Sedang Mencari Pekerjaan? Hindari Lima Kesalahan Etika Media Sosial Ini

Oleh Steffi Teowira, 5 years ago

Suka atau tidak, halaman media sosial adalah salah satu cerminan kesan pertama Anda. Dari sepotong tweet, status Facebook, atau foto di Instagram, seseorang bisa dengan mudah membentuk opini terhadap pandangan pribadi dan pilihan gaya hidup Anda.

Sebelum Anda protes dan mengatakan bahwa media sosial hanya untuk bersenang-senang dan tidak seharusnya dianggap serius, bagaimana jika salah satu followers Anda adalah seorang recruiter? Sebelum mengambil keputusan, lazim bagi pihak HR atau bahkan petinggi perusahaan untuk mengecek dari jejak online si kandidat. Beranikah Anda mengambil risiko membuat mereka ragu mempekerjakan Anda hanya karena konten media sosial Anda?

Apakah solusinya semudah mengubah pengaturan privasi agar hanya bisa dilihat orang tertentu? Tidak juga; masih terlalu riskan. Isi media sosial yang ingin Anda rahasiakan masih bisa beredar di internet jika seseorang di lingkaran sosial Anda menyebarkannya tanpa izin atau jika akun Anda diretas. Anda tidak pernah benar-benar bisa menjamin kerahasiaan di dunia maya dengan pasti. The internet is forever. Informasi dan konten apapun yang Anda post akan tetap ada selamanya.

Karenanya, tetaplah berhati-hati dan hindari melakukan beberapa kesalahan ini jika ingin reputasi profesional Anda tetap cemerlang.

1. Berkeluh kesah tentang pekerjaan

Mungkin Anda sudah tahu kalau poin yang satu ini pasti tidak boleh muncul di halaman media sosial Anda, baik itu keluhan terhadap tugas, atasan, atau kolega. Mereka mungkin tidak pernah melihatnya, tapi "Bosan kerja" atau "Malas kerja hari ini" bisa membuat calon perusahaan baru Anda menganggap Anda punya etika kerja yang lemah.

2. Beropini ofensif terhadap topik sensitif
Boleh-boleh saja Anda angkat bicara atau berdebat soal topik yang Anda minati, tapi ada baiknya Anda menghindari kalimat ofensif atau topik sensitif yang berisiko menyinggung beberapa individu atau komunitas. Selain mudah mengundang kesalahpahaman, opini kontroversial Anda mungkin tidak sejalan dengan budaya perusahaan baru.


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami