Qerja Menginvestigasi: Fenomena Job Hopping | Qerja

Investigasi Qerja : Fenomena Job Hopping

Qerja, 4 years ago
Investigasi Qerja : Fenomena Job Hopping

Seburuk apa sih, fenomena pegawai yang pindah-pindah kerja sampai ‘pelaku’ mendapat nama panggilan kurang sedap ‘kutu loncat’? Menilik pandangan pada umumnya selama ini, individu yang sering pindah-pindah pekerjaan cenderung menciptakan stigma buruk dan mengundang opini negatif dari kalangan employers.

Namun, bicara dari segi pegawai, pindah-pindah pekerjaan memiliki keuntungan tersendiri. Beberapa perks tersebut sedikit banyak bahkan juga menguntungkan pihak perusahaan. Di artikel ini, kami mengumpulkan pro dan kontra pindah-pindah kerja yang kerap dirujuk kaum profesional sembari berusaha mematahkan stigma buruk yang melekat pada job hoppers. Read on to see if we manage to do that!

Job Hopping: Fenomena pindah pekerjaan secara suka rela yang biasanya terjadi sebelum genap 1 tahun atau bahkan beberapa bulan di perusahaan sebelumnya. Subjek disebut job hoppers dan sering mendapat panggilan ‘kutu loncat’.

THE PROS

1. Perkembangan Karir dan Peningkatan Pendapatan Yang Non-Konvensional
Pindah-pindah pekerjaan memberi Anda kesempatan untuk naik pangkat plus naik gaji lebih cepat dibanding perlahan-lahan mendaki tangga korporat atau menunggu periode salary review dalam perusahaan yang sama. Jika Anda telah menemukan perusahaan yang memenuhi goal Anda di bidang tangga karir dan kompensasi moneter, Anda pun akan leluasa merencanakan perjalanan panjang menuju masa depan yang cerah bersama perusahaan tersebut.

2. Kepuasan Karir
Tidak ada alasan bagi pegawai yang berkualitas untuk bertahan di bawah atasan yang tidak kompeten atau lingkungan kerja yang tidak sesuai. Pindah-pindah pekerjaan memberi Anda peluang untuk mencari pekerjaan yang tepat untuk kemampuan dan talenta Anda. Bila pada akhirnya Anda memilih mendedikasikan waktu di satu tempat kerja, tentunya karena Anda yakin perusahaan itu adalah ‘belahan jiwa’ profesional Anda. Percayalah kalau kepuasan karir akan turut menunjang performa di tempat kerja.

3. Mengumpulkan Pengalaman dan Keahlian
Pegawai dengan latar belakang perpindahan kerja yang bervariasi, terutama antar industri dan antar skala perusahaan, membawa keuntungan sendiri bagi perusahaan dalam bentuk injeksi ide segar, perspektif baru, dan koneksi yang beragam. Bila Anda cerdik dalam memanfaatkan pelbagai keterampilan dan pengalaman yang Anda kumpulkan selama ini, bukan tidak mungkin Anda akan menjadi bintang di tempat kerja baru Anda.

THE CONS

 1. Loyalitas Anda Dipertanyakan Atasan Baru
Satu hal yang sering dilupakan: Loyalty is not a one-way street. Bagi para employers, poin ini dapat menjadi pertimbangan untuk menyempurnakan sistem manajemen dan lingkungan kerja dengan tujuan mensejahterakan pegawai dan meningkatkan produktivitas untuk mengantisipasi tren job hopping. Bagi employees, bila budaya kerja dan kebijakan perusahaan tempat Anda berada saat ini bentrok dengan aspirasi Anda dari segi personal dan profesional, silahkan perhitungkan langkah Anda selanjutnya dengan hati-hati.

2. Karakter dan Integritas Anda Juga Dipertanyakan
Pendeknya masa kerja yang tercatat di CV beresiko menimbulkan spekulasi terhadap alasan Anda keluar dari perusahaan sebelumnya. Selain loyalitas, kepribadian dan integritas Anda pun tidak luput dari sorotan; anda bisa-bisa dianggap tidak tahan tekanan atau tidak bertanggung jawab. Kami yakin Anda bukan individu seperti itu, namun Anda perlu meyakinkan recruiter bahwa pergerakan karir Anda yang cepat ini didorong oleh ambisi dan keinginan untuk mencari tantangan baru. Pastikan juga kalau perpindahan Anda dari tempat kerja sebelumnya berdasarkan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Ilmu dan Pengalaman Tidak Cukup
Salah satu keluhan paling umum mengenai job hoppers adalah ilmu yang didapat tidak cukup dalam bahkan terbuang sia-sia saat pindah pekerjaan. Walaupun begitu, untuk beberapa bidang yang tergolong hyperkompetitif seperti IT, industri kreatif, oil and gas, mining, talenta-talenta dengan kreativitas dan informasi terbaru menjadi prioritas dalam memilih pegawai, sementara masa kerja bukanlah yang utama. Anda sebagai pegawai yang berniat ‘bertualang’ perlu cermat memilih industri dan perusahaan yang tepat. Lakukan riset yang cukup untuk mencari tahu tentang budaya kerja perusahaan baru sebelum Anda pindah pekerjaan.

Tentu saja, ada beberapa keuntungan dan ilmu yang tidak bisa Anda dapatkan hanya dengan bekerja beberapa bulan di sebuah perusahaan. Kami tidak merekomendasikan Anda untuk pindah-pindah kerja bila motivasi semata hanya karena gaji dan titel. Bila Anda tidak mendapati kekurangan berarti di tempat kerja Anda sekarang, coba komunikasikan aspirasi Anda mengenai kedua hal tersebut dengan atasan dan pertimbangkan untuk tetap bekerja di tempat tersebut.

Sebaliknya bila keputusan Anda untuk pindah sudah matang, siapkan alasan yang dapat diterima oleh atasan Anda selanjutnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang job hopping? Apakah Anda sendiri termasuk job hoppers? Let us know below!

Baca Juga:  Pindah Kerja atau Tetap di Zona Nyaman, Pilih Yang Mana Ya?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next