Menurunkan Ketegangan Pasca-Pilkada di Kantor | Qerja

Menurunkan Ketegangan Pasca-Pilkada di Kantor

Eka Utami, 4 years ago
Menurunkan Ketegangan Pasca-Pilkada di Kantor

Pilkada serentak 15 Februari baru saja berlalu. Kita sudah mengetahui hasil pemilihan kepala daerah yang dirilis oleh beberapa lembaga survei terpercaya. Sebagian orang merasa senang karena calonnya terpilih, sementara sebagian lainnya kecewa.

Di Jakarta, pemilihan Gubernur DKI Jakarta belum benar-benar berakhir. Warga ibukota masih harus menentukan pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah putaran kedua. Suasana masih panas. Hiruk pikuk politik masih terasa kencang. Apalagi dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang tersisa mendapatkan jumlah suara yang hampir sama.

Mungkin hari ini topik politik masih menjadi bahan pembicaraan yang paling utama di antara rekan kerja. Para pegawai tidak hanya saling menunjukkan jari ungu, tapi juga membahas kekuatan dari dua pasangan calon yang tersisa. Siapa yang akan berhasil merebut sekitar 16 persen suara dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang kalah pada putaran pertama? Ketika obrolan politik sudah melibatkan dua orang rekan kerja yang berbeda sudut pandang, maka diskusi bisa menjadi berubah menjadi ketegangan.

Ya, ketegangan  pasca-pilkada DKI Jakarta mungkin masih akan terasa hingga satu setengah bulan ke depan. Perang di media sosial masih akan berlangsung. Manajer di kantor harus bisa melihat pembicaraan politik di kantor yang mungkin merusak suasana kerja. Berikut cara mencegah permusuhan akibat sudut pandang politik yang berbeda dan mengubahnya menjadi suasana kerja yang produktif seperti disarikan dari Huffingtonpost.com.

Kuncinya adalah diskusi

Saat ini, ada sedikit orang yang sedang merasa kecewa. Mereka adalah pemilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang kalah dalam putaran pertama. Mungkin mereka adalah pegawai yang bekerja di kantor Anda.

Maka, manajer harus proaktif untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul karena kekecewaaan dan perdebatan di antara staf pasca-pilkada. Anda bisa bicara dengan anggota tim secara individu. Anda juga bisa bicara kepada sekelompok orang yang diketahui mendukung salah satu pasangan calon.

Tapi, ketegangan lebih besar mungkin akan terjadi pasca-pilkada putaran dua mendatang. Manajer harus mempersiapkan diri dan membuat rencana untuk mengatasi masalah di antara dua kelompok besar yang berbeda pandangan politik. Anda harus mengantisipasi ketegangan yang mngkin terjadi pasca-pilkada putaran kedua.

Menekankan tugas utama sebagai karyawan

Pastikan semua pegawai tahu bahwa mereka dibutuhkan dalam organisasi. Mereka adalah pegawai. Bukan politikus. Jadi, mereka harus tetap fokus bekerja. Dalam beberapa kasus, atasan bisa saja memberi pekerjaan baru sehingga pegawai bisa fokus pada tugas-tugas daripada mengobrol tentang politik di kantor.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami