Vincent Ariesta: Hukum di Balik Layar Dunia Bisnis | Qerja

Vincent Ariesta: Hukum di Balik Layar Dunia Bisnis

Eka Utami, 4 years ago
Vincent Ariesta: Hukum di Balik Layar Dunia Bisnis

Vincent Ariesta Lie memilih karier sebagai corporate lawyer. Dia telah menangani pembuatan perjanjian dan dokumen hukum lainnya di berbagai perusahaan pertambangan hingga pembangunan infrastruktur. Terkadang Vincent melakukan commercial litigation. Simak penuturan Vincent tentang pekerjaan sebagai ahli hukum di balik dunia bisnis seperti yang diceritakan kepada Qerja.

Bagaimana dunia hukum (khususnya law firm yang menangani corporate) berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi?

Pada masa damai misalnya pada tahun 2004-2009, banyak perusahaan yang berinvestasi, pembiayaan, memberi utang. Sedangkan pada saat keadaan berbalik, banyak terjadi dispute hingga pemecatan karyawan. Kemudian, ketika keadaan berputar kembali (seperti setelah masa krisis moneter 1998), banyak terjadi merger, akuisisi dan sebagainya.

Begitu pula dinamika di bisnis pertambangan. Dulu banyak investor asing yang masuk. Sebab, ada kemudahan Izin Usaha Pertambangan dan berinvestasi di sektor batubara. Apalagi harga komoditi sedang naik. Sekarang harga komoditi jatuh semua. Tidak ada permintaan. Jadi, banyak yang bangkrut, dispute dan meminta penundaan kewajiban pembayaran utang.

Law firm selalu ada pekerjaan dalam berbagai situasi. Sebab, ketika ada yang bangkrut, maka ada pula yang menjadi kaya. Maka, seharusnya law firm bisa selalu survive. Asalkan jangan ada keadaan yang extraordinary seperti kondisi perang.

Bagaimana peraturan pemerintah mengimbangi perkembangan di dunia bisnis?

Kalau di pertambangan, kebanyakan aturan sudah ada. Misalnya, mau membuat shipping company, freight forwarding dan sebagainya.

Namun, ada contoh lain seperti isu di startup. Izinnya variatif. Peraturan kita terlalu lama untuk mengimbangi perkembangan zaman. Kita menganut hukum positif. Di mana pemerintah harus berpatokan pada Undang-Undang Dasar, Undang-Undang, Peraturan Presiden dan seterusnya. Belum lagi peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan walikota dan sebagainya. Jadi, (untuk mengatur sesuatu yang baru) kita harus membuat peralatan hukumnya dulu.

Kalau di Amerika menganut common law sehingga bisa membuat aturan berdasarkan putusan pengadilan. Mereka juga ada state law. Unfotunately kita tidak seperti itu. Kita tetap menghargai yurisprudensi. Tetapi, penggunaannya sebagai sumber hukum tidak sedominan seperti di negara-negara yang menganut common law.

Tetapi, pemerintah juga tidak ingin peraturan menghambat dunia bisnis. Maka, setiap ada perkembangan baru di dunia bisnis, bisa coba diakomodir, disesuaikan. Misalnya, Gojek dan perusahaan lain yang mengadopsi hal-hal di Sillicon Valey. Pranata hukum di Indonesia tidak sekomplit di sana. Tetapi bisa ada peraturan di Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi. Atau contoh lain kalau saya mau berinvestasi di bisnis social media, maka akan bingung sendiri. Tapi, kami bisa berkonsultasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Apakah sumber aturan itu mudah diakses?

Sejak masa keterbukaan, getting better. Ada juga situs yang membantu seperti hukumonline. Kami di Makarim & Taira S. Punya perpustakaan yang cukup lengkap dan know-how-system. Kami juga punya koneksi ke instansi seperti sekretariat negara, Kementerian Hukum dan HAM agar bisa mendapat informasi dengan cepat.

Namun, kesulitannya adalah peraturan di daerah. Semenjak otonomi, mereka punya aturan masing-masing. Terutama peraturan pertambangan dan pengangkutan. Kami harus mengecek semua peraturan terkait lingkungan dan regional mereka. Maka, kami sering mengirim lawyer ke daerah-daerah untuk riset ke instansi pemerintah.

Apakah keanggotaan di organisasi profesional juga penting untuk mendukung pekerjaan ini?

Ya. Apalagi saya yang sudah menjadi partner, keanggotaan di organisasi profesional menjadi sangat penting. Dengan begitu saya bisa kenal banyak orang di industri lain dan untuk kepentingan marketing juga. Selain itu, saya juga bisa update peraturan baru.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next