Sifat Teladan 5 Pahlawan Yang Bisa Dipraktikkan di Tempat Kerja

Oleh Steffi Teowira, 6 years ago

Bicara teladan pahlawan, mudah rasanya untuk mengingat aspek-aspek yang diajarkan di sekolah dulu, seperti berani, nasionalis, patriotis, dan berbagai sifat lainnya yang sejujurnya terasa abstrak di era modern. Namun tahukah Anda, ada beberapa teladan pahlawan Indonesia yang sebetulnya bisa diaplikasikan ke dunia kerja. Simak pencapaian dan sifat-sifat yang relevan dipraktikkan sehari-hari di kantor dari lima pahlawan di artikel ini.

1. I.R. Soekarno


Pernah dipenjara dan diculik, I.R. Soekarno tetap fokus dengan goal untuk memerdekakan Indonesia. Selain nasionalis dan gigih, beliau juga dikenal karismatik, baik ketika menghadapi kerumunan saat membacakan proklamasi di khalayak umum maupun saat menemui para petinggi dunia. 

Anda tidak perlu mencalonkan diri sebagai presiden untuk menjadi teladan pemimpin seperti bapak negara yang satu ini. Setiap orang dapat menjadi pemimpin tanpa menjadi CEO. Mulailah dengan menjadi pemimpin untuk diri Anda sendiri dengan manajemen waktu yang baik dan berkomitmen pada goal Anda di tengah-tengah keletihan dan kejenuhan kerja yang Anda rasakan. Untuk memaksimalkan potensi Anda, pupuk kepercayaan diri agar bersinar saat networking dengan individu dari berbagai lini industri.

2. R.A. Kartini


Jika beliau tunduk pada batasan job description sebagai seorang wanita ningrat yang diam di rumah, maka persamaan hak dan kesejahteraan wanita Indonesia mungkin tidak akan terwujud hingga beberapa tahun bahkan dekade kemudian. Dengan keluar dari zona nyaman, nama beliau tercatat dalam sejarah sebagai pahlawan di kalangan wanita dan terpatri di benak rakyat Indonesia hingga ratusan tahun ke depan.

Seperti beliau, Anda juga tidak seharusnya dibatasi oleh job description Anda. Untuk mencapai sesuatu yang luar biasa, Anda tentu perlu memberikan lebih. Baik itu promosi, kenaikan gaji, Anda perlu menunjukkan pada atasan bahwa Anda telah memberikan sesuatu yang ekstra di luar kewajiban Anda sehari-hari. Bagaimana caranya? Mulailah dari menetapkan target Anda dan mengambil langkah konkrit untuk mencapai yang Anda inginkan. 

3. Sutomo (Bung Tomo)


Pemimpin pertempuran 10 November 1945 yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan ini terkenal dengan pidato berapi-api, terutama semboyan pembangkit semangat "merdeka atau mati". Tidak hanya memanfaatkan kekuatan prajurit dan senjata di medan perang, Bung Tomo juga sadar bahwa kata-kata juga memiliki kekuatan tersendiri.

Anda yang duduk di depan layar komputer juga dapat menanam semboyan pendongkrak semangat yang sama dalam hati. Berikan segalanya, well, tentu saja bukan "kerja keras atau mati", tapi gunakan pola pikir tersebut ketika Anda menghadapi sebuah tugas atau proyek: go big or go bust, berikan semaksimal mungkin usaha dan kemampuan yang Anda miliki. Jika Anda bekerja sama dengan kolega dalam sebuah tim, tidak ada salahnya sesekali memberi dukungan pada anggota tim lainnya; mereka tentu akan menghargai suntikan kalimat pendukung Anda.

Satu kontroversi yang menyelimuti Bung Tomo mengenai perlakuan beliau terhadap etnis minoritas juga dapat Anda jadikan pelajaran dan pengingat bahwa bahkan seorang pahlawan yang dielu-elukan juga punya sisi yang tidak langsung terlihat. Baik untuk proyek atau permasalahan dengan kolega, langkah yang bijak adalah untuk menilik satu perkara dari berbagai sudut pandang.


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami