Waspadalah! Ini Lima Risiko Investasi Bitcoin | Qerja

Waspadalah! Ini Lima Risiko Investasi Bitcoin

Eka Utami, 8 months ago
Waspadalah! Ini Lima Risiko Investasi Bitcoin

Bitcoin sering disebut sebagai cryptocurrency, yaitu mata uang virtual atau mata uang digital. Setiap Bitcoin pada dasarnya adalah file komputer yang disimpan dalam aplikasi ‘dompet digital’ di smartphone atau komputer. Bitcoin seperti uang tunai versi online.

Pemilik Bitcoin dapat menggunakannya untuk bertransaksi membeli produk dan layanan di toko tertentu, di beberapa negara. Cara bertransaksi dengan mengirim Bitcoin dari dompet digital seseorang ke dompet digital orang lain, atau sebaliknya. Setiap transaksi dicatat dalam daftar publik yang disebut blockchain.

Seiring dengan perkembangan perdagangan secara online, mata uang virtual ini dianggap sebagai masa depan pertukaran moneter tanpa harus “terkekang” aturan mata uang nasional. Maka, banyak orang yang menganggap bahwa perlu membeli Bitcoin untuk investasi dan sebagainya. Sekarang, harga Bitcoin sudah menembus Rp 100 juta per koin.

Namun, investasi pada Bitcoin dianggap masih penuh risiko. Apa saja?

Fluktuasi Tinggi

Nilai Bitcoin terus berubah. Pasarnya bergerak maju mundur tanpa bisa diprediksi sangat berisiko. Harga Bitcoin bisa saja melonjak tajam jika ada yang bertransaksi dalam jumlah besar. Sementara, kalau Anda tiba-tiba menjual seluruh Bitcoin,maka ikut berkontribusi pada penurunan harga.

Bahkan, pengamat ekonomi pun menyatakan ekosistem Bitcoin tidak cukup untuk bisa dianalisis secara fundamental dan menganggapnya sebagai instrumen investasi. Namun, bila Anda tetap berharap keuntungan dari Bitcoin, maka cobalah tanamkan modal dalam jumlah kecil, dan awasi pasar dengan cermat.

Antusiasme Sesaat

Waspadalah! Ini Lima Risiko Investasi Bitcoin
Sumber: Pixabay

Uang kripto adalah teknologi baru yang muncul sekitar sepuluh tahun yang lalu. Banyak orang yang antusias menyambut kehadiran “alat pembayaran” ini dan berpikir akan memberikan keuntungan masa depan sehingga berusaha mendapatkan sedini mungkin. Antusiasime tersebut “mengangkat” nilai Bitcoin sampai pada harga yang sangat tinggi. Semakin banyak orang yang membeli Bitcoin karena antusiasme sesaat berpotensi menimbulkan gelembung ekonomi.

Ada orang yang membeli Bitcoin karena punya dana besar, ada juga yang ikut-ikutan dan tanpa pengetahuan. Sebagian orang bisa saja memanfaatkan kenaikan harga ini, menjual Bitcoin ketika harga sudah mencapai titik tertentu secara bersamaan, dan akhirnya “gelembung” itu meledak. Pada saat itu, orang yang masih memegang Bitcoin yang tidak berguna dengan harga yang sudah jatuh, mengalami kerugian. Jadi, sebelum memutuskan berinvestasi Bitcoin, lengkapi diri dengan pengetahuan yang mumpuni.

Baca Juga: Tiga Cara Untuk Menabung Emas Sebagai Investasi

Perdagangan Terbatas

Pahami bahwa colume sirkulasi bitcoin masih terbatas. Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang tegas melarang Bitcoin menjadi alat pembayaran selain Rupiah.

Namun, pada awal 2019, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas) memberi kepastian hukum pada uang kripto seperti Bitcoin. Kini, Bitcoin bisa diperdagangkan secara resmi di Indonesia, hanya saja transaksinya harus dilakukan di bursa berjangka Indonesia, seperti komoditas semacam karet, kopi, atau tekstil.

Rawan Penipuan dan Peretasan

Waspadalah! Ini Lima Risiko Investasi Bitcoin
Sumber: Pixabay

Meski telah ada aturan pemerintah, namun risiko penipuan Bitcoin tetap saja bisa terjadi. Saat ini, masih ada penawaran investasi bodong di media sosial dengan menggunakan nama pialang berjangka yang legal, mengaku broker pialang luar negeri, menawarkan kontrak berjangka margin rendah, dan menjanjikan pendapatan tinggi. Padahal, syarat menjadi pialang berjangka adalah dengan mendaftar sebagai anggota bursa berjangka yang berbentuk perseroan terbatas (PT), serta memperoleh izin usaha dari Bappebti.

Selain itu, pengguna Bitcoin bisa memilih menyembunyikan identitasnya saat melakukan transaksi, meski transaksinya tercatat dan terpantau publik. Cryptocurrency sendiri juga berbasis teknologi, yang membuat investasi ini terbuka untuk serangan siber. Peretasan bisa membuat Anda kehilangan Bitcoin meski dompet pintar memiliki perlindungan sekalipun. Pemerintah dan perusahan-perusahaan kesulitan melacak aktivitas ilegal karena penjahat siber tahu cara menutupi alamat dan identitas.

Belum Ada Regulasi Pajak Khusus

Saat ini, belum ada regulasi pajak khusus yang dikenakan pada Bitcoin. Hal ini merupakan salah satu risiko investasi Bitcoin yang bisa merugikan.

Memang, keuntungan dari jual beli dan investasi Bitcoin tetap dianggap sebagai penghasilan yang dikenakan pajak (PPh) yang harus diurus sendiri. Kepemilikan Bitcoin harus dilaporkan pada kolom harta di Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Jika tidak mencantumkan, dan petugas pajak mendapati kesalahan tersebut, maka pemilik Bitcoin malah akan kena denda.

Bitcoin memang sudah berkembang menjadi salah satu investasi baru yang bisa saja mendatangkan keuntungan. Namun, kita hendaknya tetap berhati-hati dalam memilih instrumen untuk menanam modal untuk meminimalisir risiko kerugian. –Qerja

Baca Juga: Tiga Jenis Barang Yang Cocok Untuk Dijadikan Investasi



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next