Roostiawati: Naik-Turun Jabatan Berkali-kali | Qerja

Roostiawati: Naik-Turun Jabatan Berkali-kali

Eka Utami, 3 years ago
Roostiawati: Naik-Turun Jabatan Berkali-kali

Perjalanan karier Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementrian Ketenagakerjaan Roostiawati begitu berliku. Berkali-kali dia mendapat promosi, menduduki kursi empuk, memegang jabatan tertentu. Namun, takdir berkata lain. Dia tidak bisa menaiki tangga karier dengan mudah, apalagi mencapai pucuk pimpinan dengan sekali melompat.

Beberapa kali Roos harus menghadapi pilihan antara keluarga dan pekerjaan. Ketika meninggalkan karier, maka dia harus mengulang kembali dari nol dan memulai karier sebagai staf. Tapi, Roos menikmati pekerjaannya. Dia selalu bangkit dan akhirnya bisa meraih kesuksesan. Berikut kisah perjalanan karier Roostiawati yang diceritakan kepada Qerja.

Bagaimana Ibu mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil?

Saya masuk menjadi PNS pada tahun 1985 di Departemen Tenaga Kerja. Kemudian pada tahun 1987, saya mendapat kesempatan menjadi wakil PNS muda pada program Nakasone: pertukaran PNS muda ASEAN dan Jepang. Program tersebut berlangsung selama dua bulan di Tokyo. Saya sendiri terpilih sebagai national leader untuk Indonesia. Saya memimpin (perwakilan) Indonesia yang terdiri dari 56 orang mahasiswa teladan, agriculture youth, dan PNS muda.

Kemudian, pada tahun 1988 saya sudah menjadi kepala seksi. Jadi, setelah saya bekerja selama tiga tahun, saya sudah menjadi kepala seksi.

Memang, butuh waktu berapa lama untuk seorang staf bisa menjadi kepala seksi?

Biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun bekerja.

Lalu, bagaimana kelanjutan perjalanan karier Ibu?

Pada tahun 1989, saya mendapat beasiswa S2 di Manchester University di Inggris. Saya menyelesaikan kuliah tahun 1990. Saat kembali ke Tanah Air, ternyata jabatan saya masih kosong. Maka saya kembali menjadi kepala seksi.

Lalu, pada tahun 1992 saya menikah. Saya ikut suami bertugas di Makassar. Saya pindah ke kantor wilayah, Saya memulai karier menjadi staf lagi.

Mengapa tidak bisa langsung punya jabatan?

Saya pindah bukan karena kepentingan organisasi. Kepindahan saya karena alasan keluarga. Jadi saya tidak bisa menuntut. Saya harus menerima apa adanya. Saya enjoy saja.

Saya berkarier di kanwil sampai menjabat sebagai kepala bidang, eselon tiga. Pada tahun 2003, suami saya dipindahkan lagi ke Jakarta. Saya ikut pindah lagi. Saya meniti karier lagi mulai dari awal. Saya menjadi staf kembali.

Justru saya berterimakasih kepada Kementerian tenaga kerja karena mau meerima saya. Pada saat pindah ke Jakarta, saya harus melamar lagi dan menjalani fit and proper test. Saya ditempatkan di Direktorat Jenderal Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri. Saya menjadi staf lagi. Tapi, tidak apa-apa. Saya meniti karier lagi sejak 2003. Pada akhir tahun 2003, saya sudah menjabat kembali menjadi kepala seksi.

Apakah Ibu mengalami naik-turun jabatan lagi selama di Jakarta?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next