Panduan Menjawab 7 Pertanyaan Paling Susah Dalam Interview Kerja | Qerja

Panduan Menjawab 7 Pertanyaan Paling Susah Dalam Interview Kerja

Qerja, 3 years ago
Panduan Menjawab 7 Pertanyaan Paling Susah Dalam Interview Kerja

Panggilan interview atau wawancara merupakah tahapan paling penting dalam proses penerimaan kerja di sebuah perusahaan. Bila Anda dipanggil untuk proses ini, berarti lamaran dan CV yang Anda kirim telah membuat pihak perusahaan berkesan dan ingin mengenal Anda lebih dalam.

Namun seringkali wawancara berakhir menyedihkan karena si pelamar gagal menunjukkan bahwa dirinya layak dan cocok untuk jabatan yang ditawarkan. Bisa jadi karena dirinya gugup atau kurang persiapan dalam menjawab beberapa pertanyaan dari perusahaan.

Berikut ini ada tujuh pertanyaan yang dianggap susah saat interview kerja, dan sering membuat orang gagal untuk diterima. Penasaran? Silakan disimak.

1. Apa alasan Anda melamar ke tempat ini?

Pertanyaan ini sebenarnya adalah untuk mengetes sejauh mana pengetahuan Anda tentang perusahaan tersebut, dan apakah Anda memang benar-benar tertarik bekerja di situ.

Jawab: Ceritakan apa saja kelebihan perusahaan tersebut di mata Anda, dan beberkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuatnya jadi lebih baik.

Jangan: Terlalu banyak memuji perusahaan. Susun kalimat sehalus mungkin, dan jika ingin memberi pujian jangan lupa beri alasan yang kuat sehingga mereka tidak merasa Anda lebay atau hanya sekadar “menjilat”

2. Mengapa Anda (ingin) keluar dari tempat kerja lama?

Tentu saja perusahaan akan penasaran, kok Anda mau keluar dari pekerjaan lama dan bergabung di tempat mereka? Apakah Anda bertengkar dengan atasan? Atau jangan-jangan Anda menjadikan perusahaan yang lama hanya sebagai pengisi waktu sambil mencari pekerjaan lain?

Jawab: Yang bisa Anda lakukan adalah menjawab bahwa Anda ingin belajar mengembangkan diri dengan cara mempelajari bidang lain dan mengaplikasikan skill Anda di situasi yang berbeda. Jika memang di perusahaan yang lama gaji Anda di bawah standar, Anda juga bisa menjadikannya sebagai salah satu alasan, asal bukan sebagai alasan utama.

Jangan: Menjelek-jelekkan perusahaan lama. Tekankan bahwa hubungan Anda baik-baik saja dengan mantan atasan, dan meski Anda mungkin harus menceritakan apa yang membuat Anda kurang puas di perusahaan lama, tetap sertakan juga hal-hal positif yang sudah Anda pelajari dari sana.

Jika Anda menjelek-jelekkan perusahaan sebelumnya, apalagi mantan bos Anda, ini menunjukkan attitude buruk dan kemungkinan besar perusahaan akan berpikir dua kali untuk menerima Anda.

3. Berapa gaji yang Anda inginkan?

Ini bukan pertanyaan tes. Perusahaan memang ingin tahu berapa gaji yang Anda inginkan, supaya mereka bisa mengecek dengan budget mereka sendiri.

Jawab: Jawab saja dengan jujur, berapa gaji yang Anda terima dari perusahaan lama. Dan sebutkan bahwa Anda mengharapkan gaji yang lebih tinggi dari perusahaan sebelumnya, terutama karena Anda sudah cukup berpengalaman di bidang yang mereka tawarkan. Agar tak menawar terlalu rendah atau terlalu tinggi, cek standar gaji di perusahaan tersebut lewat Qerja.com supaya ada patokan.

Jangan takut meminta gaji lebih tinggi, asal masih realistis dan sesuai standar perusahaan tersebut, karena biasanya akan ada pertimbangan dari pihak perusahaan apakah gaji yang Anda minta terlalu besar atau kecil. Kalau mereka benar-benar menginginkan Anda, pasti mereka masih akan menawarkan negosiasi bila nilai gaji yang Anda minta memang terlalu besar.

Jangan: Menjawab, “Terserah perusahaan saja.” Ini akan membuat Anda terlihat terlalu putus asa dan tak bisa mengambil keputusan penting yang akan menentukan kehidupan finansial Anda. Jangan juga memberi angka terlalu tinggi yang membuat perusahaan bahkan malas bernegosiasi.

Kesalahan lain yang umum dilakukan adalah berbohong tentang besaran gaji yang diterima dari perusahaan yang lalu. Ingat, calon bos Anda bisa mengecek nominal gaji Anda yang sebenarnya melalui Qerja.com, atau lewat kenalannya di perusahaan Anda.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next