Pertimbangkan Plus Minus Bekerja di Startup

Oleh Hesti Pratiwi, 5 years ago

Perkembangan teknologi internet membuka sebuah peluang bisnis baru dan melahirkan entrepreneur muda dalam banyak bidang, media, periklanan, pengembang software, payment, transportasi, hingga travel.

Perusahaan rintisan tersebut disebut startup. Google, Facebook, hingga Alibaba adalah segelintir startup yang telah menjadi raksasa prusahaan dunia. Di Indonesia sendiri, mungkin Anda akrab dengan Kaskus, OLX, Go-Jek, Traveloka atau Tokopedia.

Nah, dengan bekembangnya sebuah lahan bisnis baru, berarti juga lahan pekerjaan baru tercipta luas. Ini sebuah alternatif bagus untuk mulai melirik pekerjaan di perusahaan rintisan. Sebelum bergabung, ada baiknya Anda mengetahui keuntungan, dan risiko bekerja di sebuah startup.

Fleksibelitas waktu kerja

Sifat startup yang memang fleksibel, dinamis, dan selalu mengedepankan inovasi. Hal ini membuat gaya bekerjanya tidak didasarkan kepada jam kerja yang baku. Semua lebih ditekankan produktivitas dan kinerja Anda. Bahkan beberapa startup juga menerapkan sistem kerja remote. Artinya Anda dapat bekerja kapan pun, di mana pun Anda suka, asal tugas Anda selesai dengan baik. Indah bukan?

Namun perlu diingat tidak semua startup memiliki kebijakan seperti ini. Beberapa startup tetap menetapkan aturan korporasi, seperti jam kerja yang sama dengan kantor lain, dan tetap mengharuskan karyawannya datang ke kantor. Jadi kalau Anda datang terlambat, jangan harap akan lolos dari teguran. Atau Anda bisa bebas-bebas saja bekerja di kedai kopi, tanpa persetujuan kantor.

Kultur perusahaan yang santai dan bersahabat

Lingkungan kantor yang nyaman, kekeluargaan, akrab, dan kasual, adalah sebuah keunggulan startup  yang banyak menarik hati orang untuk bergabung di dalamnya. Jadi, paling tidak Anda akan menemukan meja pingpong, pojok game, dan ruang untuk istirahat (tidur siang), pantry dengan kopi (camilan) gratis, serta ruangan kerja terbuka tanpa sekat.

Selain itu jangan heran jika setiap saat selalu ada lelucon yang terlempar yang membuat Anda terkekeh-kekeh bahkan tergelak. Semua ini membuat suasana kerja menjadi menyenangkan.

Sementara setiap perusahaan memiliki semacam hierarki, startup memiliki struktur organisasi yang flat dan ramping, memungkinkan Anda untuk mengerjakan tugas Anda dengan cepat. Karena sifatnya yang dinamis, Anda tidak perlu menunggu persetujuan banyak pihak dalam mengeksekusi ide Anda.

Namun, dengan keuntungan berupa fasilitas menyenangkan seperti game room, ruang beristirahat, dan ruang kerja yang biasanya tanpa sekat, serta situasi kantor yang selalu dinamis, Anda akan menemukan banyak distraksi. Nah, gangguan ini sebenarnya juga bisa menjadi keuntungan sendiri. Sebab Anda bisa belajar untuk melatih fokus, dan manajemen waktu yang lebih baik lagi.

Prestasi dan kegagalan Anda akan langsung kelihatan

Tim kerja di sebuah startup biasanya kecil, dengan sistem organisasi yang akan dibuat seramping mungkin. Jadi kemungkinan kecil Anda akan berurusan dengan politik kantor.  Begini jika Anda bekerja di perusahaan yang besar, kerja keras Anda akan sulit terlihat oleh atasan atau manajemen perusahaan. Kemungkinan akan ada saja individu beracun yang menghalangi kesempatan Anda untuk mendapatkan promosi.

Lain ceritanya dengan startup, atasan bahkan CEO Anda sekalipun sangat mungkin memberikan perhatian pada pekerjaan Anda. Jika Anda sukses, hasil kerja Anda akan langsung dihargai. Tetapi jika Anda tidak memberikan performa kerja buruk juga akan terlihat jelas.

Mengantongi pengalaman dan skill yang sangat bervariasi

Bekerja di sebuah startup, berarti semua yang Anda kerjakan akan memberikan kontribusi langsung kepada keberhasilan atau kegagalan perusahaan secara keseluruhan. Setiap orang diharapkan untuk bisa menyumbangkan inovasi, dan mengembangkan ide-ide mereka.

Anda akan terlibat secara langsung mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi. Bayangkan banyaknya skill yang akan dikuasai. Selain itu, jangan khawatir tentang pengalaman kerja, banyak startup justru lebih suka memperkerjakan fresh graduation. Nah, semua pengalaman Anda dapat dimasukan ke dalam resume nantinya. Keterampilan yang bakal berguna bila ingin  berkarier di perusahaan lain, atau bahkan memulai bisnis Anda sendiri.  

Jika Anda terlatih untuk menjalankan ide sendiri, jangan heran jika Anda punya modal kemampuan menjalankan bisnis sendiri. Startup adalah kondisi ideal untuk belajar mengembangkan ide, menetapkan goal, menyusun hingga melaksanakan strategi, menjalankan operasi bisnis, menghadapi sekaligus mengevaluasi kegagalan yang Anda buat, bahkan mengatur dana perusahaan dengan bijaksana (hemat), dan tentunya koneksi yang luas dalam dunia digital jika Anda berniat merintis bisnis. Hal yang menyenangkan lainnya, bos Anda sebagai founder startup justru akan senang hati dan terbuka untuk membantu merintis bisnis.

Gaji dan benefit lainnya

Jika dibandingkan dengan perusahaan atau organisasi yang besar dan mapan, tentu benefit yang didapatkan tidak banyak. Namun sebagai perusahaan perintis yang setiap detak jantung didedikasikan untuk pertumbuhan bisnis maka, startup juga bersaing untuk menarik hati (serta mempertahankan) talenta terbaik yang mereka dapatkan.

Startup dengan pendanaan besar, tentu dapat memberikan benefit seperti tunjangan yang baik, bahkan nominal gaji yang tinggi. Namun sebagian startup lainnya juga akan berusaha bersaing untuk dapat memberikan gaji yang lebih sedikit di atas kisaran gaji di luar untuk posisi yang dibutuhkan.


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami