Lima Cara Belajar Meningkatkan Berpikir Kritis | Qerja

Lima Cara Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Eka Utami, 8 months ago
Lima Cara Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis adalah tentang menganalisis, memproses, dan memahami informasi dengan cermat. Keahlian ini membuat kita bisa bersikap netral dengan pikiran sendiri, menemukan bias dan prasangka, kemudian mendapatkan solusi dan bisa mengoreksi.

Soft skill berpikir kritis atau critical thingking disebut-sebut sebagai salah satu dari sepuluh keahlian yang dibutuhkan untuk sukses di tahun 2020 berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) di awal 2016. Berikut ini adalah beberapa cara belajar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Ajukan Pertanyaan Dasar

Sebagai langkah awal untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, Anda bisa membiasakan diri untuk mengajukan pertanyaan dasar atas segala hal. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat mempertanyakan alasan mengapa langit berwarna biru atau daun berwarna hijau. Dari pertanyaan ‘apa?’, ‘mengapa?’, ‘bagaimana?’, dan seterusnya, Anda dapat mendapat jawaban yang dalam.

Saat terbiasa mempertanyakan segala hal yang ada di sekitar lingkungan, maka Anda bisa menerapkannya dalam pekerjaan dengan lebih mudah. Kalau perlu, Anda bisa menuliskan daftar pertanyaan template “5W1H” (what? Who? Where? When? Why? How?),  yang akan selalu dipakai setiap kali menghadapi masalah.

Memperluas Wawasan

Lima Strategi Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis
Sumber: Pexels

Orang yang mampu berpikir kritis memiliki pengetahuan yang luas. Jadi cara untuk mengasah kemampuan berpikir kritis bisa dimulai dengan banyak membaca, kalau perlu pilih buku yang di luar bidang kerja. Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan keahlian ini dengan berdiskusi –atau bahkan berdebat- dengan berbagai jenis orang tentang beragam topik.

Dengan “bank data” yang begitu banyak di dalam otak, Anda bisa menjadi seorang pemikir yang lebih baik. Dasar pengetahuan yang luas akan membimbing Anda untuk memiliki perspektif berbeda, melihat masalah dengan lebih bijak, dan mengambil keputusan tepat.

Baca Juga: Lakukan Hal Ini Ketika Lelah Berpikir

Berpikir Terbalik

Ketika terbiasa berpikir logis, kita bisa memahami hubungan sebab-akibat. Misalnya, jika target penjualan tercapai karena usaha keras seseorang. Sekarang, bagaimana kalau kejadiannya dibalik menjadi: target penjualan yang tinggi, kemudian menyebabkan orang termotivasi untuk berusaha lebih keras. Menarik bukan?

Dengan berpikir terbalik, Anda tidak akan langsung mendapat solusi dari masalah yang dihadapi. Tapi, dengan membiasakan berpikir terbalik, Anda akan memahami masalah dengan cara lain, dan menemukan kemungkinan baru dari suatu masalah. Pada akhirnya, kemampuan berpikir kritis terasah, dan Anda bisa mendapat ide yang out of the box.

Mengembangkan Kemampuan Memprediksi

Lima Strategi Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis
Sumber: Kaboompics

Anda bukan peramal. Tapi, Anda bisa memprediksi kejadian di masa depan berdasarkan data dan fakta yang dimiliki saat ini.

Untuk membantu mengembangkan kemampuan memprediksi, Anda bisa membuat daftar pro dan kontra atas berbagai hal. Catatan tersebut bisa membimbing pada keputusan yang tepat karena Anda jadi bisa memperkirakan konsekuensi yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Hati-hati pada Bias!

Pada titik ini, anggaplah Anda sudah punya kemampuan berpikir kritis yang baik. Orang-orang di sekitar Anda pun mengakui hal itu. Tetapi, hati-hati dalam menyampaikan kritik terhadap satu hal. Terkadang, Anda juga bisa bias dalam menilai sesuatu.

Sebagai contoh, saat Anda menyampaikan pendapat kontra pada presentasi dari rekan kerja di dalam sebuah rapat. Sebelum mengeluarkan kritik, Anda perlu berpikir ulang apakah pembicaraan tersebut adalah buah dari pemikiran kritis. Jujur saja, kadang-kadang kita bisa mencari kesalahan orang yang tidak disukai dengan mudah, dan dipakai untuk menyerang. Kalau kritik bukan berdasarkan penilaian netral, sebaiknya simpan saja.

Keberhasilan Anda dalam mengasah kemampuan berpikir kritis mungkin tidak dapat dinilai sendiri. Perekrut, manajer, rekan kerja, dan kolega yang bisa melihat bagaimana keahlian itu dapat mendukung pekerjaan. Anda hanya perlu berusaha untuk terus meningkatkan soft skill tersebut agar bisa sukses di dunia kerja. –Qerja

Baca Juga: Enam Keuntungan Meningkatkan Skill Kerja buat Fresh Graduate

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next