“Mungkinkah Membangun Startup Sukses Tanpa Kemampuan Coding” dan Tips Bisnis Lain dari Andy Zain | Qerja

“Mungkinkah Membangun Startup Sukses Tanpa Kemampuan Coding” dan Tips Bisnis Lain dari Andy Zain

Qerja, 4 years ago
“Mungkinkah Membangun Startup Sukses Tanpa Kemampuan Coding” dan Tips Bisnis Lain dari Andy Zain

Andy Zain meniti jalur kesuksesannya lewat produk dan konten yang ia bangun untuk Yahoo! Mobile, Disney Mobile, Gameloft, dan perusahaan internasional lain, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menciptakan produk yang bisa diklaim milik sendiri, dan memberdayakan talenta digital anak bangsa, salah satunya lewat Mountain Kejora Ventures di mana ia kini menjabat sebagai Managing Director.

Bagaimana kira-kira kehidupan Pak Andy dalam sehari di Mountain Kejora?
Saya masuk kantor tidak terlalu pagi, sekitar jam 9 atau 10 karena saya menghindari traffic. Daripada saya menghabiskan waktu terjebak macet, lebih baik saya bekerja di rumah dan membereskan pekerjaan. Di pagi hari mungkin saya akan membalas email untuk memberi feedback ke pegawai, melakukan beberapa conference call dengan partner dari luar negri, mengadakan board meeting atau executive call. Setelah itu, baru saya ke kantor sekitar jam 10 dan memulai hari. Seharian saya biasa menemui pihak-pihak dari berbagai startup untuk membahas ide-ide sampai sore. Saya jarang meeting di luar, kebanyakan saya menghabiskan waktu di kantor. Kira-kira begitu keseharian saya.

Karakter apa yang Anda cari dari bawahan Anda?
Someone who never settles. Someone who always challenges themselves. They don’t have to be very good, but they can be very good. Saya tidak mengharap seseorang yang datang langsung sempurna; biasanya mereka cenderung arogan. Saya lebih suka orang yang ketika dia salah, dia mau berubah dan menantang diri sendiri. Ini yang saya cari. Saya tidak suka jika mereka tidak mengejar sesuatu dan dia nggak jalan, tapi menyalahkan orang lain.

Kalau kita bicara titik balik di perjalanan karier Pak Andy, apa titik balik di perjalanan karier Pak Andy?
Menurut saya itu sebuah proses, ya, dan tidak ada satu event spesifik yang paling signifikan. Menurut saya tidak ada yang namanya titik balik, tapi konsistensi di bidang yang kamu kerjakan. Be good in your area. Saya di bidang teknologi dan saya fokus di area tersesbut. Kalau bicara titik balik, mungkin bukan di saya sendiri, tapi di karir. Sekitar sepuluh tahun lalu saya mendapat revelation. Saya bekerja untuk orang cukup lama, sekitar 12 tahun sebelum saya memulai bisnis sendiri. Saat itu saya beruntung dipercayakan oleh Nokia untuk membangun mobile portal untuk Nokia di 35 negara.

Bagaimana Anda mendapat proyek tersebut?
Saat itu awal-awalnya orang baru menggunakan internet di ponsel dan visualnya masih jelek, masih hitam putih, lalu kami mulai menggunakan user interface yang bagus dan berwarna dengan konten yang menarik. Tahun 2000 produk kami dipakai oleh Nokia dan dibawa ke Sinsgapura. Suatu hari, ada orang dari Helsinki menghubungi kita. Dia tertarik dengan yang kami lakukan dan meminta sampel. Jadi kami melakukan studi tentang bagaimana pengguna di Asia browse content using their phone. Ya, kita melakukan interview dan melakukan tes. Ini menjadi guideline on how people use their cellphones in Asia. Mereka suka, jadi kami diminta mengirimkan sampel dan portalnya kemudian di-embed di Nokia dan dikembangkan ke negara-negara lain, sekitar 19 bahasa asing.

Wah, hebat sekali. Lalu bagaimana?
Dari itu, saya ditawarkan untuk membuat portal telco di Indonesia. Saat itu saya membuat portal untuk 5 perusahaan telco di Indonesia: Telkomsel, XL, Flexi. Karena saya dekat dengan industri itu, saya bilang let’s make your content into multimedia. Saya membantu launching content mereka. Setelah itu banyak pihak asing yang masuk ke Indonesia dan saya membantu membawa produk mereka ke Indonesia. Ada Disney Mobile, Yahoo Mobile, EA, Gameloft, semua saya kerjakan.

We made a lot of money, tapi saya rasa ada yang salah; setiap hari the money goes to the bank, tapi sebentar saja dan harus transfer kembali ke perusahaannya di Singapura, US. Karena walaupun semua hasil kerja keras kami, tapi kami cuma agen yang menjual produk mereka saja. Itu titik balik untuk saya. Itu titik balik saya, sebuah revelation. I want to build something that’s ours, I want that money to stay here. Jadi saya membangun industri kita. Dari situ, saya sangat aktif di komunitas dan saya membangun forum Mobile Monday. 

Empat tahun lalu, saya mulai berkarya di Founder Institute untuk ‘mengunci’ talenta agar mereka membangun sendiri industrinya, dan dua tahun lalu, saya bergabung dengan Kejora, which is a step up, karena kita menunjukkan bahwa kita tidak hanya ‘mengunci’, tapi juga mendanai dan bekerja sama dengan mereka. Setelah itu, baru kita lepas. Ini misi kita.

Tech startup adalah industri yang sedang berkembang di Indonesia. Ke mana Anda melihat arah pertumbuhannya selanjutnya?
Apa yang terjadi di Indonesia adalah there are a lot of inefficiencies everywhere, baik ketika melakukan transaksi di bank, membeli barang, dan lain-lain. Ini sudah ditargetkan oleh e-commerce, which is good. Now, Semua orang punya mobile phone, jadi saya rasa yang bisa dikembangkan adalah bagaimana memanfaatkan mobile phone untuk mengatasi semua inefficiency ini. Dari offline to online, lebih ke problem solving dan membuat semua hal lebih efisien.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next