Enam Fakta Menarik Menjadi Aktivis Lingkungan | Qerja

6 Fakta Tentang Aktivis Lingkungan, dari Tugas Hingga Gaji

Qerja, 5 years ago
6 Fakta Tentang Aktivis Lingkungan, dari Tugas Hingga Gaji

Hari Bumi yang kita rayakan setiap tanggal 22 April, punya makna yang sangat dalam. Setidaknya itu menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga tempat tinggal bersama. Ya, memang harusnya upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan setiap saat, dan merupakan tanggung jawab semua pihak. Semua pihak, berarti termasuk saya, Anda, kita, dan semua harus bergerak bersama-sama.

Kita semua mengenal adanya orang-orang yang aktif bergerak dalam usaha pelestarian lingkungan yang dikenal dengan sebutan aktivis lingkungan. Nah, untuk tahu lebih banyak tentang pekerjaan aktivis lingkungan, Qerja berhasil menghubungi Afif Saputra, Communications and Digital Manager Greenpeace Indonesia untuk berbagi.

1. Apa sih tepatnya yang dilakukan aktivis lingkungan? Apakah hanya demo?

Banyak hal. termasuk tapi tidak hanya demo. Para aktivis lingkungan yang bergabung di Greenpeace di seluruh dunia melakukan berbagai hal demi terwujudnya cita-cita Greenpeace. Cita-cita itu adalah menghentikan perusakan lingkungan guna menjaga dan melestarikan bumi, memastikan planet bumi tetap punya kemampuan untuk menopang semua mahluk hidup di dalamnya. Untuk mencapainya, Greenpeace berkampanye untuk mengubah sikap dan perilaku, baik kalangan pemerintah, industri maupun masyarakat umum.

Dalam berkampanye, aktivis Greenpeace menggunakan beberapa metode, yang dikenal dengan metode IDEALS (investigasi, dokumentasi, ekspose, aksi, lobi, dan solusi). Untuk investigasi dan dokumentasi, aktivis Greenpeace terjun langsung ke lokasi perusakan lingkungan (bearing witness), dan hasil-hasil yang didapat di lapangan diuji dengan metode penelitian dan teknologi terbaru, antara lain di laboratorium ilmiah milih Greenpeace di University of Exeter, Inggris.

Kemudian, hasil penelitian dan investigasi itu dikeluarkan untuk publik dalam tahap ekspose (bisa berupa peluncuran laporan, konferensi pers, siaran pers dan lain-lain, atau juga dengan tahap aksi. Tujuannya untuk memaparkan pada masyarakat bahwa ada sebuah masalah lingkungan besar, siapa pelakunya, dan kenapa perusakan itu harus segera dihentikan. Khusus untuk aksi (demo), Greenpeace punya ciri khas, yakni konfrontasi kreatif. Salah satu nilai inti Greenpeace adalah aksi langsung tanpa kekerasan (non-violent direct action).

Setelah masalah lingkungan itu diketahui publik, tahap berikutnya adalah lobi, baik kepada pemerintah guna terciptanya regulasi yang bisa melindungi lingkungan, maupun kepada industri yang selama ini melakukan perusakan lingkungan untuk menghentikan praktek merusak mereka dan beralih kepada praktek yang lebih ramah lingkungan.

Tahap terakhir yang tidak kalah penting adalah bekerja mencari dan mempromosikan solusi. Contohnya, jika dalam tahap-tahap sebelumnya Greenpeace gencar berkampanye bahwa negara-negara harus berhenti menggunakan sumber energi fosil yang kotor dan menyebabkan perubahan iklim, seperti batubara dan lain-lain. Nah, tentu saja Greenpeace tidak bisa sekedar berseru “hentikan pemakaian batubara” atau “hentikan penebangan hutan” tanpa ikut bekerja memikirkan solusinya. Apa yang harus dilakukan sebuah negara untuk bisa terus membangun dan tumbuh setelah menghentikan penggunaan batubara atau mengeksploitasi hutan. Solusi-solusi yang dikeluarkan Greenpeace diantaranya adalah skema Energy Revolution, Zero Deforestation Policy, dan lain-lain.

2. Aktivis lingkungan itu digaji tidak?

Melihat jawaban di atas, cukup jelas bahwa upaya penyelamatan bumi bukan tugas yang mudah. Banyak sekali yang harus dikerjakan, dan tentu saja organisasi seperti Greenpeace membutuhkan dukungan dari banyak orang di seluruh dunia.

Bagi seseorang, ada tiga cara untuk bisa bergabung menjadi aktivis Greenpeace. Pertama adalah menjadi relawan (volunteer), dimana Anda bisa menyumbangkan pikiran, tenaga dan waktu luang untuk membantu kerja-kerja Greenpeace. Ini bisa dilakukan di sela-sela aktivitas utama Anda seperti bersekolah, berkuliah, atau bahkan bekerja.

Cara kedua, jika Anda memang sibuk dan tidak punya banyak waktu luang, Anda bisa menjadi donatur. Untuk bisa menjadi donatur, Anda cukup menyumbang minimal seratus ribu rupiah per bulannya. Para donatur ini merupakan elemen yang sangat penting bagi kampanye Greenpeace. Sebab sejak berdirinya pada 1971, Greenpeace tidak sudi menerima dana sepeser pun dari perusahaan atau pemerintah atau kekuatan politik mana pun. Tulang punggung kampanye Greenpeace ya dari donasi perorangan itu, yang di dunia jumlahnya sudah ada sekitar 3 juta orang.

Cara ketiga, adalah dengan bergabung secara penuh (full time) dengan Greenpeace, sesuai dengan bidang keahlian dan profesi masing-masing. Buat orang-orang yang ‘berani’ memutuskan bergabung secara penuh, akan mendapat gaji, tentu saja. Karena untuk memastikan agar mereka bisa mengkontribusikan keahlian, waktu dan pemikirannya secara full time untuk organisasi tanpa harus bekerja lagi di tempat lain untuk mencari penghidupan.

Orang-orang yang memutuskan bergabung secara full time dengan organisasi penyelamat lingkungan, biasanya punya idealisme dalam pelestarian lingkungan, tidak sekadar mencari nafkah atau uang semata. Karena berbeda dengan bekerja di perusahaan, organisasi lingkungan adalah organisasi non profit yang bekerja untuk misi penyelamatan lingkungan. Jadi meski tentu gajinya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seseorang harus sadar sepenuhnya tidak akan mungkin bisa jadi kaya saat memutuskan untuk bekerja di organisasi lingkungan, bahkan saat sudah mencapai level tertinggi.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next