Enam Hal yang Dirahasiakan HRD dari Para Pelamar Kerja | Qerja

Enam Hal yang Dirahasiakan HRD dari Para Pelamar Kerja

Qerja, 4 years ago
Enam Hal yang Dirahasiakan HRD dari Para Pelamar Kerja

Human Resource Development (HRD) atau sering disebut bagian Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan ujung tombak perusahaan yang menerima karyawan baru. Sebelum menghadapi wawancara dengan calon atasan, semua kandidat pencari kerja harus berhadapan terlebih dulu dengan pihak HRD.

Tapi apakah Anda tahu bahwa ada beberapa hal yang disembunyikan HRD bila berhubungan dengan calon pelamar? Majalah Reader’s Digest mengungkapkan beberapa hal yang sebenarnya dirahasiakan HRD dan kami memilih beberapa poin yang sering terjadi di dunia kerja Indonesia:


1. “Jika Anda mencoba mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu, sering kali hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk menghindari melamar ke bagian HRD. Carilah seseorang di perusahaan tersebut yang Anda kenal, atau hubungi langsung manajer rekrutmen.” 
– Shauna Moerke, administrator SDM di Alabama. 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak HRD sering kali tidak bisa menentukan seseorang bisa diterima atau tidak di sebuah perusahaan, karena biasanya keputusan berada di tangan user alias calon atasan Anda. Selain itu, birokrasi perusahaan yang terkadang rumit juga membuat lamaran kerja lewat HRD membutuhkan waktu lama sebelum diproses, sementara jika Anda melamar langsung ke calon atasan atau seseorang yang Anda kenal, prosesnya bisa jauh lebih cepat.

qc-jkt-2019


2. “Kami menilai Anda berdasarkan alamat email Anda. Terutama jika nama alamat email tersebut merupakan sesuatu yang tidak pantas seperti cowokkinky@hotmail.com atau johnnylikesweed@gmail.com.” 
– Rich DeMatteo, konsultan rekrutmen di Philadelphia

Saat melamar pekerjaan menggunakan email, hindari account email dengan nama norak atau yang membuat Anda terkesan tidak serius. Kalau perlu, buat khusus satu email dengan username nama Anda sendiri agar Anda terlihat lebih profesional.


3. “Saya selalu membaca resume dari bawah ke atas dan saya tidak punya masalah dengan resume yang terdiri dari dua halaman. Tapi, tiga halaman terlalu banyak.” 
– Sharlyn Lauby, konsultan personalia di Florida.

Ini menunjukkan bahwa CV panjang bukan berarti lebih baik! Pihak HRD tidak punya waktu banyak untuk membaca resume yang lebih dari dua halaman karena dianggap kebanyakan dan bertele-tele, sementara banyak lamaran lain yang menunggu untuk dibaca. Coba baca kembali CV Anda dan edit sendiri, apakah ada pengalaman dan informasi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar? Hapus saja. Tak perlulah memasukkan prestasi juara lomba gambar jika Anda melamar sebagai Sales.


4. “Dalam hal mencari pekerjaan, orang yang Anda kenal akan sangat berpengaruh. Tidak peduli seberapa bagus CV Anda atau seberapa hebat pengalaman Anda, semuanya sangat bergantung pada koneksi.” 
– Direktur SDM di fasilitas kesehatan.

Mungkin ini sudah jadi rahasia umum dan juga sering terjadi di Indonesia di mana koneksi merupakan hal yang paling penting dibandingkan skill dan kemampuan seseorang. Hal ini memang sulit untuk diubah terutama di perusahaan di mana budaya koneksi dan nepotisme sudah mengakar, namun pernyataan ini juga menunjukkan bahwa HRD tidak bisa berbuat banyak untuk menolak bila calon pelamar punya koneksi bagus kendati masih banyak calon lain yang lebih bagus.


5. “Banyak dari kami yang menggunakan sistem memilih pelamar kerja dengan cara mencari berdasarkan kata kuncinya. Rahasia agar resume Anda terjaring oleh sistem tersebut adalah dengan menggunakan kata-kata kunci yang digunakan di deskripsi pekerjaan, dan sertakan ke dalam resume Anda. Semakin banyak kata kunci yang cocok, maka akan semakin besar kemungkinan resume Anda akan terpilih dan dapat dilihat oleh petugas perekrutan.” 
– Chris Ferdinandi, personalia profesional di wilayah Boston.

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next