Industri Media dan Twitter di Mata Roy Simangunsong

Oleh Steffi Teowira, 5 years ago
Sosok yang menduduki posisi Country Business Head di perusahaan social media paling populer di Indonesia ini berbagi beberapa insight tentang industri IT dan Twitter sendiri.

Anda pernah berpindah-pindah industri. Apa kira-kira tantangan yang Anda hadapi saat itu?

Banyak orang yang menanyakan kualifikasi saya karena saya tidak punya latar belakang di bidang media, bagaimana saya bisa menjual produk kalau begitu. Sebetulnya apapun itu yang kita jual, bentuknya selalu hanya produk atau service.

Waktu itu lowongan di Yahoo adalah untuk sektor advertising. Saya cukup tertarik karena S2 saya di marketing di UI dan saya rasa bisa diaplikasikan. Saya menjalani kira-kira sembilan sampai sepuluh jenjang interview dan salah satu pertanyaan yang mereka ajukan juga mengenai latar belakang saya. Saya bilang, semua produk atau service yang dijual adalah solusi untuk permasalahan seseorang. Sebagai seorang salesperson, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu apa permasalahan yang dihadapi para pelanggan. Itulah esensi advertising. Di dunia bisnis juga begitu. Jika kamu tidak tahu tepatnya solusi untuk masalah tertentu, kamu tidak punya apa-apa.

Anda menyebutkan bahwa Anda mengambil S2. Menurut Anda apakah S2 itu penting untuk karier dibanding pengalaman kerja?
Saya rasa tidak harus, tapi penting. It's not a must. Menurut saya pribadi, S2 dapat menjadi faktor pendukung di tengah persaingan kerja di mana semakin banyak orang punya S2. Titel S2 itu cukup lucrative. Bisa dibilang S2 juga merupakan referensial gaji untuk banyak perusahaan. S2 memang bukan indikator kualitas seseorang, tapi sedikit banyak dapat merefleksikan pola pikir seseorang yang berkembang dari teoritis ketika S1 menjadi aplikatif setelah S2. Jika kamu punya waktu dan uang yang memadai, silahkan saja. Jika kamu ingin bekerja dulu, lalu mengambil S2 juga boleh. Prinsip saya adalah selama itu berhubungan dengan pendidikan, silahkan.

Menurut Anda, apakah Anda merasa belajar banyak saat mengambil gelar S2?
Saya belajar sangat banyak mengenai marketing. Selain itu, banyak dosen yang mengajarkan saya cara berpikir dan bukan hanya diajar. Selama ini ketika di S1 kita diajar, sementara saat S2 kita diajar untuk berpikir melalui market case.

Seberapa aktif Anda di social media?
Saya cukup aktif di Twitter karena Twitter adalah media komunikasi real time saya untuk berbagi apa yang saya baca dan mengomentari topik yang saya minati karena saya percaya pada pentingnya berbagi ilmu dan informasi. Dengan berbagi ilmu saya juga mendapat ilmu, seperti jika ada yang mengomentari dan mengoreksi tweet saya. Twitter memberi kesempatan bagi penggunanya untuk berbagi hal yang mereka sukai.

Beberapa tahun belakangan ini, kita melihat berkembangnya peran social media sebagai political tools, terutama Twitter. Apa pendapat Anda tentang hal ini?

Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami