Daftar Kekayaan Pimpinan DPR Periode 2019-2024 | Qerja

Inilah Daftar Harta Kekayaan Pimpinan DPR Periode 2019-2024

Eka Utami, 1 week ago
Inilah Daftar Harta Kekayaan Pimpinan DPR Periode 2019-2024

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 telah terpilih. Sebagian dari mereka adalah wajah-wajah yang sudah kita kenal di dunia politik dan bisnis. Sementara yang lainnya sebenarnya politisi senior yang baru muncul ke permukaan.

Sebagai masyarakat, kita tentu ingin mengenal profil dari orang-orang yang duduk di parlemen. Mereka bertanggungjawab dalam pembuatan aturan yang akan berdampak pada hajat hidup orang banyak. Selain latar belakang dan rekam jejak, kita juga inin mengetahui harta kekayaan mereka.

Berikut sekilas profil beserta keterangan harta kekayaan pimpinan DPR yang dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Puan Maharani

Puan Maharani adalah putri dari Ketua MPR ke-12 Taufik Kiemas dan Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri. Sebelum menjadi ketua DPR tahun 2019-2024, Sebelum menjadi Ketua DPR, Puan sudah malang melintang di dunia politik sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia pernah menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, 2009-2014 dan Ketua DPP PDI  Perjuangan Politik dan Hubungan Antarlembaga, 2010-2015. Pada 2014-2019, Puan menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Selama berkarier di dunia politik, Puan tentu saja mendapat penghasilan dan mengumpulkan kekayaan. Sumber pendapatannya antara lain dari gaji sebagai anggota DPR sebesar Rp 15,5 juta, tunjangan Rp 9,7 juta, dan fasilitas lainnya. Selain itu, saat menjabat sebagai menteri negara, Puan juga memperoleh gaji Rp 5,04 juta, dan tunjangan Rp 13,68 juta.

Menurut LHKPN, harta kekayaan Puan yaitu Rp 363.790.695.900. Dari kekayaan tersebut, Puan memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 148.864.872.900, alat transportasi mesin senilai Rp 1.530.000.000, harta bergerak Rp 5.000.000.000, surat berharga Rp  208.539.227.290, dan kas senilai Rp 49.556.710.684. Data tersebut dilaporkan saat Puan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar dikenal sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa. Ia berhasil masuk parlemen sejak 1999. Sepanjang perjalanan karier di DPR, Muhaimin pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR periode 1999-2004 dan 2004-2009. Ia juga pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selama menjadi pejabat negara, Muhaimin tentu mendapat gaji sebagai penghargaan atas dedikasinya. Berdasarkan catatan Tempo.co pada 2011, total gaji dan tunjangan menteri negara saat itu sebesar Rp 18.648.000. Belum lagi penghasilan Muhaimin yang didapat dan dihimpun dari gaji dan tunjangan jabatan lainnya.

Maka, pada 2019, Muhaimin sudah memiliki harta senilai Rp 14.438.668.348. Ia punya tanah dan bangunan di Jakarta senilai Rp 12.386.000.000. Selain itu, Muhaimin juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 980.000.000, harta bergerak Rp 95.000.000 dan kas  senilai Rp 977.668.348.

Baca Juga: Berapa Gaji Anggota DPR Periode 2019-2024? Cek Di Sini!

Rachmat Gobel

Inilah Daftar Kekayaan Pimpinan DPR
Sumber: Partainasdem.id

Rachmat Gobel adalah putra kelima dari pengusaha Thayeb Mohammad Gobel, pendiri National Gobel Group. Ia adalah komisaris utama di perusahaan yang dibangun ayahnya yang kini bernama Panasonic Gobel Group. Selain menjadi pengusaha, Rachmat juga aktif dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Sebelum menjadi wakil ketua DPR 2019-2024 dari Partai Nasional Demokrat, Rachmat juga pernah menjadi pejabat negara sebagai Menteri Perdagangan pada 2014 sampai reshuffle kabinet pada 2015.

Kekayaan Rachmat tentu saja didapat dari hasil usaha. Ia pernah masuk ke dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia tahun 2018 menurut versi Globe Asia. Media tersebut mencatat kekayaan Rachmat mencapai US$ 260 juta  (sekitar Rp 3,690 triliun).

Berdasarkan data LHKPN, harta Rachmat yang dilaporkan mencapai Rp 418.984.645.538. Ia memiliki tanah dan bangunan yang ada di Jakarta hingga Melbourne, Australia dengan nilai mencapai Rp155,18 miliar. Selain itu, ia juga memiliki mobil Toyota Century senilai Rp 800 juta. Sementara untuk harta bergerak yang dilaporkan sebesar Rp 40,99 miliar, surat berharga Rp225,76 miliar, dan kas Rp131,9 miliar.

Sufmi Dasco Ahmad

Kali ini, Partai Gerindra tidak menunjuk Fadli Zon lagi untuk menjadi salah satu pimpinan DPR. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjuk Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjadi Wakil Ketua DPR periode 2019-2024. Sebelum menjadi politisi, Sufmi Dasco Ahmad adalah seorang pebisnis. Ia pernah menjadi Direktur dan Direktur Utama di PT Pasopati Indorisk, PT Omerta Cipta Securita dan PT Randika Dwa Perkasa.

Dikutip dari LHKPN, total kekayaan Sufmi mencapai Rp 32.196.441.418. Ia memiliki tanah dan bangunan di Jakarta dan Tangerang. Total luas tanah yang dikuasai Sufmi sebesar  1.575 meter persegi. Nilai dari tanah dan bangunan yang ia miliki sebesar Rp 19,298 miliar.

Selain itu, Sufmi juga punya alat transportasi dan mesin dengan nilai sebesar Rp 3,5 miliar. Sementara harta bergerak yang dimiliki sebesar Rp 294,239 juta, surat berharga senilai Rp 600 juta, dan kas sebesar Rp 8.503.673.518.

Azis Syamsuddin

Sebelum terjun ke dunia politik, Aziz Syamsuddin pernah bekerja sebagai konsultan di American International Assurance (AIA), Officer Development Programme di Bank Panin sebagai, dan bergabung dengan firma hukum Gani Djemat & Partners. Ia masuk parlemen sejak 2014 dengan kendaraan politik Partai Golkar. Di DPR, Aziz menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III.

Pada Maret 2019, Azis melaporkan kekayaannya sebagai anggota DPR. Ternyata, ia sudah memiliki harta senilai Rp95.061.154.723. Aziz  memiliki tujuh bidang dan bangunan senilai Rp 89.492.201.000. Tanah yang ia punya tersebar di Jakarta Selatan dan Bandar Lampung.

Selain itu, Aziz  punya tiga mobil dan dua motor senilai Rp 1.947.000.000. Adapun harta bergerak lainnya senilai Rp 235,5 juta serta kas dan setara kas Rp 3.790.721.723.

Dengan adanya publikasi kekayaan pejabat negara, maka masyarakat bisa ikut memantau jika terjadi penggelembungan harta saat seseorang menduduki posisi penting. Harapannya, para politisi bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. –Qerja

Baca Juga: Berapa Gaji Setya Novanto Sebagai Ketua DPR RI?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next