Dari Finance ke Fashion: Perjalanan Karier Jun Mardi | Qerja

Dari Finance ke Fashion: Perjalanan Karier Jun Mardi

Qerja, 4 years ago
Dari Finance ke Fashion: Perjalanan Karier Jun Mardi

Penuh energi dan opini, Jun Mardi tidak hanya sekadar teman bicara yang menyenangkan. Perpindahannya yang sukses dari industri finance ke fashion menjadikan CEO dan pemilik (X)S.M.L. serta beberapa lini bisnis lain ini sebagai tokoh yang tepat untuk edisi Star Leader kali ini. Ikuti percakapan tim Qerja dengan Jun Mardi yang membahas tentang perjalanan karirnya yang inspirasional hingga pandangannya terhadap kreativitas dan generasi milenial.

Di mana Anda lahir?

Saya lahir di Jakarta. 

Apa saja yang Anda senang lakukan waktu masih kecil?

Saya tumbuh besar di generasi yang berbeda. Kami tidak terlalu terekspos ke dunia digital; TV saja masih analog. Saya pindah ke Singapura saat masih sangat muda, sekitar umur 8, dan di sana, saya terpapar ke berbagai hal yang tidak ditemui di Jakarta saat itu. Dulu aktivitasnya banyak, seperti berkumpul dengan teman, aktivitas ekstrakurikuler. Saya sendiri bergabung dengan band militer sebagai peniup terompet. Saya kebanyakan menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar. Tapi sisi baiknya, saat itu tidak ada terlalu banyak pengalih seperti zaman sekarang.

Saya juga suka bermain Lego dan koleksi saya cukup banyak, walau saya merasa Lego telah kehilangan daya tariknya karena sekarang Lego dijual dalam bentuk set. Dulu kami dipaksa untuk menggunakan imajinasi kami sendiri untuk menciptakan cerita sendiri, tapi sekarang mereka menciptakan cerita untuk konsumennya dengan Lego set.

Bagaimana Anda memulai hari? Apakah dengan secangkir kopi atau teh?

Saya tidak minum kopi, saya minum sedikit teh untuk sedikit tambahan energi. Saya memulai hari dengan sarapan karena saya percaya sarapan adalah bagian terpenting dalam sehari. Lalu saya akan mengecek situs berita Bloomberg, lalu karena saya bergerak di bidang fashion, saya akan membaca WSGN untuk riset fashion. Setelah itu, baru saya ke kantor.

Jadi bagaimana Anda melepas stress di penghujung hari?

Saya akan pergi ke gym karena menurut pengaturan elemen China, saya berada di bawah naungan elemen logam sehingga saya perlu dikelilingi objek logam seperti besi untuk meningkatkan energi chi. Kadang saya membaca buku dan kadang saya keluar dengan teman walau tidak sering karena kesibukan saya terlalu banyak. Sulit untuk membuat rencana dengan teman ketika jadwal saya selalu padat dan saya perlu segera terbang ke negara lain.

Anda mengatakan kalau Anda senang membaca buku. Buku apa yang anda rekomendasikan unfuk dibaca semua orang?

Saya sangat menyukai “The Alchemy”. Buku itu mengajarkan saya bahwa saya perlu keluar dari comfort zone. Saya perlu keluar melihat dunia dan belajar hal baru.

Bagaimana anda mendeskripsikan gaya berpakaian Anda?

Simpel, dengan warna-warna monochrome.

Topik apa yg menarik perhatian anda sekarang?

Selain fashion, food—kami juga punya sebuah bisnis franchise burger di Singapura dan HK. Selain itu, mungkin bidang finansial. Saya dulu pernah bekerja cukup lama di bidang finansial, di private equity. Saya masih memperhatikan perkembangan mata uang asing, karena menurut saya, meskipun ia tidak langsung berpengaruh ke hidup kita, kita perlu tahu tentang kejadian yang sedang berlangsung di seluruh dunia.

Sebelum (X)S.M.L., Anda bekerja di bidang finance. Apa yang membuat Anda melakukan lompatan ini?

Saat itu saya bekerja di Fortress Investment Group, salah satu private equity terbesar di dunia. Saya menikmati pekerjaan saya di sana dengan prestisenya dan kompensasi moneter. Tahun 2009 saat kejadian jatuhnya Lehman brothers, banyak investor yang juga menarik investasi mereka dan kantor-kantor di Asia ditutup. Departemen saya ditutup dalam semalam.

Setelah itu, saya memutuskan untuk membangun investment firm saya sendiri yang berinvestasi di sektor retail dan lifestyle. Di samping itu, saya juga memulai bisnis saya sendiri, seperti membeli beberapa franchise untuk fashion, food, dan lainnya.

Jadi bisa dibilang kejadian di tahun 2009 itu adalah katalis untuk semuanya. Kalau tidak ada kejadian tersebut, mungkin saya masih bekerja di sana karena sebetulnya saya juga menyukai dunia tersebut.

Apa tantangan-tantangan yang Anda hadapi di hari-hari awal (X)S.M.L.?

Banyak sekali, salah satunya saat saya baru mengambil alih dari pemilik awalnya. Mereka berasal dari generasi berbeda jadi saya melakukan banyak reshaping dengan memperkenalkan sistem baru yang mengintegrasikan teknologi ke (X)S.M.L., seperti misalnya data entry yang awalnya manual sekarang sudah dikomputerisasi.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next