Dari Retail ke Properti: Menelusuri Perjalanan Karir Frances Jaclyn Halim

Oleh Steffi Teowira, 6 years ago
Mungkin waktu saya di Metrox. Saat itu event yang saya selenggarakan untuk Rimowa di Pacific Place risikonya sangat besar karena I have to do it big, tapi tidak bisa saya lakukan di atrium. Selain itu budget-nya tinggi dan tidak di-approve oleh perusahaan, jadi saya mencari sponsor sendiri. But I did it.

Menurut Anda, apa titik balik di perjalanan karier Anda, yang membawa Anda sampai ke posisi sebagai GM di Agung Podomoro?
Titik baliknya mungkin di Metrox karena di Metrox saya harus merepresentasikan perusahaan dan brand. Saya harus keluar dan bilang, look, this is what I have. Saya diberikan kepercayaan dari Metrox untuk go to the front dan merepresentasikan perusahaan. Saya dikenal dan bertemu banyak orang, saya bertemu banyak media dan orang-orang dari bermacam-macam brand.

Apa kesalahan terbesar yang pernah Anda lakukan?
Ya, ini mungkin lebih ke kelalaian. Dulu waktu saya di (X)S.M.L, kita punya 11 toko. Creative work yang harus di-post di Kompas seharusnya 12 toko, karena sudah buka satu lagi, tapi di Kompas cuma tertulis 11 toko. Itu kesalahan saya. Saya bisa saja bilang ini bukan salah saya, tapi nanti kredibilitas saya terkompromi. Saya lebih memilih untuk bilang ke bos kalau ini adalah kesalahan saya. Akhirnya juga nggak dimarahi, hanya dinasehati supaya nggak terulang lagi. Daripada saya melempar kesalahan, lebih baik just be frank.

Bagaimana dengan prestasi? Apakah ada yang paling Anda banggakan?
Saya sangat suka aktivitas marketing yang saya lakukan untuk Timberland. Satu tahun terakhir ini, saya handle aktivitas untuk Timberland dan kita dapat ranking pertama, baik untuk CM, aktivitas, social media engagement, dan semua event lainnya untuk Timberland.

Apa hal yang bisa membuat orang dapat bertahan dan sukses bekerja di bidang marketing?
Kamu harus kreatif dan juga harus mengejar passion. Kalau kamu bekerja dari hati dengan passion, kamu bisa melakukan apa saja. Jika kamu punya passion, kamu bisa multitask. You can work it out. Jika kamu tidak ingin bekerja untuk orang dan membangun bisnis sendiri, it’s fine, asal kamu punya partner sendiri. Kamu harus merasakan dulu karakter orang di luar, lingkungan kerja itu bagaimana.

Apa Anda punya rencana untuk memulai bisnis retail Anda sendiri?
Sekarang tidak, tapi I’m helping one, tapi cuma sebagai konsultan. Karena saya tahu kondisinya bagaimana. Memulai bisnis di retail tidak mudah, terutama kalau tidak punya investment yang kuat. Jika hanya melakukannya setengah-setengah, kamu tidak akan bisa ke mana-mana.

Apakah Anda setuju dengan ucapan "It's not what you know, it's who you know"?
Saya rasa saya setuju. Networking dan koneksi itu sangat penting.


BACA JUGA:
Mengenal Lebih Jauh Frances Jaclyn Halim
Kiat Membangun Networking dari Sari Kusumaningrum
Sari Kusumaningrum, di Puncak Karier Berkat Kekuatan Networking
Sebastian Togelang Berbagi Saran di Industri Venture Capital
Dari Laut ke Langit, Perjalanan Karier Syahreza Syahrial Garuda Indonesia

Sebelumnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami