Peraturan Sistem Kerja Karyawan Kontrak | Qerja

Semua yang Harus Diketahui Soal Karyawan Kontrak

Steffi Teowira, 3 years ago
Semua yang Harus Diketahui Soal Karyawan Kontrak

Menjadi pegawai tetap selama bertahun-tahun di sebuah perusahaan bukan satu-satunya cara untuk mencari nafkah atau pengalaman. Sistem kerja kontrak adalah solusi alternatif, biasanya dilakukan sambil menunggu diangkat menjadi pegawai tetap.

Bagi perusahaan sendiri, produktivitas tinggi dan penghematan biaya adalah sejumlah keuntungan yang bisa diraup.

Konsep ini bukan berarti tidak menemui masalah dalam praktiknya, dari eksploitasi waktu kerja hingga pemutusan kerja sepihak. Kebingungan dan pelanggaran ini sebagian terjadi karena kurangnya sosialisasi terhadap peraturan terkait hak dan kewajiban karyawan kontrak.

Dalam hukum Indonesia, karyawan kontrak disebut sebagai sebagai pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Peraturan terkait kontrak kerja ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Jenis pekerjaan

PWKT hanya berlaku untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, yaitu:

1. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya.
2. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun.
3. Pekerjaan yang bersifat musiman.
4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Pegawai yang diikat PWKT tidak disyaratkan melewati masa percobaan. Jika dibebankan masa percobaan, maka perjanjian ini batal dalam hukum.

Jangka waktu kontrak

Karyawan kontrak dapat diikat perjanjian maksimal selama dua tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu maksimal satu tahun.

Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu paling lama tujuh hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir harus menyampaikan niat ini secara tertulis kepada pegawai yang bersangkutan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next