Delapan Fakta Seputar Sistem Kerja Outsourcing

Oleh Tri Susanto, 5 years ago

Selama ini Anda pasti sering mendengar istilah pekerja outsourcing. Bisa jadi perusahaan Anda malah sering menerima pegawai outsourcing daripada melakukan rekrutmen sendiri.

Meskipun terkesan akrab dengan istilah itu, banyak orang yang belum paham betul apa itu outsourcing dan bagaimana mekanisme kerjanya. Nah, berikut delapan hal mengenai sistem kerja outsourcing yang dirangkum oleh Qerja.


1. Apa itu Outsourcing?

Definisi yang sering dipahami adalah penggunaan tenaga kerja dari luar perusahaan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu dan spesifik. Sementara perusahaan outsourcing merupakan perusahaan yang menyediakan jasa tenaga kerja untuk keahlian pada bidang kerja tertentu, sesuai dengan permintaan perusahaan yang membutuhkan.

Sayangnya istilah outsourcing ini tidak disebutkan secara khusus dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang ada hanyalah bentuk-bentuk outsourcing yakni pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja atau buruh.


2. Jenis Pekerjaan Apa Saja yang dikerjakan oleh Pekerja Outsourcing?

Pada intinya pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai outsourcing adalah pekerjaan yang tidak strategis, atau tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan penting dalam perusahaan. Ragam pekerjaan yang sering diberikan misalnya petugas kebersihan (cleaning service), pengamanan (security), operator, entry-data, dan pekerjaan spesifik lainnya untuk proyek-proyek tertentu.


3. Cara Rekrutmen

Mekanisme pengrekrutan pekerja outsourcing tidak banyak berbeda dengan metode rekrutmen yang dilakukan perusahaan lainnya. Yang membuatnya berbeda, yang merekrut adalah perusahaan penyedia jasa, bukan perusahaan yang membutuhkan jasa. Jadi setelah direkrut, pegawai tadi akan disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan jasa mereka.


4. Pembayaran Gaji

Yang membayar gaji para pekerja oursourcing adalah perusahaan penyedia jasa itu sendiri. Nantinya perusahaan penyedia jasa akan menagih pada perusahaan yang memakai jasa mereka.

Biasanya gaji para pekerja outsourcing yang tidak banyak harus dipotong hingga 30 persen untuk pihak perusahaan penyedia jasa. Yang lebih menyedihkan lagi, banyak perusahaan outsourcing yang tidak transparan untuk hal ini, sehingga yang rugi adalah pekerja outsourcing sendiri.

Harus diakui kesejahteraan pekerja outsourcing memang masih tergolong memprihatinkan.


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami