Lakukan Kebijakan Ini Agar Pegawai Anda Tidak Segera Resign | Qerja

Lakukan Kebijakan Ini Agar Pegawai Anda Tidak Segera Resign

Eka Utami, 3 years ago
Lakukan Kebijakan Ini Agar Pegawai Anda Tidak Segera Resign

Kita melihat semakin banyak pegawai yang keluar-masuk perusahaan dalam waktu singkat. Mereka seperti tidak betah di satu kantor saja. Para pegawai itu seringkali mencuri waktu di sela jam kantor untuk mengikuti sesi wawancara di perusahaan lain. Awalnya beberapa orang hanya ingin mengetes kemampuan diri dan “nilai jual” talenta mereka di industri yang digeluti. Namun, jika mendapatkan tawaran yang jauh lebih baik di luar sana, mereka benar-benar akan pindah kapal. Hal ini mungkin terjadi jika karyawan tidak merasa terikat pada perusahaan tempatnya bekerja.

Fenomena ini membuat pengusaha semakin khawatir akan kehilangan tenaga kerja berkualitas. Maka, pada tahun 2017, perusahaan memberi perhatian lebih dan prioritas pada upaya memertahankan pegawai di tengah pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Pada studi terbaru yang diungkapkan Future Workplace dan Kronos, sekitar 87 persen pengusaha mengatakan akan meningkatkan retensi sebagai prioritas organisasi.

Selama setahun terakhir, perusahaan lebih memperhatikan bagaimana kondisi pegawai di kantor. Mereka memperhatikan bagaimana interaksi seorang karyawan dengan rekan kerjanya, atasan dan konsumen atau klien. Sebab, lingkungan kerja bisa mempengaruhi perilaku dan kepuasan kerja. Bahkan perusahaan besar seperti GE, L’Oreal dan Cisco punya divisi yang menangani hal ini secara langsung. Mereka menempatkan seseorang dengan jabatan “director of employee experience” dan tren ini akan terus berlangsung selama 2017.

Kondisi ini sangat menguntungkan untuk para pegawai. Mereka seperti bertindak sebagai “pengendali” di pasar tenaga kerja. Jika ada karyawan yang tidak puas pada perusahaannya, maka dia bisa dengan mudah menyatakan resign. Dia tidak khawatir kehilangan pekerjaan sebab masih banyak perusahaan lain yang mau menerima. Sebab seiring dengan pertumbuhan ekonomi, maka lapangan kerja pun semakin luas.

Sementara pegawai  yang berada di dalam perusahaan akan “dimanja”. Perusahaan akan berupaya sekuat mungkin mempertahankan tenaga kerja terbaiknya. Pengusaha akan memberikan gaji lebih besar,  kompensasi tambahan, meningkatkan pelatihan untuk menambah pengalaman karyawan dan sebagainya. Berikut beberapa langkah agar perusahaan bisa meningkatkan meningkatkan retensi untuk memenangkan perang di pasar tenaga kerja pada 2017 seperti disarikan dari Fortune.com.

Mobilitas karier

Saat pegawai, khususnya generasi millenial dan generasi Z tidak mengalami kemajuan dalam karier, maka mereka akan mencari kesempatan bekerja di tempat lain. Untuk mencegah hal ini, perusahaan menawarkan kesempatan mobilitas karier yang mendukung pegawai yang ingin pindah ke departemen lain atau melakukan pekerjaan lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Cisco dan Future Workplace, kebijakan ini membantu meningkatkan keterikatan pegawai dengan perusahaan, produktivitas dan kerja tim. Hal itu sangat masuk akal. Sebab karyawan ingin tantangan baru dan kesempatan untuk tetap terikat dengan pekerjaan, menumbuhkan keterampilan dan membuat kemajuan dalam karier. Perusahaan seperti MasterCard dan Intel, misalnya, mengerjakan lebih banyak proyek dan mendorong para pegawainya untuk berkontribusi.

Mendorong fleksibilitas

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada 2014-2016, tenaga kerja tidak lagi terlalu mengharapkan keuntungan dari jaminan kesehatan. Mereka lebih menginginkan fleksibilitas kerja. Salah satunya adalah kemudahan berkomunikasi full-time. Fleksibilitas ini dibutuhkan karena pegawai zaman sekarang diminta untuk merespon email dan telepon setelah jam kerja tanpa kompensasi tambahan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next