Mengenang Sosok BJ Habibie, Presiden Ke-3 RI | Qerja

Mengenang Sosok BJ Habibie, Presiden Ke-3 Republik Indonesia

Riyan Sugandy, 6 days ago
Mengenang Sosok BJ Habibie, Presiden Ke-3 Republik Indonesia

Indonesia sedang berduka saat ini, karena salah satu putra terbaiknya sudah berpulang. Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dunia pada tanggal 11 September 2019 setelah sebelumnya dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

Tentunya kehilangan sosok beliau menjadi sebuah kehilangan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Terlebih lagi hingga saat ini memang tidak ada sosok seperti beliau yang mampu mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk kemajuan Indonesia.

Sosok Yang Sederhana dan Cerdas

bj habibie presiden ke-3 ri
sumber : idntimes.com

BJ Habibie dikenal sebagai sosok yang sederhana dan sangat cerdas bahkan dari usia mudanya. Dia dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 26 Juni 1936.

Setelah menghabiskan masa pendidikannya di Pare-pare, dia kemudian pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan atas. Lulus dari Bandung, beliau kemudian sekolah ke RWTH Aachen University di Jerman untuk belajar mengenai teknik penerbangan.

Beliau lulus tahun 1960 dengan gelar Diplom-Ingenieur,  kemudian di tahun 1965 mendapatkan gelar Doktoingenieur  dari universitas yang sama. Setelah lulus, beliau akhirnya mendapatkan pekerjaan di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan pembuat pesawat asal Jerman. Di sana dia mengembangkan teori yang melambungkan namanya seperti Habibie Theory, Habibie Theorem dan juga Habibie Factor.

Walaupun sangat cerdas, seluruh pendidikan yang ditempuhnya tidak berasal dari jalur beasiswa. Tetapi dari biaya pribadi yang berasal dari ibu beliau. Sehingga terkadang beliau harus hidup hemat karena kekurangan dana ketika masih belajar.

Masuk Di Pemerintahan

bj habibie presiden ke-3 RI
sumber : kumparan.com

Reputasi BJ Habibie di dunia penerbangan yang semakin menanjak di tahun 70an membuat dia didengar oleh Pemerintah RI. Presiden Suharto pada masa itu memintanya untuk kembali ke Indonesia.

Beliau memegang posisi strategis sebagai Direktur dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada tahun 1976. Kemudian dua tahun kemudian ditunjuk sebagai Menristek.

Posisi tersebut diembannya selama lebih dari 20 tahun di empat kabinet Pemerintahan di era Presiden Suharto. Pada tahun 1998, dia didaulat menjadi wakil Presiden ketujuh.

Hanya dalam waktu dua bulan, beliau langsung menjabat sebagai Presiden menggantikan Presiden Suharto yang mengundurkan diri pada masa tersebut. Jabatan sebagai Presiden ketiga Republik Indonesia memang terbilang cukup singat, tetapi berhasil membawa beberapa perubahan pemerintah yang lebih demokratis.

Walaupun begitu, karena kedekatannya dengan Pemerintah Order Baru dan lepasnya Provinsi Timor Timur membuat MPR tidak menerima laporan pertanggungjawaban beliau. Kemudian pada tanggal 20 Oktober 1999, beliau resmi lengser sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-3 dan digantikan oleh KH Abdurahman Wahid.

Masa Pensiun dan Kembali Ke Jerman

sumber : bantennews.co.id
sumber : bantennews.co.id

Setelah lengser sebagai Presiden, BJ Habibie lebih banyak menghabiskan waktunya di Jerman sambil sesekali kembali ke Indonesia. Alasan utamanya adalah untuk memberikan pengobatan kepada istrinya, Hasri Ainun Besari.

Beliau sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dan lebih berfokus kepada penyembuhan istrinya. Selain itu dia juga mendirikan the Habibie Center, sebuah lembaga yang berfokus kepada pengembangan iptek dan sumber daya manusia di Indonesia.

Terkadang sesekali beliau masih muncul sebagai pembicara di media untuk berbagi informasi dan juga motivasi bagi generasi yang lebih muda. Tentunya kehilangan sosok BJ Habibie tentunya merupakan sebuah kehilangan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Terima kasih, Pak Habibie!

Baca Juga : Kegiatan SBY Pasca Kepresidenan: Tidak Sekadar Ngetweet



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next