“You Can’t Be Good At Everything”: Andy Zain Membeberkan Nasihat Bisnis untuk Para Entrepreneur | Qerja

“You Can’t Be Good At Everything”: Andy Zain Membeberkan Nasihat Bisnis untuk Para Entrepreneur

Qerja, 4 years ago
“You Can’t Be Good At Everything”: Andy Zain Membeberkan Nasihat Bisnis untuk Para Entrepreneur

Sebagai Managing Director Mountain Kejora Ventures dan Director The Founder Indonesia, Andy Zain antusias berbagi cerita tentang kesehariannya dan nasehat untuk entrepreneur muda Indonesia. Cari tahu apa arti ‘talented’ bagi seorang Andy Zain dan tips untuk membuat beliau terkesan!

Mari kita mulai dari masa kecil. Pak Andy lahirnya di mana?
Saya lahir di Medan, 25 September 1973, jadi saya sudah 42 tahun. Di kantor, saya termasuk yang paling tua (tertawa).

Waktu kecil, Pak Andy suka apa? 
Waktu kecil, saya suka main mainan anak kecil yang biasa: robot, pesawat-pesawat, tentara-tentaraan, tapi dari kecil daya imajinasi saya termasuk tinggi. Saya senang berkhayal dan ini sampai SMA. Aktivitas sewaktu sekolah kebanyakan ke arah sana, urusin dekor, dan lain-lain. Sekarang juga, masih suka hal-hal kreatif.

Bagaimana Anda memulai hari? Mungkin Anda punya ritual pagi?
Saya bukan peminum kopi atau teh. Ini termasuk langka di kalangan IT yang semuanya minum kafein. Saya malahan instant noodle guy. Saya kalau ngantuk atau capek, saya makan mie goreng (tertawa). Saya kalau pagi bangun, berdoa, lalu cek social media untuk melihat update terbaru, baru email yang kebanyakan dari partner luar negeri. Saya biasa memulai pagi dengan happy, ya, karena nggak ada beban dan bacaannya menyenangkan. Nanti siang di kantor, baru mulai stress.

qc-jkt-2019

Bagaimana Pak Andy bersantai di akhir hari?
Saya punya tiga anak perempuan, jadi saya punya banyak cara untuk melepas stress dengan menghabiskan waktu bersama mereka: ngobrol dengan anak pertama, main dengan yang kedua dan ketiga.

Apakah ada satu buku yang Anda rekomendasikan untuk dibaca semua orang?
I’m not a book reader. Selain social media di pagi hari itu, saya baca artikel dengan membaca newsfeed dari macam-macam aplikasi: Flipboard, Reader, dan belakangan saya suka Pocket. Jadi biasanya saya mengumpulkan artikel-artikel yang nggak sempat dibaca, lalu saya baca di pagi hari. Newsfeed saya sekarang social media, berita yang dikirim teman-teman dan saya tinggal baca kebanyakan dari Facebook, Twitter, dan sekarang Instagram. Tapi kalau berita masih dari Facebook.

Apa ada topik atau issue yang menarik perhatian Pak Andy? Mungkin politik, sosial ekonomi?
I try to get away from politics. Saya lebih tertarik ke bidang pendidikan karena sejak dulu saya suka coaching people. Saya dulu sempat jadi dosen ngajar marketing di Australia dan I run The Founder Institute. I coach young entrepreneurs, pebisnis muda startup yang talented, lalu ada Ideabox juga. Saya menikmatinya. Ketika kamu berbagi apa yang kamu ketahui dengan orang lain, kamu tidak akan kehilangan apa-apa, malahan mendapat lebih banyak teman, kolega, dan network.

Apa parameter seseorang untuk bisa disebut “talented” bagi Pak Andy?
Jadi begini, you can’t be good at everything. Menurut saya, tidak ada yang namanya jack of all trades yang tahu segala hal. Saya rasa setiap orang harus mengevaluasi diri dan mencari tahu area keahlian, mengembangkan passion, dan mencari tahu bagaimana mereka dapat mengkontribusi ke orang-orang di sekelilingnya. Lebih baik fokuskan pada satu hal: what you’re good at and how you can use it to contribute to other parties.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next