Profesi Dokter: Kalau Mau Cepat Kaya Jangan Jadi Dokter | Page 2 | Qerja

Profesi Dokter: Kalau Mau Cepat Kaya Jangan Jadi Dokter

Qerja, 3 years ago
Profesi Dokter: Kalau Mau Cepat Kaya Jangan Jadi Dokter

“Kembali lagi seperti yang saya bilang, kalau mau menghasilkan uang banyak jangan kuliah kedokteran. Gaji awal sarjana IT jauh bisa tinggi. Lalu dalam satu dua tahun bisa menghasilkan lebih banyak lagi,” ujarnya. Namun bagi Wirya, tak ada yang lebih membahagiakan ketika ia bisa membantu kesembuhan pasien.

Setelah itu, dia bekerja di bagian Intensif Care Unit. Hingga akhirnya dia tertarik mendalami Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular, setelah magang.

Manajemen stres

Untuk menjadi seorang dokter menuntut seseorang menjadi kuat, tidak hanya fisik tetapi juga mental. Jika mental lemah, maka akan mudah terkena stres. Sebab selain ritme kerja yang sibuk, profesi ini membutuhkan fokus dan kinerja puncak setiap waktu, karena terkait dengan upaya penyelamatan jiwa pasiennya.

Margin of error dalam profesi ini sangat tipis, jadi kalau di saya cukup stres. Apalagi kalau dapat pasien kondisinya sudah jelek sekali, dan sebagai dokter tentunya apa pun kondisi pasiennya, ya inginnya mereka sembuh,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dr. Wirya punya dua resep manjur. Setiap pulang kerja, setelah melewati hari panjang, ia akan habiskan waktu untuk sekadar mengobrol dengan istri. Selain itu, ia juga suka hangout dengan teman-teman di luar komunitas dokter dalam sebulan bisa dua kali. Rutin berkumpul dengan kawan yang bergerak di bidang lain, rupanya sangat membantu menyegarkan pikirannya.

Tantangan dan kesalahan persepsi

Tantangan yang paling berat justru karena sering terjadi kesalahpahaman pasien. “Mereka merasa overtreatment atau under. Kalau Anda datang ke spesialis jantung, lalu dokter meminta Anda melakukan pemeriksaan katerisasi, yakni memasukkan selang dari paha hingga jantung, kadang hal tersebut hal sering dianggap berlebihan oleh pasien. Sedangkan kalau mereka pergi ke Malaysia saja, diminta hal yang sama mereka tidak keberatan,” kata dia.

Ia melihat ini sebagai tantangan dunia kedokteran untuk mengubah pola pikir masyarakat, dan agar dokter bisa berkomunikasi lebih baik dengan masyarakat. Seorang dokter juga harus bisa menjelaskan tentang perawatan yang diperlukan dengan bahasa yang sederhana kepada pasien.

Komunikasi, totalitas, dan do excellent setiap saat. Menurutnya adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam profesi ini.

Selain bekerja sebagai dokter bedah, ia bersama temannya juga mendirikan Apotik Rumah Sehat. Tujuan untuk memberikan pengobatan bagi masyarakat sekitar. Apotik Rumah Sehat yang berdiri hampir setahun telah dua kali melakukan pengobatan gratis bagi warga sekitar.

Dokter Wirya telah membuktikan bahwa prioritasnya dalam menjadi dokter adalah pengabdian, bukan semata-mata mengejar materi. Bagaimana dengan Anda, apa prioritas pekerjaan Anda?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next