7 Tips Adaptasi dengan Rekan Kerja Baru | Qerja

7 Tips Adaptasi dengan Rekan Kerja Baru

Qerja, 4 years ago
7 Tips Adaptasi dengan Rekan Kerja Baru

Pernahkan Anda merasa bingung saat berada di dalam satu lingkungan baru? Rasa canggung dan bingung harus melakukan apa pastinya akan menyerang Anda, terlebih jika ini adalah hari pertama Anda masuk ke perusahaan baru, atau berada dalam lingkungan pekerjaan baru yang sangat berbeda dengan lingkungan kerja Anda sebelumnya.

Namun demi kebaikan Anda, rasa canggung tersebut sebaiknya langsung diatasi dengan segera jika Anda tak ingin jadi orang yang terkucil di kantor. Berikut ini 7 tips beradaptasi dengan rekan kerja di kantor baru.

1. Pelajari Budaya Kantor Baru

Foto: www.cloudave.com

Setiap perusahaan pastinya memiliki budaya pergaulan yang berbeda-beda. Maka sebaiknya Anda coba untuk mempelajari budaya yang ada di perusahaan tersebut, mulai dari cara bertegur sapa antar karyawan dan juga kepada atasan. Beberapa perusahaan menggunakan panggilan resmi kepada rekan kerjanya, biasanya mereka menggunakan panggilan ibu dan bapak. Tetapi tidak sedikit juga perusahaan yang lebih santai dan merujuk dengan panggilan kakak, mas, atau mbak kepada sesama rekan kerja. Sementara itu, ada juga perusahaan yang di antara sesama pegawainya hanya sekadar memanggil nama saja.

Anda juga bisa mempelajari cara mereka berbicara, bagaimana gaya bahasa yang dipakai, dan hirearki pergaulan seperti apa yang mereka anut. Apakah berdasarkan jabatan atau tidak.

2. Menyapa Lebih Dulu

Foto: www.workopolis.com

Mengingat Anda adalah orang baru, maka memang sudah seharusnya Anda menyapa rekan kerja Anda terlebih dahulu. Sapalah mereka saat Anda berpapasan di dalam lift misalnya. Memulai pembicaran lebih lanjut juga tidak ada salahnya. Anda bisa saja sekadar menanyakan apakah mereka sibuk dengan pekerjaan mereka atau tidak. Basa-basi tidak ada salahnya di sini.

3. Makan Siang Bersama

Foto: www.glassdoor.com

Jika Anda sudah mengenal rekan-rekan kerja Anda, maka tidak ada salahnya jika Anda mengajak mereka atau menawarkan diri Anda untuk keluar makan siang bersama. Saat jam makan siang biasanya suasana akan lebih mencair jika dibandingkan saat di dalam kantor.

Di hari-hari awal masuk kantor baru, usahakan jangan menolak setiap diajak makan siang bersama. Jika Anda membawa bekal dari rumah, makan saja bersama teman-teman lain di kantin atau restoran. Biasanya di hari-hari awal inilah para rekan kerja baru akan berusaha mengenal Anda lebih baik di jam makan siang.

4. Jangan Langsung Bergosip

Foto: www.jimdonovan.com

Walaupun rekan kerja Anda sudah mulai menerima Anda ke dalam lingkar pergaulan yang ada, namun sebaiknya Anda hindari untuk bergosip tentang tempat kerja baru Anda. Ingat, Anda adalah pemain baru di dalamnya, jangan sampai Anda merasa bahwa ikut bergosip bisa membuat Anda lebih diterima di dalam pergaulan kantor. Salah-salah itu bisa menjadi senjata makan tuan.

5. Jangan Menjadi Penjilat

Foto: woman.thenest.com

Hal yang satu ini rasanya menjadi salah satu hal yang paling tidak disukai oleh kebanyakan orang, yaitu menjadi penjilat. Jangan karena merasa ingin mendapat perhatian lebih dari atasan, lalu Anda melaporkan semua hal negatif yang ada di kantor kepada atasan. Bukannya ingin membiarkan hal yang tidak beres berlangsung di kantor, tetapi ingatlah bahwa itu memang bukan urusan Anda. Alih-alih mencari perhatian atasan, yang ada Anda malah dimusuhi oleh rekan satu kantor. Namun, Anda bisa melaporkan hal tersebut jika Anda merasa apa hal tersebut memang merugikan Anda.

6.Membawa Makanan


Foto: www.pinterest.com

Sekali-kali “menyogok” rekan kerja juga tidak ada salahnya. Jika Anda memiliki budget lebih sesekali bawalah makanan ke kantor untuk dinikmati bersama dengan rekan kerja Anda. Makanan yang Anda bawa juga tidak harus mewah, hanya sekadar camilan seperti keripik kentang atau cokelat rasanya cukup.

7. Ikut dalam Kegiatan Kantor

7 Tips Adaptasi dengan Rekan Kerja Baru
Foto: Wgsoffice

Di dalam perusahaan biasanya ada semacam klub hobi yang dibentuk oleh para karyawannya. Klub olahraga futsal, misalnya. Jika Anda menggemari olahraga tersebut makan tidak ada salahnya Anda bertanya apakah Anda bisa bergabung di sana. Jika Anda tidak menggemarinya, maka Anda bisa datang dan menyemangati rekan kerja Anda saat mereka bertanding futsal. Cukup mudah bukan?—Qerja.com



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next