Lima Tips Menghadapi Exit Interview Di Kantor | Qerja

Lima Tips Menghadapi Exit Interview Di Kantor

Eka Utami, 1 year ago
Lima Tips Menghadapi Exit Interview Di Kantor

Setiap karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan biasanya akan diminta menghadiri exit interview oleh HRD. Pada exit interview, karyawan yang sudah resign akan diminta mengisi beberapa dokumen dan terlibat sesi tanya jawab dengan seeorang dari bagian sumber daya manusia. Karyawan akan ditanya tentang alasan keluar dari perusahaan hingga diminta memberikan saran tentang pekerjaan yang ditinggalkan.

Bagi sebagian orang, exit interview merupakan sesuatu yang membebani. Apalagi jika karyawan mengundurkan diri dengan alasan yang kurang baik. Maka, exit interview malah dimanfaatkan untuk mengungkapkan kekesalan yang terpendam sejak lama.

Namun, Anda harus bersikap lebih bijaksana. Jadikan exit interview sebagai kesempatan untuk memberikan kesan terakhir yang baik. Berikut beberapa tips menghadapi exit interview.

Melampiaskan Emosi Sebelum Exit interview

Tips Menghadapi Exit interview
Sumber: Pixabay

Jika Anda mengundurkan diri dengan alasan negatif, seperti atasan yang tidak adil, gaji yang tak kunjung naik, atau bahkan pelecehan di tempat kerja, maka ungkapkan kekesalan tersebut sebelum exit interview. Anda bisa mencerita segala pengalaman buruk tersebut pada teman, keluarga, atau konselor karier.

Lawan bicara yang baik akan mendengarkan dan melihat masalah dengan lebih jernih. Kemudian, mereka akan memberikan pendapat dan menggambarkan skenario jika Anda meluapkan amarah saat exit interview dan membuat situasi semakin buruk. Pada akhirnya, mereka bisa memberikan saran tentang penyampaian emosi yang Anda rasakan selama ini sebagai sebuah kritik membangun untuk perusahaan yag lebih baik.

Mempersiapkan Diri

Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi exit interview seakan hendak mengikuti wawancara kerja pertama. Anda harus tahu hal-hal apa yang mesti disampaikan. Jangan lupa untuk menyusun kata-kata dan membingkai opini dengan baik. Kalau perlu, Anda bisa berlatih berbicara sebelum bertemu pewawancara seperti saat proses seleksi kerja dahulu.

Setiap saran yang Anda sampaikan adalah kebaikan karyawan lain yang masih bekerja di perusahaan. Jika perusahaan mendengarkan saran dan kritik dengan memperbaharui sistem di dalam organisasi, maka Anda akan diingat sebagi orang yang berpengaruh nyata dalam membuat perubahan.

Baca Juga: 5 Hal Terlarang Saat Mengundurkan Diri

Fokus pada Hal Positif

Kritik yang terlalu tajam akan membuat Anda tampak seperti hendak menjelekkan perusahaan atau seseorang. Tetapi, Anda juga tetap bisa mengungkapkan beberapa kekrangan perusahaan agar mereka bisa berbenah. Misalnya, Anda dapat menyebut alasan pindah kerja karena tawaran gaji yang lebih tinggi di perusahaan lain. Hal tersebut bisa jadi masukan untuk menaikkan standar gaji karyawan agar setara dengan perusahaan lainnya.

Selain itu, Anda bisa menyebutkan beberapa sisi positif perusahaan. Sebagai contoh, Anda dapat menyebutkan hal yang disukai tentang pekerjaan, pelajaran yang dapat dipetik selama bekerja, dan pengalaman berharga untuk kemajuan karir di masa mendatang.

Memberikan Data Akurat

Tips Menghadapi Exit interview
Sumber: Pixabay

Setiap pernyataan yang Anda sampaikan pada exit interview mesti didukung dengan data yang akurat. Ketika mengeluhkan gaji dari perusahaan yang terbilang kecil, maka tunjukkan fakta besaran penghasilan reta-rata yang bisa diperoleh tenaga ahli seperti Anda. Atau, bila alasan resign karena Anda merasa “terjebak” dalam karir, maka sertakan bukti kesulitan mendapat promosi, organisasi yang gemuk, dan sebagainya.

Perusahaan akan menghargai data dan fakta yang Anda berikan. Mereka bisa menggunakannya untuk mengambil kebijakan yang tepat di masa mendatang.

Buat “Exit interview” Informal

Anda bisa membuat “exit interview” sendiri dengan atasan langsung atau rekan kerja. Anda bisa menyampaikan segala keluhan dalam suasana yang lebih santai. Pada situasi seperti itu, kritik Anda tidak terasa seperti hendak menjatuhkan pihak lain.

Pada saat terlibat pembicaraan dengan atasan, Anda juga dapat melontarkan ide-ide praktis untuk membuat perubahan. Jadi, manajer bisa membuat kebijakan untuk lingkungan kerja yang lebih baik berdasarkan pengalaman Anda sebagai mantan karyawan.

Jadikan exit interview sebagai kesempatan diskusi jujur tentang pekerjaan yang Anda tinggalkan. Bagaimana pun, Anda masuk perusahaan dengan cara yang baik. Maka usahakan untuk meninggalkan tempat kerja dengan cara yang berkesan pula. –Qerja

Baca Juga: Apa Alasan Terbaik Untuk Resign Dari Kantor ?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next