Hadi Wenas, Sosok di Balik Suksesnya MatahariMall.com | Qerja

Hadi Wenas, Sosok di Balik Suksesnya MatahariMall.com

Qerja, 4 years ago
Hadi Wenas, Sosok di Balik Suksesnya MatahariMall.com

Setelah sukses menjadi co-founder Zalora, Hadi Wenas kini menggunakan talentanya sebagai CEO MatahariMall.com untuk mengembangkan website ini sebagai e-commerce terbesar di Indonesia. Simak perjalanan karier Hadi Wenas di edisi Star Leader kali ini.

Di mana Anda lahir dan dibesarkan? 

Saya lahir di Surabaya di Mulyosari dan nggak pernah pindah.

Masa kecil Anda seperti apa?

Saya waktu kecil kasar dan berani, dan pertama kali berantem umur tiga, empat. Mungkin karena itu saya bawaannya direct dan pola pikir fighting.

Waktu kecil saya suka main Lego, tapi cara saya memainkannya agak beda. Saya nggak pernah mendapat Lego baru dengan kotak yang ada petunjuk dan contoh, selalu Lego bekas yang blok-bloknya saja. Saya nggak pernah bermain Lego yang ikut contohnya dan saya selalu membangun Lego berdasarkan imajinasi. 

Saya juga senang bermain robot tapi setahun hanya beli robot dua kali: waktu ulang tahun dan naik kelas. Mainan baru biasanya keluar waktu Desember, tapi saya belinya sekitar Mei. Bisa dibilang ini juga mengajarkan saya tentang penantian. 

Bagaimana Anda memulai hari? Mungkin dengan secangkir kopi atau teh? 

Nggak ada yang spesifik. Biasa saya bangun lalu mandi, kadang sarapan, kadang nggak.

Bagaimana Anda bersantai di akhir hari dan melepas stress di penghujung hari kerja?

Saya mendengarkan audiobookpodcast, menonton berita, baca manga semacam Bleach, Naruto.

Anda tadi mengatakan kalau Anda suka mendengarkan audiobook. Apa buku yang Anda rekomendasikan untuk dibaca semua orang?

Saya sebetulnya tergolong introvert dan bagi mereka yang punya karakter ini, saya sangat merekomendasikan Quiet oleh Susan King dan untuk startup, saya sudah baca beberapa buku tapi saya rasa yang paling bagus itu Street Smarts oleh Norm Brodsky.

Mengapa Anda suka buku itu?

Karena bukunya cenderung tactical, no bullshit. Isinya bukan basa basi motivasi pemberi semangat.

Apakah Anda sendiri suka belanja online atau pergi ke mall?

Ya, saya suka belanja, kadang online, kadang di mall.

Apakah ada topik atau isu terkini yang sedang menarik perhatian Anda, mungkin sesuatu di luar industri Anda?

Saat ini saya dan beberapa individu dengan pemikiran serupa memiliki tujuan untuk membuat Indonesia menjadi superpower. Masih jauh, sih, tapi bisa dimulai dengan memperbaiki sektor pendidikan.

Bagaimana kira-kira langkah Anda untuk memperbaikinya?

Sebetulnya saya sekarang masih fokus membangun kapitalnya. Jadi untuk saat ini masih fokus di CSR.

Waktu kuliah, Anda mengambil jurusan Computer Science dan pekerjaan Anda juga sekarang seputar teknologi. Menurut Anda, apakah bisa dibilang ini adalah passion Anda?

Itu kebetulan saja. Passion saya adalah winning, baik itu bersama tim atau untuk diri saya sendiri. Winning di sini berarti melampaui batasan yang kamu tentukan untuk diri sendiri, bukan hanya unggul dari orang lain.

Misalnya, waktu saya di McKinsey, saya pernah bertemu seorang pegawai yang berkualitas, tapi dia gagap. Karena itu, tidak ada yang bersedia satu proyek dengannya. Saat itu saya adalah manajer dan saya memutuskan bekerja dengannya. Banyak yang bilang mengapa saya mau menjadikannya bagian dari tim saya, dia kan gagap? Nanti menyusahkan saja dan bermasalah dengan klien. Menurut saya itu omong kosong.

Jadi saya membantunya berkembang. Bahkan sekarang setelah saya keluar, dia masih juga sukses. Setelah proyek itu, dia jadi lebih percaya diri. Tipe winning seperti itu yang saya sukai.

Pekerjaan pertama Anda di Oracle, bukan? Apa yang Anda pelajari dari pekerjaan pertama Anda?

Saya belajar prioritization dan product cycle.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next