Olga Lydia: Menikmati Perubahan Karier | Qerja

Olga Lydia: Menikmati Perubahan Karier

Eka Utami, 3 years ago
Olga Lydia: Menikmati Perubahan Karier

Selamat memeringati Hari Perempuan Internasional! Pada hari ini, kami akan menampilkan wawancara dari salah satu perempuan Indonesia yang hebat dengan karier cemerlang di industri hiburan: Olga Lydia. Model papan atas yang satu ini tidak hanya berlenggak-lenggok di catwalk. Tapi, dia menerima tantangan untuk berperan di film televisi dan tampil di panggung teater. Olga juga menjajal kemampuan menjadi sutradara dan produser film. Bagaimana cerita perjalanan kariernya? Profesi apa yang paling disukainya? Berikut cerita Olga kepada Qerja.

Bagaimana cerita awal karier Anda di dunia hiburan?

Sejak usia 4 tahun, saya suka menari balet. Setiap ada kesempatan naik panggung, maka saya tampil. Saya tampil untuk berbagai acara seni. Mulai dari menari Bali, operet, hingga melawak.

Pada saat kuliah pun saya sudah menjadi MC gratisan untuk lintas jurusan dan fakultas, sampai menjadi orang (pembawa acara) yang memanggil nama-nama wisudawan. Saya senang menjalaninya.

Pada saat kuliah, saya juga ikut kompetisi sebuah majalah: Wajah Femina. Pada ajang itu saya menjadi finalis. Setelah selesai kuliah, saya iseng mencoba kemampuan sebagai model. Saya mulai ikut fashion show pada tahun 1999. Saat itu, hampir setiap hari ada jadwal fashion show.

Lalu, suatu hari, ada  acara fashion show yang membutuhkan pembawa acara. Karena saya bawel, saya mencoba casting untuk pembawa acara. Akhirnya saya menjadi pembawa acara sejak tahun 2000-an.

Kemudian, ada kesempatan untuk casting FTV (Film Televisi). Film pertama saya berjudul Lo Fen Koei. FTV tersebut banyak mendapat perhatian. Akhirnya saya menjalani pekerjaan sebagai presenter, model, serta ikut shooting miniseri hingga tampil di Teater Koma.

Bagaimana Anda belajar menjadi model?

Sebelum fashion show pertama, saya tidak pernah sekolah model. Saya seperti mencari mentor. Saya bertanya pada seseorang tentang modeling. Orang ini selalu dihindari teman-teman saya. Sebab dia sangat detail. Tapi, saya selalu mendatangi orang tersebut. Saya sengaja memilih orang yang bisa melontarkan banyak kritikan untuk saya.

Bagaimana dukungan keluarga pada profesi yang Anda jalani?

Keluarga (dekat) saya tidak ada yang bekerja di bidang entertainment. Hanya ada salah satu sepupu mama saya yang kerja di televisi. Saya juga baru tahu tentang hal itu belakangan.

Awalnya keluarga saya bingung. Sebab mereka berpikir saya hanya main-main (di dunia entertainment). Bahkan saya juga berpikir begitu. Saya pikir pekerjaan di dunia entertainment adalah hobi.

Namun, saya masuk dunia hiburan pada saat yang tepat. Waktu itu, fashion show sedang booming. Semua acara mulai dari pembukaan kafe, salon, sekolah kepribadian menggunakan fashion show. Segala jenis launching juga dilengkapi fashion show. Jadwal saya sampai padat. Pada hari biasa, saya tampil untuk fashion show dari desainer. Kalau weekend, saya ikut fashion show untuk bridal. Bahkan saya bisa fashion show di dua tempat dalam satu hari di akhir pekan.

Bagaimana cerita tentang keterlibatan Anda di teater?

Saya sering diajak Happy Salma untuk terlibat dalam produksinya (teater). Saya senang. Sebab, yang namanya “main” film dan teater tetap ada unsur “main-main”. Saya pikir, saya beruntung. Proses produksi teater memang jauh lebih lama. Hasilnya cuma dua hari dan tidak bisa diulang. Tetapi itu satu proses yang menyenangkan. Saya memang suka belajar. Setiap kali mendapat tantangan, saya juga sambil belajar.

Anda lebih puas bermain film atau tampil di panggung teater?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next