4 Alasan Anda Sulit Menabung Walau Gaji Besar | Qerja

Empat Alasan Anda Sulit Menabung Walau Gaji Sudah Besar

Eka Utami, 9 months ago
Empat Alasan Anda Sulit Menabung Walau Gaji Sudah Besar

Ketika masih menjadi karyawan dengan gaji kecil, kita berusaha semaksimal mungkin agar bisa menabung setiap bulan. Namun, saat penghasilan meningkat, ternyata pundi-pundi uang simpanan tak kunjung bertambah. Hal ini seringkali menjadi masalah bagi banyak orang. Bahkan beberapa di antaranya malah jadi punya utang.

Jadi, mengapa gaji besar tidak serta-merta membuat Anda bisa menabung secara konsisten? Ini alasannya.

Pengeluaran Meningkat

Ketika penghasilan bertambah, maka Anda punya kesempatan untuk mendapatkan keinginan yang dulu terpendam. Jadi, ketika punya uang lebih, Anda akan langsung membelanjakannya untuk sepatu yang diincar selama ini, atau gadget terbaru yang lagi tren. Selain itu, terjadi peningkatan standar hidup demi mendapat kenyamanan yang lebih baik. Sebagai contoh, jika dulu Anda mau repot masak buat bekal makan siang, kini frekuensi kunjungan ke restoran lebih sering.

Ironisnya, Anda menilai pengeluaran yang membengkak bukanlah kesalahan. Anda merasa pantas menerima segala kenyamanan tersebut karena sudah bekerja keras sebelumnya. Namun, kalau Anda tidak bisa mengerem, bukan hanya gagal menabung, malah akan menambah utang.

Gengsi

Masih senada dengan poin sebelumnya. Kenaikan gaji juga memengaruhi psikologi sehingga membuat Anda menambah pengeluaran dengan alasan ingin terlihat lebih kaya. Jadi, jika sebelumnya hanya membeli pakaian kerja biasa, kali ini Anda merasa perlu memakai baju bermerk yang harganya berkali-kali lipat. Padahal, selisih harga dari baju biasa dengan barang bermerk seharusnya bisa ditabung.

Sebenarnya, membeli barang mahal sesekali tak ada salahnya. Asalkan, jangan sampai menganggu keuangan bulanan. Anda harus benar-benar mengirit pengeluaran jika mau mendapatkan kemewahan. Kecuali, jika Anda memang sangat kaya.

Baca Juga: Lima Alasan Pekerja Resign Dari Pekerjaan Dengan Gaji Besar

Menunda Menabung

Setelah gaji naik, Anda tidak melihat urgensi untuk menabung di awal bulan. Anda berpikir bisa menjalani gaya hidup seperti sedia kala, dan akan memiliki sisa uang di akhir bulan yang bisa ditabung. Namun, dalam perjalanannya, Anda akan menemukan banyak godaan belanja untuk hal-hal yang tidak perlu. Pada akhirnya, Anda lagi-lagi tidak berhasil menabung untuk bulan ini.

Kebiasaan menunda menabung ini berbahaya buat masa depan keuangan Anda. Gaji tinggi yang Anda terima hari ini belum tentu bertahan selamanya. Keputusan karier dan kejadian di masa depan bisa jadi membuat Anda terpuruk, dan bahkan kehilangan penghasilan yang stabil. Bagaimana Anda menjalani hidup jika tidak punya simpanan dana darurat?

Salah Berutang

Saat pendapatan meningkat, Anda boleh saja menambah utang. Anda bisa mulai mencicil mobil atau memulai KPR. Asalkan Anda tetap memerhatikan rasio utang terhadap pendapatan tetap di kisaran 35 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa arus keuangan Anda ideal, bisa membayar utang tepat waktu, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan bisa menabung.

Tapi, lagi-lagi tuntutan gaya hidup bisa jadi jebakan buat Anda berutang untuk hal-hal yang tidak perlu. Anda menggunakan kartu kredit dengan mudah untuk membeli barang tertentu karena keinginan sesaat atau dengan iming-iming cashback dan hadiah. Akhirnya, sisa uang yang harusnya ditabung malah dipakai buat bayar utang tagihan kartu kredit.

Dengan mengetahui hal-hal yang menyebabkan gagal menabung meski sudah mendapat rezeki gaji besar, Anda akan mawas diri agar bisa mengelola keuangan lebih baik. Kuncinya adalah pengendalian diri. Jika memiliki kesadaran untuk mengerem pengeluaran, maka kondisi finansial Anda akan lebih sehat. –Qerja

Baca Juga: Lima Cara Menghindari Hutang Walau Gaji Pas-pasan



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next