Mengatur Investasi Paling Berharga: Waktu | Qerja

Mengatur Investasi Paling Berharga: Waktu

Eka Utami, 3 years ago
Mengatur Investasi Paling Berharga: Waktu

Ada sebuah peribahasa yang menyebut waktu adalah uang. Bahkan mungkin banyak orang yang menganggap watu lebih berharga dari uang. Maka, kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya agar tidak merugi di kemudian hari.

Tapi, kenyataannya kita sering membuang-buang waktu. Kita menghabiskan 45 menit untuk menonton acara televisi yang tidak menarik atau berdebat tentang hal sepele. Padahal, kita bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik. Berikut cara menginvestasikan waktu sehingga berguna untuk karier Anda di masa mendatang seperti disarikan dari The Muse.com.

Investasi waktu untuk kesehatan

Investasikan waktu muda Anda untuk menjaga kesehatan. Jangan menunda gaya hidup sehat sampai penyakit datang menghampiri. Anda bisa proaktif dengan makan makanan sehat, olahraga teratur, tidur cukup dan cek kesehatan rutin. Selain itu, Anda juga harus menjaga kesehatan non-fisik, secara emosional, mental dan spiritual.

Jika bisa lebih sehat secara fisik dan mental, maka Anda punya lebih banyak waktu untuk berkarya dan menikmati hidup. Kalau sehat sampai tua, maka Anda tidak harus menghabiskan sisa waktu di usia senja dengan terbaring di tempat tidur saja.

Investasi waktu untuk membangun fondasi

Penulis buku The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen Covey mengatakan bahwa kita menggunakan waktu untuk empat tipe aktivitas:

  1. Mendesak dan penting (mengatasi krisis dan memenuhi deadline)
  2. Tidak mendesak, tapi penting (membangun hubugan, mengidentifikasi kesempatan, pencegahan, perencanaan)
  3. Mendesak, tapi tidak penting (interupsi, panggilan telepon dan rapat)
  4. Tidak mendesak dan tidak penting (menonton televisi)

Covey mengatakan kebanyakan orang menghabiskan waktu pada bagian 1 dan 4. Padahal area penting untuk pembangunan diri adalah aktivitas nomor 2. Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah, tapi tidak membangun fondasi untuk mencegah masalah, maka Anda tidak pernah menyelesaikan to-do-list yang sudah dibuat.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next