Mengatasi Iri Pada Kesuksesan Pasangan | Qerja

Mengatasi Iri Pada Kesuksesan Pasangan

Qerja, 4 years ago
Mengatasi Iri Pada Kesuksesan Pasangan

Pekerjaan bisa menjadi salah satu batu kerikil dalam hidup berpasangan. Terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan bisa membuat hubungan menjadi berantakan. Ini cerita usang, kerap terjadi di mana-mana, bahkan dialami orang-orang di sekitar kita.

Tetapi di luar itu –ini yang belum banyak disadari—ternyata kesuksesan pasangan juga bisa membawa masalah dalam hubungan, terutama jka kita tidak bisa mengenyahkan perasaan iri yang berlebihan.

Saat mulai menikah dan bersama-sama merintis karier, awalnya tidak akan menjadi masalah. Sama-sama saling mengerti kesibukan masing-masing, serta kreatif mencari cara agar tetap terhubung.

Lalu selang beberapa tahun kemudian, salah satu dari kalian mulai melesat kariernya. Anda begitu bahagia, dan sudah seharusnya merasa bahagia untuk si dia, itulah esensi pernikahan bukan? Saling mendukung dalam suka mau pun duka hingga maut memisahkan. Anda tahu ini bukan kompetisi, namun hati Anda berkata lain, Anda merasa pudar dan menghilang.

 “Saya bangga dengan suami saya, sungguh. Suami saya seorang yang penuh talenta, compassionate, dan memiliki passion yang besar. Namun saya iri dengan semua keberhasilan yang ia capai, dan ia terlihat meraihnya sambil bersenang-senang. Saya sendiri, hanya seorang karyawan biasa-biasa saja yang diam-diam membenci pekerjaan saya, sekaligus diam-diam iri dengan semua keberhasilan suami saya. Ia seperti menjalani semua mimpi saya. Lebih menderita lagi, orang sekitar saya justru merasa aneh dengan perasaan saya, menurut mereka saya seharusnya bangga.Tak sedikit dari mereka mempertanyakan alasan saya masih mempertahankan pekerjaan saya, saat suami bisa memenuhi semua kebutuhan, mereka malah menyuruh saya urus anak saja. Akhirnya saya hanya bisa menyimpan semuanya rapat-rapat. Menjadi pemarah, dan mudah tersinggung,” cerita Dea seorang ibu bekerja dengan satu anak.

Kamus mendefinisikan iri sebagai: hati merasa kurang senang hati melihat kelebihan (keberuntungan) orang lain. Atau dengan kata lain, keinginan untuk memiliki kualitas dan kepemilikan orang lain. Pada dasarnya perasaan iri terjadi karena dua hal, yaitu persaingan dan perbandingan.

Dan dalam masyarakat kapitalis modern seperti kita, di mana ada persaingan di mana-mana dan dalam segala hal, iri mungkin menjadi masalah umum. Pertanyaan untuk dijawab di sini adalah; bagaimana seharusnya kita menanggapi pasangan yang telah mencapai sukses besar? Karena pasangan juga bisa terjebak dalam kompetisi, berusaha untuk lebih maju, paling tidak berada dalam tingkatan yang sama kesuksesannya.

Fokus pada diri dan kontribusi Anda

Fokuslah pada perkembangan Anda sendiri. Kedengarannya sederhana sekali, tetapi ternyata ini bisa efektif. Karena dengan fokus pada hal lain, kita bisa menggeser pikiran dari rasa iri.

Jika Anda bisa fokus pada kemajuan-kemajuan kecil dalam karier Anda dan betapa Anda berusaha keras membuat kemajuan, maka semua itu akan mendongkrak kepercayaan diri yang seolah tenggelam oleh kesuksesan pasangan.

Selain dalam karier, Anda juga bisa mencari keseimbangan dalam bidang lain. Misalnya berkontribusi pada masyarakat banyak baik melalui pekerjaan profesional, maupun kerja sosial. Dan jangan lupa juga, kesuksesan pasangan membuat Anda leluasa untuk memilih bidang kerja yang Anda lakukan.

Pilih baik-baik lingkungan Anda

Biasanya, untuk membuat diri merasa nyaman, sebagian orang cenderung memilih orang-orang yang biasa saja serta tidak punya ambisi besar, di sekitarnya. Alasannya, bisa saja agar tidak merasa rendah diri akibat kesuksesan mereka dan bisa menerima keadaan saat ini.

Tetapi sebenarnya ini bisa bahaya, Anda telah menempatkan diri dalam situasi di mana sekeliling Anda bisa serius menghambat Anda dari hal-hal yang ingin Anda capai. Mulailah menggali networking Anda, dan kelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki semangat untuk terus berkembang dan maju.

Alih-alih merasa iri terhadap keberhasilan pasangan, cobalah melihatnya sebagai motivasi dan inspirasi. Biar bagaimana pun, Anda sudah punya keuntungan, hidup bersama orang yang bisa menginspirasi Anda dengan keberhasilannya. Pasangan Anda bisa menjadi tempat berbagi dan belajar untuk menghadapi tantangan dan menjadi orang yang lebih baik.

Kesuksesan itu sangat cair

Mulailah merasa bangga dengan kehidupan yang sudah Anda bangun sejauh ini. Ubah pikiran yang mengukur keberhasilan berdasarkan pada satu faktor objektif seperti gaji besar atau jabatan tinggi. Ada begitu banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan sebagai sebuah kesuksesan. Sebagai contoh, mungkin pasangan Anda mendapatkan gaji tiga kali, namun Anda adalah orang yang selalu berhasil menjaga keseimbangan antara dua peran: sebagai profesional dan seorang ibu dengan sangat baik hingga saat ini.

Terlepas dari itu semua, semua orang yang Anda anggap sukses, mereka orang-orang yang berani membayar kesuksesan tersebut dengan kerja keras, pengendalian emosi, terus belajar, dan berani keluar dari zona nyaman. Definisikan kembali sukses menurut Anda, dan tanyakan pada diri, “apakah saya siap membayar harganya?”

Foto: livemans



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next