Enam Strategi Membeli Rumah di Usia Muda | Qerja

Enam Strategi Membeli Rumah di Usia Muda

Eka Utami, 1 week ago
Enam Strategi Membeli Rumah di Usia Muda

Membeli rumah di usia muda bukan lagi sebuah impian yang tak terjangkau. Generasi masa kini bisa mulai berinvestasi properti sejak usia 20-an. Selain menabung uang untuk membayar uang muka, Anda juga perlu tahu tips dan trik lainnya untuk mendapatkan hunian dengan harga yang sesuai gaji awal di perusahaan. Berikut ini strategi yang bisa kamu lakukan agar bisa membeli rumah di usia muda.

Menentukan Tujuan Keuangan

Strategi membeli rumah di usia muda yang pertama mesti dimulai dengan mementukan tujuan keuangan. Anda harus tahu berapa harga rumah yang diinginkan agar bisa memperkirakan nominal uang yang harus dikumpulkan dan jangka waktu menabung. Realistis saja. Dengan gaji yang sekarang sekitar Rp 4 juta atau Rp 5 juta, Anda baru bisa menjangkau rumah sederhana di pinggiran kota atau rumah bersubsidi.

Sebagai gambaran, harga rumah minimalis di kawasan penyangga Jakarta di situs Rumah.com berkisar Rp 260 juta. Sementara, menurut catatan Kompas.com, harga rumah bersubsidi di Jabodetabek tahun 2019 sebesar Rp 158 juta, dan nilainya akan naik menjadi Rp 168 juta di tahun 2020. Salah satu syarat untuk membeli rumah bersubsidi tapak adalah gaji maksimal Rp 4 juta, dan bagi mereka yang berniat membeli unit rusun, batas atas penghasilannya Rp 7 juta. Namun, berdasarkan laporan Detik.com, pemerintah sedang mengkaji skema baru rumah subsidi, di mana batasan gaji akan dinaikkan menjadi Rp 8 juta.

Menabung

Strategi Membeli Rumah di Usia Muda
Sumber: Pixabay

Setelah punya bayangan tujuan keuangan, kini Anda bisa menetapkan target untuk mengumpulkan uang muka sebagai tanda jadi membeli rumah. Down Payment (DP) yang mesti Anda bayar biasanya 20 persen dari harga rumah. Jadi, bila Anda mengincar rumah sederhana di kawasan penyangga seharga Rp 250 juta, maka harus menabung uang muka hingga Rp 50 juta. Tapi, Anda tidak boleh lupa untuk menghitung potensi kenaikan harga properti per tahun.

Jika Anda sudah bertekad ingin membeli rumah di usia muda, maka mulailah menabung sebesar 30 persen gaji agar membiasakan diri untuk membayar cicilan rumah setelah akad kelak. Jadi, buat Anda yang punya penghasilan Rp 5 juta, maka harus menabung Rp 1,5 juta sebulan. Jika disiplin, Anda bisa mengumpulkan Rp 50 juta dalam waktu kurang dari 3 tahun. Mengingat adanya inflasi properti, dan biaya-biaya lain yang harus dibayar saat membeli rumah, maka Anda perlu memperpanjang waktu menabung atau menambah nminal uang yang disisihkan.

Investasi

Agar impian membeli rumah di usia muda lebih cepat terwujud, maka Anda juga perlu berinvestasi disamping menabung. Dengan berinvestasi, maka pertambahan nilai uang Anda bisa lebih tinggi dibandingkan jika hanya menyimpan uang dalam rekening tabungan.

Salah satu instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan adalah emas. Anda bisa membuat strategi untuk menabung sampai nominal tertentu sehingga mampu membeli emas seberat 10 gram atau lebih. Selain itu, Anda juga bisa memilih strategi investasi lain dengan menaruh uang di rekening deposito atau menanamkannya di reksadana.

Baca Juga: Lima Keuntungan Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Menggunakan DP

Berhemat

Hidup di kota besar dengan gaji yang sudah dipotong 30 persen untuk menggapai impian membeli rumah di usia muda memang tidak mudah. Maka, Anda harus hidup lebih sederhana dan menghemat pengeluaran sebanyak mungkin.

Strategi memangkas pos pengeluaran yang bisa Anda lakukan adalah dengan memotong biaya hiburan seperti nonton film di bioskop pada akhir pekan, atau nongkrong dan ngopi di kafe. Selain itu, Anda juga bisa menghemat biaya sewa rumah jika masih bisa tinggal bersama orangtua atau kerabat yang lokasinya dekat dengan kantor. Selain itu, Anda pun dapat mengurangi biaya perjalanan dengan menggunakan transportasi massal.

Kerja Sampingan

Selain dari gaji, Anda juga bisa menambah pundi-pundi tabungan rumah dengan kerja sampingan. Anda dapat menjadi freelancer di luar pekerjaan utama dengan menjadi penulis lepas, jualan online, dan sebagainya.

Sebagai catatan, kerja sampingan Anda haruslah kegiatan yang bisa dilakukan di luar jam kerja. Jangan sampai pekerjaan kedua malah mengganggu tugas utama. Jika tidak mampu membagi waktu dengan baik, Anda tekuni saja pekerjaan utama, berusaha naik level lebih cepat sehingga penghasilan pun meningkat.

Pilih KPR yang Tepat

Strategi Membeli Rumah di Usia Muda
Sumber: Pixabay

Jika tabungan sudah hampir mencapai target, mulailah mencari bank yang menyediakan program KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang sesuai untuk Anda. Kumpulkan informasi mengenai syarat dan ketentuan KPR di berbagai bank. Lalu pilih bank yang mau menerima pemohon seperti Anda dengan penghasilan masih terbilang rendah atau sedang. Lalu, pilih tenor 15-20 tahun sehingga tidak memberatkan cicilan di masa mendatang.

Anda juga bisa mencari tahu tentang bank pelaksana program perumahan dari pemerintah yang menawarkan KPR terjangkau. Anda bisa mencoba mengulik program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), program yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah dari sektor informal. Menurut situs Kontan.co.id, syarat dari pembiayaan ini antara lain pemohon harus memiliki dana 5 persen dari total harga rumah dengan cara menabung di bank pelaksana. Pemohon yang dinilai layak akan mendapatkan subsidi dari pemerintah dengan besaran mencapai 38,8 persen harga rumah atau maksimal senilai Rp 32,4 juta, dan sisanya melalui kredit pembiayaan.

Dengan enam strategi di atas, maka impian membeli rumah di usia muda sudah semakin mendekati kenyataan. Jika mulai menabung sejak awal 20-an, maka Anda bisa memiliki rumah sendiri sebelum usia 30 tahun. Pada usia tersebut, mungkin Anda belum memerlukan rumah untuk ditinggali bersama keluarga. Tetapi, setidaknya Anda sudah punya properti sebagai salah satu aset dan instrumen investasi. –Qerja

Baca Juga: Strategi Jitu Menabung DP Rumah Untuk Pekerja Kantoran



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next