Nasib PNS yang Terlibat Kasus Hukum: Dipecat Atau Dimaafkan | Qerja

Nasib PNS yang Terlibat Kasus Hukum: Dipecat Atau Dimaafkan

Eka Utami, 4 years ago
Nasib PNS yang Terlibat Kasus Hukum: Dipecat Atau Dimaafkan

Antasari Azhar terpuruk ketika dituduh menjadi otak pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. Padahal, saat itu dia sedang berada di puncak karier sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Antasari sebenarnya merasa dikriminalisasi. Antasari mengungkapkan kejanggalan kasusnya di depan peserta Konferensi Hukum Nasional (KHN) 2016.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Sekarang, Antasari sudah berstatus mantan narapidana. Jabatannya sebagai ketua lembaga antirasuah sudah dicabut, segala hak sebagai pegawai pemerintah telah dilepaskan.

Pegawai Negeri Sipil yang pernah terlibat kasus hukum memang harus menerima konsekuensi berdasarkan peraturan yang berlaku. Hukuman disiplin untuk PNS yang diduga melakukan pidana berbeda dengan PNS yang sudah terbukti bersalah. Bagaimana nasib PNS yang terjerat kasus hukum? Berikut penjelasannya.

PNS dengan status tersangka

Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyebutkan bahwa PNS akan diberhentikan sementara apabila ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana. Meski berstatus tersangka, namun PNS tersebut belum tentu bersalah. Staf Khusus Deputi SDM Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Supardiana menjelaskan kepada Tempo.co bahwa jika PNS terbukti tidak bersalah, nama baik dan statusnya akan dipulihkan. Pengaktifan kembali PNS yang diberhentikan sementara dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

Setelah pengaktifan kembali, PNS bisa bekerja seperti biasa. Dia akan bekerja hingga masa pensiun dan tetap diberhentikan dengan hormat karena batas usia pensiun. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, PNS tersebut tetap mendapat hak-hak kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PNS terpidana dengan hukuman ringan dan tindak pidana tidak berencana

PNS yang melakukan tindak pidana ringan masih bisa dimaafkan. Pasal 87 Undang Undang ASN menyebutkan bahwa PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau bahkan tidak perlu diberhentikan jika dihukum penjara paling singkat 2 tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.

Berdasarkan penjelasan yang dimuat di Jogjaprov.go.id, apabila PNS yang terjerat kasus hukum telah menjalani hukuman penjara kurang dari 2 tahun, maka kepala instansinya bisa segera melaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk pengaktifan kembali.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, setelah pengaktifan kembali, atasan dari PNS tersebut segera membuat surat panggilan dan Berita Acara Pemeriksaan. Selanjutnya, PNS yang pernah masuk penjara itu, harus diproses atau dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan kesalahannya.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami