6 Etiket Kerja Profesional Yang Sering Dilupakan Generasi Milenial | Qerja

6 Etiket Kerja Profesional Yang Sering Dilupakan Generasi Milenial

Qerja, 4 years ago
6 Etiket Kerja Profesional Yang Sering Dilupakan Generasi Milenial

Generasi milenial, mereka yang menurut majalah TIME berusia sekitar 15 hingga 35 tahun, tumbuh di era ‘banjir’ informasi dan teknologi yang mempengaruhi cara mereka berpikir dan berinteraksi. Perbedaan pendapat dan perspektif antar generasi adalah sesuatu yang lazim, namun, setidaknya untuk saat ini, generasi milenial perlu beradaptasi dan belajar bagaimana bekerja dengan atasan dari generasi berbeda yang memiliki pola pikir, cara komunikasi, dan ekspektasi yang berbeda pula.

Baik ini adalah pekerjaan pertama Anda atau Anda sudah lama memasuki dunia korporat, seperangkat keahlian dan tata krama dunia kerja ini akan menjadi petunjuk berguna bagi Anda untuk sukses menaiki jenjang karier.

1. Komunikasi Dua Arah

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan internet, mudah sekali merasa tidak ada yang Anda ketahui: seluruh informasi di dunia bisa Anda akses dengan satu klik! Manfaatkan kelebihan yang Anda miliki ini dengan aktif berpartisipasi saat meeting. Ingat, ketika Anda menyampaikan ide atau pendapat, persiapkan argumen dan pernyataan yang logis dan bisa Anda pertanggung jawabkan. Jangan asal berkicau saja.

Di sisi lain, Anda juga perlu tahu kapan saatnya untuk diam dan mendengarkan input dan kritik konstruktif yang diberikan atasan atau kolega Anda. Tidak ada salahnya juga jika Anda aktif meminta instruksi atau menanyakan tentang etika kerja, daripada Anda melakukan kesalahan fatal nantinya. Kesampingkan ego Anda, karena sebagai pegawai baru, perusahaan pasti juga tidak mengharapkan Anda langsung paham kinerja dan pergerakan di tempat kerja di minggu-minggu awal.

2. Tata Krama Komunikasi Tertulis

Sehari-hari, Anda mungkin terbiasa dengan komunikasi yang bersifat lebih kasual dan tidak terikat aturan bahasa yang kaku. Popularitas emoji sedikit banyak juga merubah dinamika komunikasi tertulis, yang mana simbol dan gambar menggantikan kata-kata sebagai penadah informasi.

Untuk interaksi sosial di luar kerja, silahkan saja Anda menulis dgn klmt sprt ni :), tapi untuk korespondensi profesional berupa email kantor atau laporan proyek, selalu gunakan gaya bahasa lebih formal dengan memperhatikan pengejaan dan tanda baca yang baik dan benar. Satu lagi: selalu, selalu hindari menggunakan emoticon untuk komunikasi bersifat profesional.

3. Berbusana Yang Tepat

Dari sesi wawancara hingga busana kerja, aturan universal yang perlu Anda cermati adalah rapi dan profesional. Budaya kerja dan aturan berbusana di kantor Anda mungkin cenderung kasual, tapi bukan berarti Anda bisa seenaknya mengenakan celana pendek dan sandal jepit ke kantor. Jika Anda tidak yakin, amati bagaimana atasan dan karyawan senior berpakaian dan jadikan pedoman Anda berbusana.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next