7 Penyebab Fresh Graduate Susah Dapat Kerja (dan Solusinya) | Page 2 | Qerja

7 Penyebab Fresh Graduate Susah Dapat Kerja (dan Solusinya)

Qerja, 4 years ago
7 Penyebab Fresh Graduate Susah Dapat Kerja (dan Solusinya)

Terlalu Selektif

Terlalu “nyampah” dan mengirim lamaran ke ratusan lowongan memang tidak efektif, tapi terlalu picky pun tidak bagus. Bagaimana Anda bisa menemukan karir yang ternyata cocok untuk Anda, kalau Anda bahkan tak pernah mencoba?

Solusi: Jika Anda memang sudah punya satu perusahaan incaran, coba perluas pencarian kerja ke perusahaan lain di bidang yang sama. Atau buatlah daftar industri dan bidang pekerjaan yang menarik minat Anda, dan yang sekiranya Anda masih mau untuk mencoba, kemudian lamarlah ke perusahaan yang sesuai. Toh kalau ternyata Anda tak suka setelah menjalaninya, setidaknya Anda tahu karena sudah mencoba. Dan Anda juga jadi punya pengalaman yang bisa ditambahkan ke dalam CV.

Kurang Jaringan

Karena baru lulus, biasanya fresh graduate tidak memiliki jaringan seluas orang yang sudah bekerja, dan jarang ada yang ingin memulai karena berpikir networking hanya untuk pekerja kantoran. Padahal tanpa networking, kesempatan Anda mendapatkan info lowongan pekerjaan lebih sedikit karena tak cukup sumber.

Solusi: Aktif di sosial media dan menjalin koneksi di website seperti LinkedIn bisa menjadi jalan untuk mendapat jaringan baru. Selain melalui media sosial, Anda juga bisa membuka jaringan dengan para alumni kampus Anda untuk mendapatkan informasi pekerjaan, bahkan merekomendasikan Anda ke perusahaannya.

Kurang Percaya Diri

Banyak fresh graduate yang masih malu-malu atau tidak percaya diri saat berhadapan dengan pewawancara di ruangan interview, meskipun ia punya keahlian dan bakat yang bisa jadi pertimbangan perusahaan. Ini berpotensi membuat calon bos Anda ilfeel dan berpikir dua kali untuk mempekerjakan Anda.

Solusi: Ingat, pewawancara juga manusia, jadi Anda tak perlu takut. Apa sih hal terburuk yang bisa terjadi ruangan wawancara? Kemungkinan terburuknya adalah Anda tak diterima kerja, tapi itu justru bisa terjadi jika Anda tak percaya diri. Jadi, ayo tegakkan kepala, bicara dengan suara yang jelas terdengar, dan jangan sungkan promosikan diri Anda di depan pewawancara.

Jika Anda masih minder, lakukan 5 trik berikut ini untuk terlihat percaya diri meski sebenarnya tidak.

Nilai di Bawah Rata-Rata

Meskipun sebagian besar perusahaan tidak meminta nilai IPK sebagai persyaratan, faktor ini tetap bisa jadi penentu Anda untuk diterima atau ditolak di perusahaan jika IPK Anda benar-benar di bawah rata-rata. Perusahaan jadi akan bertanya-tanya, apa yang salah dengan Anda sampai bisa mendapat IPK serendah itu.

Solusi: Seandainya Anda memiliki nilai IPK yang agak “memalukan”, dan Anda melamar ke perusahaan yang tak mensyaratkan penyebutan nilai IPK maupun pemberian fotokopi ijazah, tak usah lah berinisiatif mengumumkan atau memberi ijazah. Cukup kirimkan CV, cover letter, dan persyaratan lain yang diminta, dan tak perlu ungkit-ungkit soal IPK Anda kecuali Anda memang ditanya saat wawancara.

Siapkan juga jawaban yang tepat untuk saat Anda ditanya. Anda bisa bilang misalnya nilai Anda buruk karena bidang studi tersebut sebenarnya bukan minat Anda, atau akui kesalahan Anda yang terlalu sering nongkrong dan beraktivitas di luar ketimbang kuliah. Malah mungkin lewat alasan ini Anda bisa mempromosikan bakat dan keunggulan Anda yang lain.

Jika Anda fresh graduate dan saat ini masih mencari kerja, simak:
Daftar Lowongan Kerja di Jakarta untuk Fresh Graduate

 

BACA JUGA:

5 Kesalahan Umum Saat Menulis Cover Letter

Tips Sukses dari Magang Jadi Karyawan Tetap

7 Profesi yang Terbuka untuk Fresh Graduate dari Segala Jurusan

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next