Empat Tips Menghadapi Wawancara Jika Anda Pernah Dipecat | Qerja

Empat Tips Menghadapi Wawancara Jika Anda Pernah Dipecat

Qerja, 5 years ago
Empat Tips Menghadapi Wawancara Jika Anda Pernah Dipecat

Masa lalu memang sering menghantui di saat yang tidak tepat. Salah satu contohnya adalah ketika di sesi wawancara kerja, interviewer yang menanyakan tentang alasan Anda keluar. Status pemutusan hubungan kerja seorang kandidat lazim menimbulkan pertanyaan pada pihak rekruiter: separah apa kondisinya saat itu sampai Anda dipecat, bagaimana jika Anda membawa permasalahan ke tempat kerja baru, dan keragu-raguan lainnya.

Tentu saja kami tidak menyarankan agar Anda berkelit dan berbohong mengenai status pemutusan kerja, namun ada beberapa hal yang bisa membantu Anda menjelaskannya dengan baik jika topik tersebut muncul saat wawancara. Ayo simak tips-tipsnya!

1. Memberi Penjelasan Singkat
Bila pihak pewawancara meminta Anda menceritakan tentang seluk beluk pemecatan Anda, jangan sontak menganggapnya sebagai peluang untuk curhat panjang lebar. Cukup berikan fakta-fakta singkat yang relevan dan hindari mengikutsertakan emosi dan perasaan pribadi Anda perihal kejadian tersebut. Hindari statement yang dimulai dengan “Saya rasa” dan “Menurut saya”. 

2. Pilih Kalimat Terbaik

Ada banyak alasan mengapa pemecatan pegawai bisa terjadi: perusahaan bangkrut, kondisi ekonomi buruk, tidak cocok dengan kolega, atau kinerja kerja yang buruk. Pihak interviewer mungkin akan lebih simpatik jika alasan Anda dipecat tidak berhubungan dengan performa kerja Anda. Namun bila alasan pemecatan Anda cenderung bersifat personal, Anda tetap bisa ‘menyelamatkan’ reputasi Anda dengan pemilihan kata-kata tertentu, seperti misalnya “Ketidakcocokan dengan budaya kerja” alih-alih “Sering ketinggalan deadline” atau “Perbedaan visi dan perspektif” daripada “Bentrok dengan kolega”. Ingat: pewawancara dengan mudah dapat mengecek kebenaran pernyataan Anda, jadi bagaimanapun Anda mengemas pernyataan Anda, kejujuran tetap merupakan opsi terbaik. 

3. Tunjukkan Bahwa Anda Sudah Move On
Dipecat adalah pengalaman traumatis yang bisa membuat korbannya merasa malu, rendah diri, atau emosional. Ketika Anda ditanyakan kembali, tetaplah tenang dan jaga emosi Anda. Mudah rasanya menyalahkan pihak perusahaan lama atas keputusan mereka memecat Anda, tapi tahan diri Anda untuk tidak mengomel dan berkeluh kesah. Yang ada Anda malah akan membuat interviewer Anda ilfeel. Tunjukkan kalau Anda adalah individu yang dewasa. Tidak perlu menjelek-jelekkan perusahaan lama Anda di hadapan interviewer bahkan jika menurut Anda, alasan di balik pemutusan kerja tersebut tidak adil dan etis.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami