7 Cara Menjawab Wawancara Kerja Via Telepon | Qerja

7 Cara Menjawab Wawancara Kerja Via Telepon

Eka Utami, 2 weeks ago
7 Cara Menjawab Wawancara Kerja Via Telepon

Wawancara kerja via telepon biasanya dilakukan untuk menyaring kandidat pekerja yang pantas untuk diundang pada interview langsung di kantor. Selain itu, wawancara kerja via telepon juga menjadi alasan untuk menghemat waktu seleksi tahap pertama tersebut. Di tengah situasi perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia akhir-akhir ini, wawancara kerja via telepon juga menjadi salah satu pilihan perekrut untuk menemukan calon karyawan terbaik.

Memang, dalam wawancara via telepon, kita tidak perlu memoles penampilan dan mengatur bahasa tubuh di depan perekrut. Namun, kita tetap perlu mempersiapkan diri untuk tahapan seleksi ini, salah satunya dengan melatih jawaban terbaik untuk setiap pertanyaan.

Jika Anda akan menghadapi wawancara kerja via telepon dalam waktu dekat, berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan dalam wawancara kerja via telepon.

Ceritakan tentang diri Anda!

Perekrut memulai pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui latar belakang kandidat dan mempelajari lebih jauh tentang pribadi calon pegawai. Pertanyaan pendek ini membutuhkan jawaban panjang. Anda perlu bercerita tentang keunggulan diri sendiri yang akan membuat perekrut memberi nilai positif.

Meski begitu, wawancara via telepon memang tidak lebih leluasa dibandingkan interview langsung. Anda harus  memadatkan penjelasan tentang diri sendiri, dan tidak bertele-tele. Maka, gunakan waktu ini untuk menjelaskan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar, serta fokus pada keahlian, kualifikasi dan prestasi profesional. Anda juga bisa menambahkan beberapa detail tentang pribadi mengenai cara menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Mengapa Anda melamar pekerjaan ini?

Satu lagi pertanyaan umum yang sering dilontarkan perekrut saat melakukan wawancara kerja via telepon. Mereka ingin tahu sejauh mana minat Anda pada pekerjaan yang ditawarkan. Dari cara menjawab, perekrut bisa mendengar antusiasme kandidat pada pekerjaan ini.

Tips menjawab pertanyaan ini adalah dengan menyiapkan catatan deskripsi pekerjaan yang ada pada iklan lowongan kerja. Pada catatan tersebut, Anda bisa melihat uraian tugas dan gambaran pribadi calon karyawan yang diinginkan perusahaan. Maka, Anda dapat menjawab bahwa telah memenuhi kriteria tersebut dan punya pengalaman yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu, Anda boleh menambahkan pernyataan bahwa kesempatan di perusahaan yang dilamar ini terbuka untuk pengembangan karier.

Apa yang Anda ketahui tentang peran dan tanggung jawab pada posisi ini?

Tujuh Pertanyaan Wawancara Kerja via Telepon dan Cara Menjawabnya
Sumber: Free Photos

Pertanyaan ini cukup detail. Bila perekrut melontarkan pertanyaan ini dalam wawancara kerja via telepon, artinya ia ingin menguji Anda dengan lebih serius. Apakah Anda sudah membaca deskripsi pekerjaan dengan teliti? Apakah Anda benar-benar siap dengan tugas-tugas yang dihadapi saat bekerja di perusahaan nanti?

Anda juga harus menjawab pertanyaan ini dengan detail. Jika Anda sudah pernah berada dalam posisi ini sebelumnya, maka jawaban akan sangat mudah. Anda bisa menceritakan tentang keseharian pekerjaan, beberapa tugas yang bersifat repetitif, tantangan yang sering dihadapi dan solusinya, hingga bagaimana berkolaborasi dengan tim dalam menyelesaikan masalah. Lalu, tambahkan beberapa hal spesifik berdasarkan pengalaman kerja, misalnya tentang pelatihan yang bisa mendukung pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Lima Tips Bahasa Tubuh Buat Wawancara Via Skype

Mengapa Anda mau bekerja di perusahaan kami?

