010, Tokopedia berhasil menghimpun dana dari East Ventures yang berbasis di Singapura. Seiring persaingan bisnis e-commerce di tahun 2014, Tokopedia mendapat pendanaan besar dari Softbank Telecom Corp, Sequoia Capital, dan Softbank Ventures Korea sekitar Rp 1,4 triliun.

Pada waktu yang sama, Tokopedia meraih status Unicorn. Pada 2018, Tokopedia mendapat suntikan dana baru dari Alibaba Group dan Softbank Vision Fund sebesar US$ 1,1 miliar sehingga valuasi bisnis naik ke angka US$ 7 miliar.

Baca Juga: Kandidat seperti Apa yang Dicari Perusahaan Startup?

PT Trinusa Travelindo (Traveloka)

Mulanya, pendiri Traveloka Ferry Unardi berniat mengembangkan sebuah mesin pencari tiket pesawat. Pada 2012, Ferry bersama Derianto Kusuma dan Albert membuat Traveloka sebagai situs pencari dan pembanding tiket pesawat saja.

Namun, melihat kebutuhan dan permintaan masyarakat, pada pertengahan 2013, Traveloka berubah menjadi situs pemesanan tiket pesawat. Saat ini, Traveloka telah menjelma menjadi perusahaan travel online yang melayani pemesanan tiket pesawat, kereta, bus, hingga booking hotel.

Pada tahun-tahun pertama berdiri, Traveloka sudah mendapat pendanaan dari East Ventures, dan Rocket Internet melalui Global Founder Capital. Pada 2017, Expedia menggelontorkan dana untuk Traveloka, sehingga valuasi startup travel tersebut tembus US$ 1 miliar. Maka,  Traveloka adalah startup yang mendapat status unicorn dalam waktu hanya lima tahun setelah berdiri. Menurut Katadata, valuasi Traveloka telah mencapai US$ 4 miliar.

PT Bukalapak.com (Bukalapak)

Ide pendirian Bukalapak.com  muncul karena Achmad Zaky melihat aktivitas warga dunia maya di media sosial yang berputar pada kegiatan konsumtif. Sementara pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah belum melek manajemen dan pemasaran yang baik, apalagi teknologi.

Maka, ia dan Nugroho Herucahyono merintis startup Bukalapak.com pada akhir 2009, dan berharap platform ini bisa bermanfaat untuk orang banyak. Setahun berselang, Bukalapak.com sudah diramaikan oleh 10 ribu pelaku UMKM.

Kesuksesan Bukalapak.com menarik minat Softbank Corp dari Jepang dan Sequoia dari Amerika Serikat untuk ikut menanamkan modal. Investor memberi modal 15 persen, tapi pengelolaan tetap dilakukan oleh Zaky dan Nugroho. Bukalapak.com pun berkembang dan berhasil mendapatkan dana dari investor lainnya sehingga bisa menjadi startup unicorn pada 2018.

Berdasarkan catatan Kumparan.com, beberapa investor di balik kesuksesan Bukalapak.com antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Batavia Incubator, GREE Ventures, hingga Naver Corp.

Demikian empat startup yang berkedudukan di Indonesia yang telah menyandang status unicorn. Melihat perkembangan perusahaan rintisan yang semakin cerah, bukan tidak mungkin jika dalam waktu dekat startup lainnya bisa menyandang status unicorn juga. –Qerja

Baca Juga: Perusahaan Startup Unicorn, Sudah Sampai Sejauh Mana di Indonesia?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next