Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Tidur Siang di Kantor | Qerja

Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Tidur Siang di Kantor

Qerja, 3 years ago
Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Tidur Siang di Kantor

Di Jepang, jika ada karyawan tidur siang di kantor, ia tak akan dimarahi. Ia malah akan memperoleh rasa hormat dari koleganya karena dianggap telah bekerja keras hingga kelelahan. Tertarik untuk mencoba?

Tunggu dulu. Di banyak perusahaan di Indonesia, tidur siang sering dijadikan tanda pegawai bermalas-malasan. Padahal faktanya, tidur siang memang dapat mendongkrak produktivitas kerja dan membuat Anda lebih bersemangat. Bahkan menurut penelitian NASA, tidur siang selama 26 menit bisa meningkatkan performa kerja sebanyak 34 persen. Sebaliknya, karyawan yang mengantuk tapi tetap dipaksa kerja, justru akan berakibat buruk pada kinerjanya. Kenapa begitu?

Ketika Anda kelelahan di tempat kerja namun terus memaksa diri untuk bekerja, Anda akan kesulitan untuk fokus dan mengambil keputusan rasional, cenderung enggan mengambil inisiatif, kurang partisipatif, dan konsentrasi rusak. Daripada memilih menenggak bercangkir-cangkir kafein untuk mengusir rasa kantuk yang kian menjadi, mengapa tidak mempertimbangkan tidur siang?

Beberapa perusahaan besar seperti Google dan Nike bahkan diketahui telah mengalokasikan ruangan khusus bagi pegawainya untuk tidur siang, and with good reasons. Tidur siang membantu meningkatkan produtivitas kerja dengan berbagai cara, misalnya:

Mengembalikan kesegaran tubuh dan menghilangkan rasa lelah.
– Otak berkesempatan untuk memproses memori dengan lebih efektif karena tidak terbebani asupan informasi baru yang terus masuk.
Membantu Anda rileks dan meringankan stress.
Mempertajam fokus dan meningkatkan konsentrasi.

Walau begitu, sebelum memejamkan mata dan bergelung nyaman di sofa kantor, Anda perlu memastikan bahwa perusahaan telah mengadopsi atau paling tidak mentolerir kebiasaan tidur siang di tempat kerja. Dengan pergerakan dunia bisnis yang serba cepat, bagi kebanyakan perusahaan, tidur siang di tempat kerja masih akan tetap menjadi konsep non-konvensional. Karyawan yang terlelap di mejanya pun berisiko ditegur manajemen, atau dilabeli “malas” dan “magabut”.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next