Perilaku Tidak Profesional Saat Wawancara Kerja | Qerja

Perilaku Tidak Profesional Saat Wawancara Kerja

Eka Utami, 3 years ago
Perilaku Tidak Profesional Saat Wawancara Kerja

Pada titik ini, Anda sudah paham bahwa tidak mungkin melamar kerja dengan alamat email yang dibuat pada saat duduk di Sekolah Menengah Atas. Anda bukan lagi individu yang punya akun semacam dewi_cute11@aol.com. Anda juga sudah mengerti hal-hal lain yang boleh atau tidak boleh dilakukan saat tes kerja. Anda tidak mungkin terlambat untuk sesi wawancara. Anda tahu tentang pentingnya melakukan kontak mata dan memberikan jabatan erat saat berhadapan dengan manajer perekrutan.

Namun, apakah Anda tahu kalau ternyata ada beberapa hal yang bisa membuat Anda terkesan buruk di hadapan manajer perekrutan? Berikut beberapa perilaku tidak profesional yang mungkin Anda lakukan saat wawancara kerja seperti dikutip dari Themuse.com.

Anda putus asa—dan menunjukkannya

Mungkin perasaan putus asa memang ada dalam diri. Anda minder saat membandingkan kemampuan diri dengan syarat kualifikasi pelamar kerja yang diminta perusahaan. Anda juga merasa rendah diri saat melihat kandidat lain dengan pengalaman kerja yang banyak dan pendidikan yang tinggi.

Menunjukkan rasa putus asa adalah perilaku yang tidak profesional. Orang lain bisa melihat aura negatif tersebut meski Anda berada sejauh satu kilometer, sebab hal itu sulit ditutupi. Tapi, Anda harus tahu cara menampakkan kepercayaan diri. Yakinlah bahwa Anda adalah calon pegawai yang berkualias dan berguna untuk perusahaan. Anda harus bisa mengungkapkan cara untuk berkontribusi untuk perusahaan. Pencari kerja memang seharusnya menjelaskan visi dalam karier.

Hindari menjadi orang yang selalu mengatakan “ya”. Tunjukkan rasa ingin tahu dan ketertarikan pada perusahaan. Jangan hanya berbicara tentang diri sendiri tanpa henti. Buatlah pewawancara tertarik pada Anda. Jangan menyerah.

Tidak menjadi diri sendiri

Jangan menyembunyikan kepribadian asli Anda saat wawancara kerja. Anda tidak bisa menjadi orang dengan kepribadian yang serba baik di hadapan pewawancara. Padahal Anda tidak sesempurna itu. Sebab, Anda tidak mungkin memainkan operan protagonis di kantor dan menjadi diri sendiri di rumah. Hal itu akan sangat melelahkan.

Saat wawancara kerja, Anda bisa menjadi diri sendiri. Anda bisa berbagi cerita tentang kebiasaan di luar pekerjaan yang mungkin dianggap aneh yang mungkin berisiko dianggap “tidak profesional”. Misalnya, Anda bisa bilang kalau suka menonton acara gulat di akhir pekan. Pembicaraan ini akan diingat oleh pewawancara. Hal ini lebih baik daripada berbohong dengan mengatakan kalau Anda gemar membaca buku tentang motivasi dan karier di waktu luang.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next