Apa Yang Rekruter Lihat Dari CV Pelamar Kerja | Qerja

Apa Yang Rekruter Lihat Dari CV Pelamar Kerja

Eka Utami, 3 weeks ago
Apa Yang Rekruter Lihat Dari CV Pelamar Kerja

Setiap kandidat ingin Curriculum Vitae (CV) yang dikirimkan ke perusahaan bisa membawanya lolos ke tahap seleksi kerja berikutnya. Untuk itu, para pencari kerja merajut CV sedemikian rupa agar menarik perhatian perekrut, dibaca, dan menjadi yang terbaik. Meski begitu, segala upaya memperesentasikan CV yang menarik selama ini dibuat berdasarkan pendapat seorang calon tenaga kerja sendiri.

Namun, apakah Anda pernah membayangkan menjadi perekrut? Anda bisa mengubah sudut pandang menjadi orang yang mendapat puluhan atau bahkan ratusan CV, dan harus menyeleksi pelamar yang pantas dipanggil ke proses perekrutan berikutnya.

Berikut ini adalah gambaran bagaimana seorang rekruter melihat cv pelamar kerja. Apa saja yang harus Anda perhatikan?

Perekrut (Harus) Membuka CV Anda

Jika melamar untuk posisi yang “seksi” dan perusahaan yang bonafide, maka Anda akan bersaing dengan ratusan kandidat lainnya. Jadi, perekrut akan menerima ratusan CV dari pelamar kerja. Dan, kabar buruknya, perekrut tidak membuka semua CV yang diterima. Perekrut akan memilih CV yang menurutnya paling layak untuk ditelusuri lebih dalam.

Oleh karena itu, Anda harus berusaha agar perekrut tergerak untuk mengetuk tombol untuk membuka CV. Jika mengirim CV dengan email, maka tuliskan subjek yang jelas, dan sertakan pengantar di badan surel dengan cara profesional. Kalau bisa, Anda juga perlu mencari tahu nama perekrut dan menuliskannya pada surat pengantar.

Perekrut Memindai CV Anda

Bagaimana Perekrut Membaca CV Anda?
Sumber: Pixabay

Perekrut tidak punya banyak waktu untuk membaca semua CV secara detail pada kali pertama. Saat membuka CV, hal pertama yang dicari adalah keahlian pelamar kerja yang memenuhi persyaratan dasar untuk mengisi posisi yang dibuka.

Jadi, pastikan bagian keahlian dan pengalaman kerja yang tertera di CV relevan dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, posisi Anda di tempat kerja saat ini juga memengaruhi penilaian perekrut. Jika di perusahaan sebelumnya Anda memegang tanggung jawab yang sama dengan peran yang yang dilamar, maka masa transisi kerja tidak akan terlalu sulit.

Perekrut Fokus pada Pengalaman Kerja Terkini

Pada titik ini, perekrut terhenti di poin pengalaman kerja terkini yang Anda cantumkan di CV. Perekrut ingin mempelajari lebih jauh mengenai kemampuan Anda pada tahap karir ini. Maka, Anda perlu memberi informasi lengkap mengenai tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang sedang dijalani. Lalu, tambahkan prestasi dan kontribusi Anda di perusahaan tempat bekerja sekarang.

Pengalaman kerja di tempat sebelumnya juga membentuk Anda menjadi calon tenaga kerja yang potensial. Jadi, Anda juga bisa menuliskan pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya. Hanya saja, Anda hanya perlu mencantumkannya dengan singkat saja agar menghemat tempat di CV.

Baca Juga: Hal yang Diinginkan Perekrut dari Kandidat Fresh Graduate

Perekrut Mencari Angka

Perekrut juga mencari data dan fakta dalam angka yang menunjukkan pencapaian kandidat. Sebagai contoh, buat Anda yang bekerja di bagian sales, maka bisa menyebutkan prestasi bahwa telah meningkatkan penjualan hingga beberapa persen. Atau, Anda juga dapat menyebutkan berapa banyak klien yang berhasil digaet dalam jangka waktu tertentu.

Namun, bila Anda belum menemukan cara memasukkan angka pada CV, mulailah dengan mengidentifikasi ukuran kesuksesan departemen. Lalu, pilihlah keberhasilan departemen yang dipengaruhi kerja individual Anda. Kemudian, Anda bisa mencantumkan pada CV dengan menggunakan kata tindakan seperti “meningkatkan”, “mengurangi”, “memperpanjang”, atau “memperpendek”, serta ditambahkan strategi untuk memperoleh hasil tersebut. Misalnya: “meningkatkan penjualan sebesar 15 persen setelah menerapkan program insentif.”

Perekrut Memperhatikan Detail

Bagaimana Perekrut Membaca CV Anda?
Sumber: Pixabay

Setelah selesai dengan beberapa catatan utama, perekrut akan mulai memperhatikan hal detail seperti jarak waktu antar satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya, sertia format CV hingga tata bahasa. Perekrut akan ragu untuk merekomendasikan orang yang pernah berhenti bekerja dalam waktu yang lama tanpa penjelasan. Perekrut juga tak mau mempromosikan kandidat yang ceroboh dengan format CV yang berantakan, tata bahasa yang kurang baik, dan typo di sana-sini.

Jadi, susunlah CV Anda dengan baik dan rapi, serta memasukkan penjelasan penting tanpa harus menggunakan kata-kata yang panjang lebar. Perekrut tidak akan bermasalah jika Anda berhenti bekerja beberapa tahun untuk mengurus anak atau mencoba usaha –bahkan jika usaha tersebut gagal-. Hal yang penting Anda menjelaskan alasannya. Selain itu, setiap selesai membuat CV, Anda perlu membaca ulang atau meminta orang lain membacanya agar berkas yang Anda kirim “bersih” dari kesalahan.

Dengan memahami sudut pandang perekrut, Anda bisa mencoba membuat CV lebih baik. Semoga sukses! –Qerja

Baca Juga: Tips Menulis CV Jika Tidak Punya Pengalaman Kerja Relevan



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next