Bagaimana Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Anda” Saat Wawancara? | Qerja

Bagaimana Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Anda” Saat Wawancara?

Qerja, 5 years ago
Bagaimana Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Anda” Saat Wawancara?

“Apa kelebihan Anda?” beserta pasangannya “Apa kelemahan Anda?” adalah dua pertanyaan yang paling sering muncul di sesi wawancara. Pertanyaan mengenai kelebihan mungkin relatif mudah dijawab, sementara yang satunya lagi sering membuat kandidat tergagap-gagap menjawabnya.

Pertanyaan mengenai kelemahan kandidat kerap terselip dalam bentuk kalimat lain, misalnya, “Apa saja aspek diri Anda yang bisa Anda kembangkan lagi?”. Banyak yang memilih mengatakan mereka tidak punya kelemahan atau memberi jawaban berbelit-belit sebagai pengalih perhatian. Intinya, para kandidat khawatir kelemahan yang sebenarnya akan menjadi alasan mereka ditolak untuk posisi tersebut. Ah, seandainya saja Anda bisa menjawab bahwa kelemahan Anda adalah diskon besar-besaran atau video kucing lucu di YouTube!

Menurut tim Qerja.com, baiknya Anda pikirkan dulu baik-baik apa yang memang sering jadi kendala Anda dalam bekerja. Jawab saja dengan jujur. Tapi jangan lupa berikan solusi. Apa alasannya?

1. Tidak Ada Yang Sempurna
Ketika Anda mengatakan Anda tidak punya kelemahan atau memberi jawaban klise seperti “Saya orang yang perfeksionis” atau “Saya agak workaholic”, sama saja Anda sedang berusaha memberi kesan bahwa Anda sudah sempurna dan tidak punya aspek diri yang bisa diperbaiki lagi.

Sebuah perusahaan yang dinamis dan sedang berkembang tentu mengharapkan pegawainya untuk menjadi luwes sesuai tuntutan situasi dan memiliki daya adaptasi yang tinggi sejalan dengan pergerakan di tempat kerja.

Di samping itu, jawaban klise tanpa elaborasi akan membuat Anda terdengar seperti robot kaku yang menghafal jawaban standar pertanyaan interview, sedangkan jika Anda menjawab tidak punya kelemahan, Anda berisiko tampak arogan.

2. Perusahaan Sedang Mengetes Anda
Pertanyaan ini dirancang tidak hanya untuk mencari titik kelemahan kandidat yang berpotensi merugikan pihak perusahaan, namun juga untuk mengukur kemampuan kandidat untuk mengidentifikasi permasalahan, menemukan solusi, dan ada tidaknya fleksibilitas untuk melakukan instropeksi diri. Seorang pewawancara yang kompeten akan mempertimbangkan bahwa Anda memiliki niat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Jika Anda diberikan pertanyaan ini saat wawancara, berikan jawaban sejujurnya yang relevan dengan pekerjaan yang Anda incar disertai dengan usaha apa saja yang Anda lakukan untuk mengatasinya. Contohnya, kelemahan Anda adalah Anda kerap mengalami kesulitan mengejar deadline karena permasalahan manajemen waktu.

Tambahkanlah hal-hal yang telah Anda lakukan untuk mengatasinya, misalnya memberi diri Anda sendiri deadline pribadi. Begitu pula jika Anda sebetulnya kurang kualifikasi, mungkin di segi pengalaman atau keahlian; Anda juga harus menawarkan rencana dan langkah konkrit yang sedang Anda ambil untuk ‘menambal’ kekurangan Anda.

Pernahkah Anda ‘tersandung’ pertanyaan ini saat wawancara? Bagaimana Anda menjawabnya?

BACA JUGA:

5 Pertanyaan yang Harus Diajukan di Akhir Wawancara Kerja

Tiga Kiat Membebaskan Diri dari Pertanyaan Sulit di Wawancara Kerja

Tips Menghadapi Wawancara Kerja Saat Sudah Lama Menganggur



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next