Orang Indonesia yang Jadi Bos di Islandia | Qerja

Orang Indonesia yang Jadi Bos di Islandia

Eka Utami, 4 years ago
Orang Indonesia yang Jadi Bos di Islandia

Apa yang Anda tahu tentang Islandia? Mungkin minim sekali. Kebanyakan orang Indonesia tidak terlalu mengenal Islandia. Kita hanya tahu bahwa negara ini berada di Eropa bagian utara. Kita juga pernah mendengar nama negara ini mencuat pada pertengahan 2016 karena berhasil mengalahkan tim kesebelasan Inggris pada ajang Piala Euro.

Chief of Organizational Happiness Insight Out Ali Zaenal Abidin adalah salah seorang yang penasaran tentang Islandia. Maka, dia tidak melewatkan kesempatan untuk bekerja di negara tersebut. Sekitar 2006, beberapa tahun sebelum mendirikan Insight Out, Ali pernah melamar pekerjaan di sebuah Organisasi Pemuda Internasional AISEC yang berkedudukan di Islandia. “Sebenarnya, AISEC juga membuka lowongan di kantor Ceko, Macedonia, India dan beberapa negara lain, tapi saya tetap memilih Islandia. Sebab, saya tidak tahu apa-apa tentang Iceland. Saya ingin menantang diri sendiri,” katanya.

Akhirnya, Ali diterima bekerja dan menempati posisi sebagai Vice President di AISEC Islandia. Selain itu, Ali juga mengambil pekerjaan lain sebagai market researcher di Rarik, salah satu perusahaan listrik swasta di Islandia. Dia menjemput impian sekaligus menantang rintangan di negara yang masih sangat asing baginya. Dia benar-benar “sendirian”. Ali tidak bisa berinteraksi dengan orang Indonesia lain sebab tidak ada kedutaan atau konsulat Indonesia.

Ali juga merasakan berbagai perbedaan. “Islandia berbeda dari Indonesia dari hampir segala angle. Mulai dari kondisi cuaca hingga jumlah penduduk,” kata Ali. Selain itu, Ali juga merasakan budaya kerja Islandia yang berbeda dengan Indonesia. Hal ini membuat dia kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kantor. “Selama tiga sampai empat bulan pertama di sana, saya struggling,” kata dia. Ali baru bisa bekerja dengan lebih baik 5-6 bulan di Islandia. Berikut cerita Ali tentang budaya kerja di Islandia yang diungkapkan kepada Qerja.

Tidak basa-basi

Ali mengatakan bahwa Orang Islandia sangat to the point. Hampir tidak ada basa-basi. Pada meeting hari pertama, Ali mendapat pertanyaan: “Why are you here? –Ngapain kamu di sini?-“ Ali merasa terkejut. Pertanyaan itu terkesan menghakimi “anak baru” di kantor. Tapi, lama-kelamaan Ali menyadari bahwa Orang Islandia yang bertanya tidak bemaksud menghakimi apalagi menjatuhkan mental pegawai baru.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next