Tujuh Pertanyaan Wawancara Kerja via Telepon dan Cara Menjawabnya
Sumber: StockSnap

Melalui pertanyaan ini, perekrut ingin menguji sejauh mana kandidat melakukan pekerjan rumahnya yaitu riset perusahaan. Jika sudah melakukan penelitian, lalu apa yang memotivasi Anda untuk bergabung dengan perusahana itu?

Cara menjawab pertanyaan ini jelas dengan melakukan riset. Anda bisa menelusuri situs resmi perusahaan, membaca siaran pers terbaru, berita-berita terkini, hingga testimoni karyawan perusahaan. Setelah itu, pilih kata kunci yang selaras antara pribadi Anda dengan perusahaan. Anda bisa saja menjawab telah terisnpirasi oleh misi perusahaan, tertarik pada produk yang ditawarkan, hingga berambisi mengembangkan industri.

Mengapa Anda mencari pekerjaan?

Jika ada seorang karyawan yang kembali ke “pasar” untuk mencari pekerjaan baru, tentu saja menimbulkan pertanyaan. Alasannya bisa saja karena Anda tidak suka tekanan pekerjaan di perusahaan tempat kerja saat ini, gaji yang terlalu kecil, atau terjebak dalam karier. Apa pun masalahnya, Anda tidak mungkin menjawab dengan menjelekkan perusahaan sebelumnya. Sebaiknya Anda fokus dengan jawaban terkait peluang dan pengembagan karier.

Meski Anda berhenti kerja dari tempat sebelumnya karena hal negatif seperti pemutusan hubungan kerja akibat perampingan organisasi, cobalah untuk tetap berikan jawaban positif. Anda bisa menceritakan bagaimana mengikuti pelatihan untuk pengembangan diri selama masa menganggur.

Berapa ekspektasi gaji yang Anda harapkan?

Pertanyaan ini mungkin saja muncul dalam sesi wawancara tahap awal. Perekrut ingin tahu apakah besaran gaji yang Anda inginkan sesuai dengan anggaran perusahaan. Selain itu, cara kandidat menjawab bisa menjadi salah satu poin untuk perekrut menilai kualitas calon tenaga kerja.

Kalau belum punya jawaban ekspektasi gaji, Anda bisa membaca testimoni karyawan pada situs lowongan kerja dan sumber riset lainnya. Jika Anda sudah melakukan penelitian kecil tentang gaji di pasaran, maka sampaikan rentang nilai yang reasonable. Hal ini menunjukkan bahwa Anda fleksibel, tetapi juga mengharap gaji pada nilai tertentu. Pastikan Anda nyaman dalam menentukan batas bawah, karena pada negosiasi gaji nanti, perekrut akan memulai dari titik serendah mungkin.

Apakah Anda punya pertanyaan?

Di akhir sesi wawancara kerja via telepon, perekrut mungkin akan balik bertanya pada Anda.  Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mencari tahu hal-hal yang masih belum jelas. Dengan mengajukan pertanyaan, berarti Anda benar-benar terlibat pada saat wawancara, mendengarkan secara aktif, dan tertarik pada peluang tersebut. Anda juga dapat menyusun pertanyaan dari riset perusahaan sebelumnya.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan di antaranya tentang keseharian karyawan yang bekerja di posisi yang dilamar, perkembangan karier di organisasi, hingga outlook perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, Anda juga bisa bertanya soal waktu penyampaian informasi hasil seleksi. Terakhir, jangan lupa berterima kasih atas penjelasan perekrut.

Jadi, persiapkan diri Anda untuk wawancara via telepon dengan baik. Semoga Anda sukses dan meraih pekerjaan impian. –Qerja

Baca Juga: Enam Tips Sukses Wawancara Kerja Lewat Telepon

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next