Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Kesehatan | Qerja

Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Eka Utami, 2 months ago
Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Vape atau rokok elektrik adalah perangkat yang dioperasikan dengan baterai yang menghasilkan uap nikotin ketika dihirup. Vape berbentuk tabung panjang menyerupai rokok, cerutu, pipa, atau pena. Vape dianggap sebagai pengganti rokok konvensional karena memberikan sensasi yang mirip dengan menghirup asap tembakau.

Rokok elektrik ini diciptakan oleh apoteker asal Cina, Hon Lik pada 2003. Perusahaan tempat Hon Lik bekerja, Golden Dragon Holding mulai mengekspor vape ke seluruh dunia sejak 2005. Kini, vape sudah terkenal di kalangan masyarakat, khususnya anak muda. Berikut ulasan mengenai vape.

Cara Kerja Vape

Bagian utama vape adalah tabung berisi cairan yang disebut e-liquid atau e-juice. Cairan tersebut dibuat dari ekstrak nikotin yang dicampur dengan propilen glikol –yang biasa digunakan dalam inhaler, yang berfungsi  memproduksi uap air-. Kandungan nikotin yang dimasukkan ke dalam cartridge bisa bervariasi dari 0-100 miligram per mililiter. Selain itu, e-liquid juga biasa ditambah perasa seperti mentol, buah-buahan, hingga rasa khas dari rokok tradisional merk tertentu.

Kemudian, ada elemen untuk memanaskan cairan agar menjadi uap yang dapat dihirup. Untuk mengaktifkan pemanas tersebut, maka vape juga dilengkapi sensor yang bekerja saat pengguna mengisap rokok elektrik tersebut. Selain itu, ada pula baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang sebagai sumber energi untuk memastikan semua sistem bekerja.

Jadi, ketika pengguna mengisap vape, maka sensor akan langsung mengaktifkan elemen pemanas yang menguapkan cairan dalam cartridge. Uap tersebut mengandung berbagai zat kimia yang langsung masuk ke mulut pengguna.

Baca Juga: Lima Orang Terkaya Indonesia dari Industri Rokok

Vape vs Rokok Tembakau

Mengenal Vape dan Efeknya Bagi Kesehatan
Sumber: Pixabay

Rokok jelas-jelas mengandung tembakau kering yang dibungkus dengan kertas. Rokok mengandung bahan kimia berbahaya seperti asetaldehida, aseton, arsenik, acrolein, amonia, benzene, kadmium, kromium, formaldehida, nitrosamines, toluene, nikotin, tar, dan karbon monoksida. Zat-zat tersebut bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker, asma, tekanan darah tinggi, hingga merusak otak, ginjal, hati, paru-paru, sistem pencernaan, dan kulit.

Sementara itu, vape tidak mengandung tembakau, tapi ada nikotin yang merupakan zat adiktif yang juga ada dalam tembakau. Setidaknya ada dua bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok dan vape, yaitu nikotin yang menyebabkan gangguan pada ibu hamil dan janin, serta formaldehida yang menyebabkan kanker. Selain itu vape juga mengandung volatile organic compounds (VOC) penyebab sakit kepala, mual, dan berpotensi merusak hati, ginjal, serta sistem saraf, serta diasetil dalam perasa yang sering dikaitkan dengan penyakit paru-paru.

Jadi, meski awalnya vape diciptakan untuk membantu orang-orang berhenti merokok, namun bukan berarti vape tidak lebih berbahaya dari rokok.

Risiko Vape bagi Kesehatan

Berdasarkan kandungan bahan kimia yang terkandung di dalamnya, maka vape juga berisiko bagi kesehatan. Nikotin pada vape bisa berdampak negatif pada perkembangan otak remaja, menyebabkan ketagihan, tekanan darah tinggi, dan mengganggu perkembangan janin. Sementara diastil bisa menyebabkan munculnya penyakit paru-paru, dan formaldehida adalah zat yang dapat memicul sel-sel kanker.

Selain itu, vape juga tidak hanya membahayakan pengguna, tapi juga dapat mencemari lingkungan. Uap yang dihasilkan vape mengandung berbagai zat kimia berbahaya. Cairan vape juga dapat menyebabkan keracunan jika ditelan, dihirup atau terserap lewat kulit dan mata.

Lebih lanjut, vape juga menyimpan bahaya tak terduga karena rawan meledak. Penyebab ledakan antara lain karena pemakaian terlalu sering, membiarkan baterai terhubung ke listrik meski sudah penuh, sehingga rokok elektrik kepanasan. Ledakan vape dapat terjadi saat rokok elektrik tersebut disimpan di saku celana, tanpa peringatan, tanpa tanda-tanda.

Lantas, apakah vape adalah pilihan bijak untuk mengatasi kecanduan pada rokok? Sebaiknya Anda berpikir ulang. –Qerja

Baca Juga: Begini Cara Perusahaan Jepang Hentikan Kebiasaan Buruk Pegawai Perokok



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next