Tanda Karier Anda ‘Mentok’ dan Solusinya | Qerja

Tanda Karier Anda ‘Mentok’ dan Solusinya

Qerja, 3 years ago
Tanda Karier Anda ‘Mentok’ dan Solusinya

Bayangkan ini: Lima tahun ke depan Anda masih duduk di meja yang sama, bekerja untuk manajer yang sama, melakukan pekerjaan yang sama, dan mendapatkan gaji yang sama seperti saat ini! Senang? Mau? Kayaknya enggak deh!

Meski sudah senang dengan pekerjaan saat ini, kebanyakan orang akan punya keinginan untuk kesejahteraan yang lebih baik, karier lebih baik, posisi atau jabatan lebih tinggi. Kalaupun ada yang tidak menginginkan semua itu karena merasa sudah punya ‘pekerjaan impian’ pasti ada keinginan juga untuk paling tidak menjalani tanggung jawab yang lebih besar atau mendapat keterampilan serta ilmu yang baru.

Ya, sayangnya, bahkan pekerjaan yang baik bisa menjebak Anda dalam kondisi tanpa kemajuan. Baik dalam jenjang karier maupun tambahan ilmu dan keterampilan baru. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika karier sudah mulai mandek, seolah  tak ada lagi ruang untuk kemajuan?

Ini tiga tanda yang menunjukkan bahwa karier Anda di perusahaan ini sudah mentok, dan cara mengatasinya.
  
1. Butuh keajaiban untuk bisa naik jabatan

qc-jkt-2019

Cara paling gampang adalah dengan melihat perjalanan karier atasan-atasan Anda. Lihatlah dan cari tahu perjalanan karier supervisor Anda, manager Anda. Jangan –jangan mereka sudah tujuh tahun lebih di posisi yang sama, tanpa pernah merasakan promosi, kenaikan gaji, atau kesempatan untuk mengembangkan ilmu dan keterampilan.

Jika itu yang terjadi, besar kemungkinan akan terjadi juga pada Anda. Tambahan lagi, jika promosi adalah hal utama yang jadi keinginan Anda, lihatlah apakah bos langsung Anda sudah berada di posisi nyaman atau tidak. Kalau jawabannya ya, maka akan sulit bagi Anda untuk promosi karena beliau tidak mungkin resign atau pindah posisi karena sudah merasa nyaman di posisi sekarang.

Langkah yang diambil:
Jika Anda bekerja untuk sebuah perusahaan besar yang terbuka untuk pergeseran horizontal, Anda mungkin dapat pindah ke lain divisi lain yang memiliki lebih banyak kesempatan.

2. Saat kesempatan muncul, Anda malah tidak menginginkannya

Anda mendapatkan tawaran promosi, tetapi justru enggan menerimanya. Pertimbangkan ini: Apakah Anda benar-benar ingin berada di posisi ini terus-menerus? Misal, Anda seorang manajer di sebuah perusahaan besar dan Anda puas untuk saat ini, tetapi sebenarnya Anda merasa pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang mau Anda lakukan seumur hidup.

Misalnya Anda ditawari promosi, tetapi bidang dan jenis pekerjaannya sama saja, hanya akan ada lebih banyak tanggung jawab, bos-bos yang lebih banyak, dan lebih banyak klien high-maintenance. Bisa jadi Anda enggan menerimanya karena tidak yakin mau melakukan kerja jenis ini sampai pensiun.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next