Tujuh Etiket Memecat Karyawan

Oleh Tri Susanto, 5 years ago

Pemberhentian atau pemecatan karyawan tidak melulu karena alasan pelanggaran. Banyak hal lain yang yang menyebabkan timbulnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di suatu perusahaan, misalnya efesiensi, bergantinya tipe bisnis yang dijalankan, atau perusahaan akan merger dengan perusahaan lain, sehingga tidak butuh keahlian si karyawan tadi.

Meskipun demikian, pemecatan merupakan hal yang menyakitkan bagi siapapun sehingga informasi itu harus disampaikan degan hati-hati dan penuh etika.

Berikut ini tips untuk memecat karyawan secara sopan, beberapa di antaranya merupakan tips dari Cliff Enico, yang popular dengan bukunya Small Business Survival Guide.

 

1. Pelajari Peraturan dalam Undang-Undang (UU)

Bila Anda berencana memecat karyawan karena kondisi pekerjaan yang tidak baik, maka Anda wajib mengetahui undang-undang, terutama UU ketenagakerjaan. Hal ini penting memastikan kalau langkah yang Anda lakukan sudah tepat dan alasannya bisa diterima oleh si karyawan itu sendiri.

Selain itu, memberhentikan karyawan sesuai dengan UU yang berlaku akan menghindari tuntutan secara hukum yang diajukan karyawan karena tidak terima keputusan pemecatannya itu.


2. Beri Peringatan Terlebih Dahulu

Baiknya Anda memberi peringatan terlebih dahulu baik dengan lisan ataupun tulisan kalau kinerja kerja karyawan tidak memuaskan dan dia harus memperbaikinya dalam jangka waktu tertentu. Anda bahkan juga bisa melakukan skorsing untuk mengingatkan karyawan bersangkutan kalau posisinya sudah sangat riskan.

Bila ternyata dia mengabaikan peringatan Anda, maka Anda dapat menghentikan dia dengan segera. Pastikan Anda tahu apa yang ingin Anda sampaikan, kalau bisa buat catatan terlebih dahulu.


3. Pergunakan Kata yang Tepat

Jangan berbelit-belit saat berhadapan dengan karyawan yang akan diberhentikan. Pilih kata sesederhana mungkin dan jelaskan alasan pemecatan karyawan tersebut dengan kata yang lugas dan tepat.

Misalnya saja dengan kalimat, "Kami mohon maaf, tetapi kami terpaksa tidak mempekerjakan Anda kembali," atau, "Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan manajemen, kami melihat Anda sudah tidak perform lagi, jadi kami memutuskan bulan ini adalah bulan terakhir Anda bekerja."

Jangan menyudutkan dan menyalahkannya karena itu akan membuka peluang debat dengan karyawan yang mungkin tidak menerima alasan pemecatan tersebut.


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami