Agar Pegawai Millennial Betah di Kantor | Qerja

Agar Pegawai Millennial Betah di Kantor

Eka Utami, 3 years ago
Agar Pegawai Millennial Betah di Kantor

Pegawai millennial adalah kutu loncat. Menurut survey, enam dari sepuluh pekerja usia muda dari generasi ini mengatakan terbuka pada kesempatan kerja di tempat lain. Hanya satu atau dua orang saja yang berencana menetap di perusahaan setidaknya selama setahun.

Fenomena kutu loncat pada generasi millennial (yang lahir antara tahun 1980-1996) menjadi permasalahan di Amerika Serikat. Sebab jumlah pegawai millennial mencapai 38 persen dari seluruh tenaga kerja di negara tersebut. Estimasi peningkatan jumlah pegawai millennial meningkat hingga 75 persen pada 2025.

Kenyataan tentang kutu loncat di dunia kerja memang tak mungkin terelakkan. Namun, para pimpinan perusahaan tidak boleh menganggap ini sebagai norma baru yang bisa diterima. Tidak semua generasi millennial memiliki kecenderungan untuk meniggalkan perusahaan dalam waktu singkat. Mereka menunjukkan loyalitas lebih besar pada perusahaan. Isu utama adalah bagaimana membuat mereka merasa terikat dengan tempat kerja yang sekarang. Berikut cara untuk memertahankan pegawai millennial seperti dikutip dari Gallup.com.

Menekankan keseimbangan kerja. Generasi millennial mengutamakan pekerjaan dan kehidupan. Sekitar 57 persen pegawai millennial mengatakan keseimbangan pekerjaan dan kesejahteraan pribadi sangat penting untuk mereka.

Sayangnya, hanya 29 persen generasi millennial yang merasa nyaman membicarakan kehidupan di luar kantor dengan manajernya. Hal ini menjadi masalah utama karena generasi millennial yang tidak bisa mengobrol soal isu di luar pekerjaan dengan atasan biasanya tidak bertahan lama di perusahaan.

Maka manajer harus berkomunikasi dengan staf. Atasan sebaiknya menunjukkan kepedulian pada bawahannya. Bos bisa mendekati pegawainya secara personal. Perlakuan kepada setiap orang harus dibedakan berdasarkan karakteristiknya. Hal ini dapat membuat pegawai ingin tinggal di perusahaan lebih lama.

Fokus pada tujuan (perusahaan). Sebanyak 71 persen generasi millennial memahami tujuan perusahaan dan setuju dengan visi tersebut. Hal ini membuat mereka merasa ingin bertahan di pekerjaan sekarang setidaknya selama setahun ke depan.

Sebenarnya, pegawai millennial ingin memahami bagaimana caranya agar bisa cocok dengan pekerjaan, bekerjasama dengan timnya dan perusahaan. Mereka ingin tau tentang visi perusahaan. Manajer yang baik bisa menunjukkan misi dan cara melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan tersebut. Manajer bisa menahan pegawai agar tetap di perusahaan dengan cara memenuhi kebutuhan mereka.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next