Cara Data Membunuh Karier Seseorang | Qerja

Cara Data Membunuh Karier Seseorang

Eka Utami, 4 years ago
Cara Data Membunuh Karier Seseorang

Kita hidup di zaman modern di mana kemajuan teknologi melesat dengan cepat. Dengan hanya menekan tombol di tuts komputer, Anda bisa mendapat banyak informasi berharga dari berbagai situs di internet. Tapi jangan salah, perilaku Anda di internet juga dikumpulkan menjadi data besar oleh perusahaan. Data tersebut dikumpulkan oleh para perusahaan dan kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan mereka.

Perusahaan bisa sangat cerdik dalam menggunakan database besar. Mereka tinggal menyewa ahli untuk membaca, mengolah dan menganalisis data untuk kepentingan bisnis. Dengan modal yang lebih sedikit, sumber daya dimanfaatkan dengan optimal dan menghasilkan pendapatan semaksimal mungkin, sehingga tercipta efisiensi.

Dengan memanfaatkan database besar secara optimal, perusahaan bisa memangkas jumlah pegawainya. Mereka tak lagi butuh orang untuk terjun ke lapangan untuk menganalisis potensi pasar karena kini datanya sudah tersedia di layar komputer manajer. Pada akhirnya seseorang akan kehilangan pekerjaan karena sebuah mesin. Beginilah cara kemajuan teknologi membunuh karier seseorang seperti dikutip dari techrepublic.com

Data yang beragam

Database besar yang tersedia di lacar kaca menyajikan data yang beragam. Tapi apalah artinya angka-angka tersebut kalau Anda tidak tahu cara menggunakannya? Maka perusahaan harus membayar seorang ahli pengolah data untuk bisa menganalisis sehingga bisa bermanfaat bagi manajer untuk menentukan langkah selanjutnya. Sehingga sekarang perusahaan mau menggaji tinggi untuk seorang ahli data.

Apakah ini berarti manusia akan tergusur? Ternyata jawabannya belum tentu.

Kunci keseimbangan adalah simbiosis antara manusia dengan mesin. Manusia memiliki keunggulan karena punya perasaan, ingin tahu dan kreativitas. Sementara mesin juga melakukan bagiannya dengan baik: skalanya yang besar, mengolah data dan menjawab pertanyaan dengan cepat.

Mesin dapat menjawab permintaan sesuai interpretasi manusia. Mesin bisa mencari tahu penyebab dan korelasi antara satu hal dengan hal lain. Sementara manusia memilih jawaban yang diberikan dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Kedua belah pihak saling membantu satu sama lain.

Akal sehat telah dikalahkan oleh euforia menyambut keberhasilan mesin dalam mengolah data. Padahal mesin tercanggih sekalipun tetap hanya bisa menjadi pendamping kecerdasan manusia untuk mendapat hasil olahan data yang maksimal. Seperti halnya Anda membutuhkan kecerdikan arsitek untuk membuat bangunan yang kompleks. Anda juga harus mendapat bantuan dar para insinyur untuk mengerjakan pekerjaan yang bagus.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next